Untuk Bu Khofifa
Hacked By RaYzen1337
Senin, 13 Juli 2026 09:00 WIBOleh RaYzen1337
Bu Khofifah, kami sebagai masyarakat sudah terlalu sering mendengar janji, slogan, dan kata-kata manis. Tapi ketika turun langsung ke desa, yang kami lihat bukan kemajuan, melainkan jalan berlubang, jalan rusak, dan infrastruktur yang seperti tidak pernah benar-benar menjadi prioritas.
Setiap hari masyarakat mempertaruhkan keselamatan hanya untuk berangkat sekolah, bekerja, mengantar anak, atau membawa hasil panen. Kendaraan rusak, risiko kecelakaan meningkat, dan aktivitas ekonomi terhambat. Ironisnya, di saat masyarakat menghadapi masalah seperti itu, yang sering terlihat di media justru kegiatan seremonial, kunjungan, hingga momen santai seperti makan durian. Maaf Bu, rakyat tidak bisa kenyang hanya dengan tontonan seperti itu.
Kalau memang ingin dicintai masyarakat, buktikan lewat tindakan nyata. Jangan biarkan warga desa terus merasa menjadi pilihan terakhir dalam pembangunan. Jalan yang layak bukan kemewahan, melainkan hak setiap warga negara. Jangan sampai masyarakat terus bertanya, "Apakah kami hanya diingat saat musim kampanye atau ketika kamera sedang menyala?"
Kami tidak butuh pencitraan yang indah jika kenyataan di lapangan masih menyedihkan. Kami butuh pemerintah yang turun tangan, mendengar keluhan, dan bergerak cepat menyelesaikan persoalan yang nyata.
Jadi, daripada sibuk dengan kegiatan yang tidak mendesak—termasuk kalau memang sempat makan durian—lebih baik pastikan dulu jalan-jalan desa diperbaiki. Karena bagi masyarakat, jalan yang mulus jauh lebih berarti daripada foto-foto kegiatan yang terus memenuhi media.
Kritik ini bukan lahir dari kebencian, tetapi dari rasa kecewa dan harapan agar pemerintah benar-benar memprioritaskan kebutuhan rakyat. Sebab jabatan adalah amanah, dan masyarakat berhak menagih janji melalui kritik yang jujur.






































