News Ticker
  • Ancaman Kekeringan Meluas, Pemprov dan DPRD Jatim Perketat Antisipasi Puso di Kawasan Selatan
  • Sering Tanpa Gejala, Ini Alasan Batu Ginjal Tetap Berbahaya Meski Tidak Terasa Sakit
  • 22 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 22 September 2026
  • Lomba Desain Logo Hari Jadi Bojonegoro ke-349 Selesai Digelar, Ini Pemenangnya
  • Menghadapi Terik Cuaca Panas, Ini 6 Langkah Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Tetap Fit
  • 20 Atlet Taekwondo Kodim 0813 Bojonegoro Bawa Pulang 20 Trofi
  • Ratusan Relawan Kelas Inspirasi Lintas Daerah Hingga Mancanegara Siap Semangati 804 Siswa di Bubulan
  • Sabet 288 Poin, Kalimantan Timur Raih Juara Umum MTQ Nasional XXXI 2026
  • 21 September dalam Catatan Sejarah Dunia dan Nasional
  • Jatuh dan Terlindas Truk, Pemotor di Kapas, Bojonegoro Luka Berat
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 21 September 2026
  • Tabrak Bak Belakang Truk, Pemotor di Kedungadem, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • EMCL dan Pemangku Kepentingan di Bojonegoro Jalin Silaturahmi Lewat Sepak Bola Persahabatan
  • Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro
  • Dorong UMKM Naik Kelas, Dekranasda Bojonegoro Gandeng Universitas Brawijaya Bidik Pasar Internasional
  • Marak Isu Produk Abal-Abal, Ini Poin Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa
  • Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81, 901 Pelajar Bojonegoro Ikuti Temu Gladi PMR
  • Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas
  • Jelang Liga 3 Nusantara, Pemkab Bojonegoro Tampung Aspirasi Suporter dan Siap Dukung Persibo
  • 19 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 19 September 2026 di Bojonegoro
  • Wihadi Wiyanto Jabat Presiden Klub Persibo, Targetkan Lolos ke Liga 2
  • 4 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia Kos-kosan Satpol PP Bojonegoro
Pemkab Bojonegoro Gelar Lokakarya Pengembangan Kemitraan, Kawasan Ekonomi Pedesaan

Pemkab Bojonegoro Gelar Lokakarya Pengembangan Kemitraan, Kawasan Ekonomi Pedesaan

Oleh Imam Nurcahyo

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (04/12/2018) mengadakan Lokakarya Pengembangan Jaringan Kemitraan, Program Pengembangan Kawasan Ekonomi Pedesaan Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan yang dilaksanakan di Partnership Room, lantai 4 Gedung Pemkab Bojonegoro ini bertujuan untuk mengembangkan dunia usaha di Kabupaten Bojonegoro.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Bojonegoro, Bappeda Provinsi Jawa Timur, Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan Desa, Provinsi Jawa Timur, Universitas Gajah Mada, Ketua DPRD Bojonegoro, Asisten Daerah, ISI Yogyakarta, BLK Provinsi Jawa Timur, Adm Perhutani KPH Bojonegoro, Parengan, Padangan, Ngawi, Sradan dan Cepu, BPS Kabupaten Bojonegoro, Kepala Bulog Bojonegoro, Camat se-Kabupaten Bojonegoro, dan pelaku dunia usaha di Kabupaten Bojonegoro.

 

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Ir  I Nyoman Sudana MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran dan koordinasi perangkat daerah masyarakat pedesaan, sehingga mampu menggerakan perekonomian masyarakat desa, secara lebih terukur, terarah, terencana, melalui pendampingan dan dukungan program.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan sinergitas antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.” kata I Nyoman Sudana.

Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk menyamakan persepsi tentang pengembangan kawasan pedesaan dan mempertemukan empat sekawan, yaitu pelaku usaha; pemerintah, baik pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, desa; akademisi; dan juga komunitas; yang kemudian mencari titik temu untuk menyelesaikan persoalan yang ada.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan ada sinergitas antara empat sekawan tadi, dan juga adanya dukungan program pada kawasan pedesaan.” katanya berharap.

