Sasar 17 Kecamatan, Pemkab Bojonegoro Dukung Pelaksanaan Survei Seismik 2D Lamturo Demi Temukan Cadangan Migas Baru
Senin, 31 Agustus 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan Survei Seismik Darat 2D Lamturo yang akan melintasi tiga kabupaten, yakni Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban. Khusus di wilayah Kabupaten Bojonegoro, kegiatan eksplorasi hulu migas ini direncanakan mencakup 17 kecamatan.
Kepastian dukungan tersebut disampaikan dalam acara sosialisasi yang diselenggarakan di Ruang Angling Dharma pada Jumat (28/08/2026) lalu. Dalam sosialisasi ini dibahas secara mendalam kepada jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait metode, jadwal, teknis lapangan, hingga aspek keselamatan.
Analis Senior Departemen Operasi SKK Migas, Misbachul Munir, menjelaskan bahwa Survei Seismik 2D merupakan ikhtiar awal untuk memetakan struktur bawah permukaan bumi guna mendeteksi potensi cadangan migas baru.
“Survei Seismik 2D ini adalah salah satu ikhtiar dari rangkaian panjang pencarian cadangan minyak dan gas bumi. Tujuannya untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi dan melihat potensi-potensi yang bisa dieksplorasi lebih lanjut,” terang Misbachul.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menekankan pentingnya kegiatan eksplorasi ini untuk menjaga keberlanjutan sektor migas serta menopang kemampuan fiskal daerah. Ia membeberkan bahwa produksi minyak Bojonegoro yang sempat mencapai puncaknya pada tahun 2021 sebesar 231.000 barel per hari (bph), kini menurun ke kisaran 157.000 bph. Dampaknya, penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang pernah menyentuh Rp4,5 triliun kini berada di angka sekitar Rp2,8 triliun.
Adapun 17 kecamatan di Bojonegoro yang menjadi sasaran survei meliputi Balen, Baureno, Kanor, Kedungadem, Kepohbaru, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo, Bubulan, Dander, Gondang, Ngambon, Ngasem, Purwosari, Sekar, Tambakrejo, dan Temayang.
Pemkab Bojonegoro berharap seluruh tahapan survei dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif melalui sinergi yang kuat antara SKK Migas, Pertamina EP, aparat keamanan, serta masyarakat setempat.(red/toh














































