MOL, Pupuk Organik Murah tapi Berkualitas
Senin, 28 September 2015 18:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Tambakrejo - Banyak petani yang lebih memilih menggunakan pupuk organik daripada pupuk kimia. Seorang petani di Desa Gading, Kecamatan Tambakrejo, David Yubriandri, adalah salah satunya. Petani muda ini menggunakan MOL (Mikro Organisme Lokal), sebagai pupuk untuk tanaman di sawahnya.
MOL ini adalah pupuk berbahan dasar cair organik. Pembuatannya tergolong murah karena menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar.
David menerangkan MOL buatannya terbuat dari bahan-bahan seperti air cucian beras 1,5 liter, aras pisang 20 cm, gula 1 ons dan pisang hijau 1 buah. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur terlebih dahulu secara merata dengan blender baru kemudian dimasukkan ke dalam botol ukuran 1,5 liter. Namun, alat-alat seperti blender dan botol tersebut harus disterilkan terlebih dahulu menggunakan alkohol. Kalau alat-alat yang digunakan terkontaminasi maka pembuatan bisa gagal.
"Sebelum ditutup, leher botol ditekan dulu kemudian ditutup dengan tisu baru ditutup dengan tutup botol. Biarkan berfermentasi selama tiga hari tiga malam. Kalau berhasil, pupuk cair ini akan mengeluarkan aroma wangi. Sebaliknya, kalau tidak berhasil, akan berbau busuk. Saya pernah beberapa kali gagal dalam memproduksi pupuk ini," aku David kepada BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com.
David juga menambahkan, pupuk cair ini juga bisa digunakan sebagai pestisida. Caranya adalah MOL yang sudah jadi ditambahi air seni kambing atau sapi. Hanya saja, David mengingatkan, bau dari pestisida ini sangat busuk. "Baunya tidak bisa hilang dengan sabun atau minyak wangi," terang pemuda yang juga ketua Karang Taruna Desa Gading tersebut.
Bau busuk itu, kata David, bahkan bisa tahan sampai lima hari. Namun pestisida jenis ini tidak berfungsi membunuh hama, melainkan hanya mengusir.
"Keuntungan menggunakan MOL ini biayanya memang murah. Bahan-bahanya juga gampang didapatkan dan nggak harus beli. Dan juga saya pernah membandingkan kualitas pupuk kimia dengan MOL ini. Sama-sama satu karung banyaknya, tetapi beratnya berbeda. Tanaman yang menggunakan MOL lebih gemuk dan berat daripada pupuk kimia," jelasnya.(ver/moha)
Foto MOL dalam botol. Sumber : jejakpenyuluh.blogspot.com