Nyoman menambahkan, menurut Perbub Noomor 33 Tahun 2018 tentang kawasan pedesaan, jumlahnya ada 19 kawasan. Terbagi menjadi bidang pertenakan dan perikanan, pertanian dan transmigrasi, industri kreatif serta pengelolaan makanan dan minuman.

“Selain itu dengan adanya kegiatan ini bisa menciptakan kawasan yang terintegrasi dengan lainnya, sehingga bisa dijadikan kawasan wisata Bojonegoro. Yang mana bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.” katanya.

 

 

Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sigit Kusharijanto SE MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat penting bagi masyarakat desa, untuk mengembangkan potensinya masing-masing.

“Sehingga bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat desa.“ tutur Sigit.

Menurutnya, tidak mudah untuk membangun desa tanpa dukungan dari semua pihak. Karena perlunya kemitraan maupun kolaborasi antar berbagai pihak.

“Semua kebijakan yang dibuat, tidak akan berjalan tanpa kolaborasi dengan semua pihak.” tuturnya menambahkan.

Sigit juga mengungkapkan bahwa tumpuan ekonomi Indonesia masih bertumpu pada pemerintah desa. Sehingga perlu peningkatan perekonomian masyarakat desa, agar tonggak ekonomi bangsa bisa kuat.

“Mari kita bersinergi bersama untuk meningkatkan perekonomian kawasaan pedesaan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita.” tuturnya.

 

 

Bupati , Dr Hj Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan memberikan dana insentif desa kepada pemerintah desa, jika dapat melakukan beberapa kegiatan di bidang pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat antara lain: 1). Pengelolaan sampah; 2). Sanitasi lingkungan dan sanitasi rumah tangga; 3). Penanaman penghijauan berbasis tanaman lokal; 4). Pengembangan jumlah populasi ternak rumanesia; 5). Pengembangan agribisnis dan makanan olahan berbahan baku hasil pertanian; 6). Home industri kreatif berbahan lokal; 7). Pojok penerangan lintas desa/dusun; 8). Pelunasan PBB tepat waktu; 9). Kelompok sadar huku yang aktif; 10). Mitigasi bencana dini atau penanggulangan bencana sejak dini; 11). Anak usia sekolah dan tidak Drop Out (sampai SMA); 12). Mengamati gizi buruk dan stanting di lingkungan sekitar; 13). Penanganan penyebaran penyakit menular; 14). Ruang terbuka hijau ramah anak dan ibu.

“Apa yang sudah bagus kita terus jalankan dan pertahankan, yang belum bagus kita perbaiki, yang belum ada kita adakan, yang harmonis kita sinkronkan. Sehingga kita bisa fokus dengan apa yang ada.” tutur Bupati Anna Muawanah.

Bupati juga menyampaikan bahwa ke depan diharapkan adanya zonasi wilayah di Bojonegoro, sehingga bisa dibedakan nilai konjungtur (red, fluktuasi ekonomi) dari setiap wilayah.

“Dengan begitu kita bisa membuat program yang sesuai dengan wilayah zonasi masing-masing.” tuturnya.

Selain itu, lanjut Bupati, pihak perbankan akan dapat mensinergikan dengan program pemerintah, untuk membantu permodalan bagi para pelaku ekonomi.

“Ini untuk melindungi para pelaku usaha dari jeratan rentenir, sehingga mereka bisa fokus dalam menjalankan usahanya. Jika mendapatkan modal dari rentenir mereka kerjakeras untuk menutupi pembayaran kepada rentenir.” tutur Bupati.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan nantinya dapat mengembangkan potensi-potensi ekonomi di pedesaan, yang bisa meeningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Selain itu OPD harus merencanakan program-program pemerintah dengan baik, sehingga Bojonegoro menjadi daerah yang berhasil mengejewantahkan program revolusi mental dari presiden.

“Saya sangat mengapresiasi didukung semua pihak terhadap program pengembangan kawasan ekonomi perdesaan ini, sehingga terbentuk sinergitas antar berbagai pihak.” pungkas Bupati. (red/imm)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas

Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas

Bagi yang menghabiskan lebih dari satu dekade menanti gencatan senjata Gallagher Bersaudara namun kurang beruntung disambangi oleh tur mereka pada ...

1790125122.8476 at start, 1790125123.1973 at end, 0.34974002838135 sec elapsed