KA Barang Hantam Mobil Elf Angkut Rombongan Pengajian
Hari Ini, Masinis KA Barang CC 2061381 Diperiksa Polisi
Rabu, 21 Oktober 2015 07:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh Mujamil E Wahyudi
Kota – Penyidik Polres Bojonegoro bakal memanggil masinis kereta api barang nomor CC 2061381 yakni Agus Sp. Kereta api barang itu terlibat kecelakaan dengan mobil elf nopol S 7536 AA di palang pintu rel kereta api Kelurahan Jetak, Kota Bojonegoro, pada Minggu (18/10) lalu. Akibat kecelakaan tragis itu terakhir tercatat empat penumpang mobil elf meninggal.
Penyidik polisi telah memeriksa sopir elf, Ali Parsim, warga Malo, dan petugas penjaga palang pintu yaitu Lilik Purwanto, warga Kelurahan Kadipaten, Kota Bojonegoro. Selain itu, penyidik juga meminta keterangan saksi dari korban dan warga sekitar lokasi kejadian. Barang bukti berupa mobil elf yang ringsek juga telah diamankan.
Menurut Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser SIK MHum, pemeriksaan terhadap masinis kereta api barang yang menghantam mobil elf yang mengangkut 17 penumpang rombongan pengajian tarekat Shadiliyah yang hendak menuju ke Tulungagung itu diperlukan. Sebab, kata dia, masinis mengetahui bagaimana peristiwa tabrakan yang merenggut empat korban jiwa dan belasan penumpang lainnya terluka tersebut.
“Hari ini rencananya penyidik akan memanggil masinis kereta api barang itu yakni Agus Sp. Dia akan kami mintai keterangan,” ujar Hendri Fiuser pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Rabu (21/10).
Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman kasus tabrakan yang tergolong kasus kecelakaan menonjol tersebut. Tiga korban penumpang mobil elf tewas di lokasi kejadian yakni Muhammad Chamdan, 47, warga Dusun Petak, Desa Beged RT 07 RW 04, Kecamatan Gayam, Ali Nurhidayat, warga Dusun Bandar, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, dan Suyitno, 55, warga Kelurahan/Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Terakhir, satu korban yang mengalami koma yaitu Muktazam, 40, akhirnya juga meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro. Korban mengalami luka berat di kepalanya akibat benturan.
Sementara itu, korban luka lainnya masih menjalani perawatan yakni Ruli Khoirun Mafluah, 39, dan anaknya, Sania Anadel Fadilah, 12, warga Dusun Petak, Desa Beged, Kecamatan Gayam. Ayahnya yaitu M Chamdan, guru SMP Negeri 1 Padangan, meninggal di lokasi kejadian. Kemudian, korban lainnya yang menjalani perawatan yaitu Alfi Afifatul Rohman, 3, Wijiyanto, 54, dan Siti Rusiyawati, 36. (yud/kik)








.md.jpg)






