Kunjungi Blora, Menko Zulhas Wajibkan SPPG Borong Bahan Pangan MBG dari Potensi Desa
Minggu, 02 Agustus 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Blora - Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pelaksana Program Makan Bergizi Gratis wajib menyerap bahan pangan dari desa, bukan bergantung pada distributor besar. Kebijakan itu disebut sebagai langkah strategis pemerintah guna memastikan perputaran ekonomi program MBG benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa secara langsung.
Penegasan tersebut disampaikan Menko Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau Budidaya Ikan Tematik Koperasi Desa Merah Putih Kamolan yang berada di Sendang Bangeran, Desa Kamolan, Kecamatan Blora pada Jumat (31/07/2026) lalu.
Dalam peninjauan tersebut, Menko Pangan didampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Bupati Blora Arief Rohman.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa instansi pengelola MBG tidak diperbolehkan membeli pasokan bahan pangan sepenuhnya dari distributor skala besar demi menjaga keberlangsung usaha rakyat.
"SPPG harus membeli dari Koperasi Desa Merah Putih, koperasi nelayan, BUMDes, atau usaha yang ada di desa itu. Tidak boleh semuanya dibeli dari distributor besar," kata Zulkifli Hasan di hadapan warga dan pengelola koperasi.
Ia mengingatkan agar seluruh bahan pangan seperti lele, telur, ayam, sayuran, hingga beras diambil dari desa setempat agar tercipta pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat perdesaan. Pemerintah bahkan tidak akan segan memberikan sanksi tegas hingga penutupan bagi pengelola SPPG yang mengabaikan ketentuan serapan lokal tersebut.
"Kalau tidak mengambil dari desa, kita ingatkan. Dua kali kita ingatkan, tiga kali kita ingatkan. Empat kali, tutup SPPG-nya," tegas Zulkifli Hasan.
Ia menjelaskan bahwa skema penyerapan bahan lokal ini akan membentuk pola ekonomi tertutup atau close loop economy yang saling menghubungkan produksi rakyat dengan pasar pasti.
"Lele dari desa masuk ke SPPG. Nanti telur dari desa, ayam dari desa, sayuran dari desa, beras dari desa. Uangnya berputar di desa. Itulah yang kita bangun," katanya.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyambut positif langkah pemerintah pusat yang menjadikan desa sebagai penggerak utama rantai pasok pangan program nasional tersebut.
"Kamolan menjadi contoh bagaimana program ketahanan pangan bisa langsung terkoneksi dengan kebutuhan Makan Bergizi Gratis. Yang tumbuh bukan hanya produksi ikannya, tetapi juga ekonomi masyarakat desanya," ujar Arief Rohman.





































