Kamis Malam di Kafe Satu Sisi, Musisi Bojonegoro Berkumpul dalam Harmoni Kolaborasi
Jumat, 27 Maret 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Gerimis yang mengguyur kota Bojonegoro pada Kamis (26/03/2026) malam terasa hangat di Satu Sisi Kafe. Di tongkrongan anak muda ini, ajang jamming musik dari para musisi lokal Bojonegoro mengaluni perasaan setiap pengunjung kafe yang sedang mencecap wedang sereh, kopi, jus buah ataupun camilan. Para pengunjung itu terlihat meletakkan ponsel di meja dan mengarahkan pandang ke panggung mini, menyaksikan penampilan para musisi.
Ya, di kafe ini, setiap Kamis malam, secara rutin menggelar live musik yang melibatkan sejumlah musisi lokal dengan format jamming yang spontan dan informal. Mereka bermusik tanpa sekat-sekat grup dan kelompok, tanpa aturan kaku, tanpa batasan usia, dan tanpa celaan. Seperti yang terlihat pada Kamis malam kemarin, musisi era 90an bisa berkolaborasi aktif dengan para pelajar SMA.
Putri Misalnya, vokalis millenial satu ini menyanyi dengan begitu anggunnya diiringi alunan gitar, bass, drum dan keyboard yang dimainkan oleh musisi yang bukan dari satu grup yang sama. Di panggung mini tempat Putri menyanyi, dia mengaku acara ini adalah ekspresi yang bebas.
“Di sini kita bebas, mau musik pop, rock, ataupun jazz, boleh banget di sini,” kata Putri yang kemudian menyanyikan lagu Sedia Aku Sebelum Hujan karya Idgitaf yang rencananya akan mangung di Bojonegoro pada April mendatang.
Hal serupa diungkapkan Rahmadian alias Mamad, yang mengaku di acara ini seorang musisi gitar boleh memainkan bass, drumb atau keyboard. Musisi yang juga guru musik yang pernah melalangbuana di Kota Pahlawan Surabaya dari kafe ke kafe ini merasakan energi membuncah dari rutinitas acara ini.
“Nggak ada yang nertawain di sini, ini apresiasi musik untuk diri kita sendiri,” akunya.
Penggagas acara ini yang sekaligus pemilik Kafe Satu Sisi, Yoseph, menjelaskan bahwa ajang seru ini sudah berjalan sekitar satu tahun. Dia menyebut bahwa konsep live musik di kafe ini ibarat tarung bebas. Siapapun dari kelompok grup, kelompok usia dan kelompok genre musik apapun bisa ambil bagian. Selain sekadar bermain musik, para musisi juga mengasah skill, menambah wawasan, bertukar ide dan gagasan serta memperkuat pertemanan.
“Orang yang tidak punya kelompok musik, tidak pernah tampil di panggung, yang tidak pernah muncul sebelumnya, juga bisa ikutan. Ini adalah semacam kolaborasi spontan yang saling menguatkan,” kata Yoseph.
Dia punya harapan musisi lokal Bojonegoro suatu saat ada yang bermusik di level nasional. Hal itu jarang terjadi di Bojonegoro. Dia memercayai kekuatan kolaborasi yang dilakukan secara konsisten akan bertampak baik pada kualitas bermusik seorang musisi.
Malam makin larut. Para musisi masih menunjukkan performa yang trengginas penuh keakraban. Lagu berjudul Begitu Indah dari Padi mengalun penuh spirit menguarkan kehangatan. (toh/imm)












































.md.jpg)






