News Ticker
  • Polres Bojonegoro Terjunkan Dua SSK untuk Pengamanan Apel Kebangsaan GP Ansor
  • Acara Karnaval SCTV di Bojonegoro Dimeriahkan Dengan Sejumlah Lomba
  • Warga Baureno Bojonegoro Meninggal Dunia Akibat Tersengat Listrik Tiang Lampu PJU
  • GP Ansor Gelar Apel Kebangsaan dan Deklarasi Gerakan Rabu Putih di Bojonegoro
  • Diduga Serangan Jantung, Warga Kanor Bojonegoro Meninggal Dunia Duduk di Kursi
  • Kebakaran POM Mini di Tambakrejo Bojonegoro, Satu Orang Luka-Luka
  • Bupati Bojonegoro Berangkatkan Jalan Sehat HUT PPNI
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Kemah Karakter Pemuda Bojonegoro 2019
  • Bupati Bojonegoro Resmikan Yayasan Muzalan Mubarokan Desa Selorejo Baureno
  • Polres Bojonegoro Ajak Peserta Pendaftaran Calon Anggota Polri Nobar Film Pohon Terkenal
  • Hadiri Konser Pemilu, Kapolres Bojonegoro Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Wilayah
  • Diserempet Truk lalu Ditabrak Motor, Seorang Pemotor di Padangan Bojonegoro Luka Berat
  • Tabrak Truk Parkir, Pemotor di Ngraho Bojonegoro Meninggal Dunia di TKP
  • Sat Narkoba Polres Bojonegoro Beri Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Pada Pelajar
  • Supra Ditabrak Vario di Baureno Bojonegoro, Kedua Pengendara Luka-Luka
  • Polres Bojonegoro Terjunkan 991 Personel Untuk Pengamanan Pemilu 2019
  • PPSDM Migas Cepu Blora Tandatangani Kerja Sama dengan Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Penerimaan Pendaftaran Calon Anggota Polri Diperpanjang Hingga 28 Maret 2019
  • Lapas Tuban Gelar Penanaman Pohon Penghijauan di Kawasan Hutan Merakurak
  • Bupati Bojonegoro: Aparat Mampu Menjaga Stabillitas Keamanan Pelaksanaan Pemilu 2019
  • Bupati Bojonegoro Pimpin Apel Gelar Pasukan, Kesiapan Pengamanan Pemilu 2019
  • Sering Kali
  • Simulasi Sispamkota, Polres Bojonegoro Libatkan 800 Personel Gabungan
  • TMMD di Blora, TNI Ajari Warga di Desa Juangjero, Budidaya Jamur Bonggol Jagung
  • TMMD Blora, Ibu-Ibu Turut Bangun Jalan Makadam

Bupati Minta Seluruh Stekholder Ikut Pantau Angka Stunting di Kabupaten Blora

Blora - Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), pada Selasa (12/03/2019), bertempat di Pendapa Rumah Dinas Bupati, menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda), yang diikuti oleh seluruh stakeholder kesehatan, berikut Kepala OPD, Baznas, Camat hingga Kepala Desa.
 
Bupati Blora, Djoko Nugroho yang hadir didampingi Sekda Komang Gede Irawadi SE MSi, menyoroti tentang tingginya angka stunting (kekerdilan atau gagal tumbuh) di Kabupaten Blora. Bupati meminta agar seluruh Camat dan Kepala Desa ikut membantu Dinas Kesehatan dalam melakukan updating data stunting.
 
“Pak Camat dan Kades, saya minta ikut memantau langsung ke lapangan. Mendata semua bayi yang ada di desanya, bersama bidan desa, memantau kondisi pertumbuhan bayi agar tidak stunting. Saya ingin semua pertumbuhan bayi normal. Jika ada stunting, tolong diidentifikasi apa penyebabnya untuk ditangani bersama-sama,”  tutur Bupati dengan tegas.
 
 
 

Bupati Blora, Djoko Nugroho saat menandatangani Komitmen Bersama Penanggulangan Stunting, usai acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda), di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Selasa (12/03/2019).

 
Tidak hanya bayi, menurut Bupati, kondisi ibu hamil juga perlu dikawal, agar pertumbuhan janin di dalam rahimnya bisa sempurna. Baik asupan gizinya maupun kebersihan lingkungan rumahnya.
Bupati juga meminta semua OPD terkait, harus bisa mengambil peran dalam upaya penanggulangan stunting tersebut.
 
“Saya ingin bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) difokuskan untuk pembangunan lantai rumah, sanitasi dan ventilasi udara. Pasalnya rumah yang masih berlantai tanah, bersanitasi buruk dan minim ventilasi, juga merupakan sebab terjadinya stunting,” tutur Bupati melanjutkan.
 
Menurut Bupati, masyarakat utamanya para orang tua harus diberikan pemahaman tentang pentingnya pemberian asupan gizi berimbang. Pasalnya tidak orang miskin saja yang terancam kena stunting karena kurang gizi akibat kemampuan ekonomi yang terbatas, namun orang kaya juga bisa kena karena tidak paham tentang asupan gizi yang sehat untuk anak-anaknya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Djoko Nugroho juga menyerahkan bingkisan kepada tiga ibu-ibu yang bayinya telah berhasil keluar dari kategori stunting, setelah dilakukan perawatan oleh puskesmas terdekat, sehingga berhasil tumbuh sehat baik dari segi berat ataupun tinggi badannya yang proporsional, sesuai usianya.
 
“Saya ingin semua bayi stunting di Kabupaten Blora didata dan diperlakukan seperti anak ketiga ibu tadi. Sehingga kondisi stuntingnya bisa teratasi. Selain itu pernikahan dini juga harus terus dicegah, karena rahim perempuan yang masih muda belum siap hamil, sangat rawan untuk pertumbuhan bayi jika dipaksa hamil, akhirnya bisa stunting juga,” kata Bupati.
 
Bupati pun lantas meminta Dinas Kesehatan beserta seluruh jajarannya, dibantu Kades dan Camat bisa memperbaharui data stunting di Kabupaten Blora.
 
“Saya ingin tahu by name, siapa saja bayi yang menderita stunting. Dua bulan ke depan akan saya kontrol bagaimana perkembangan penanganannya. Ini adalah tugas mulia kita semua. Jika stunting ini dibiarkan, kualitas masa depan generasi kita bisa menurun, daya pikirnya lemah dan tidak bisa bersaing dengan sumber daya manusia wilayah lain,” pungkas Bupati.
 
 
 

Para peserta Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda), saat menandatangani Komitmen Bersama Penanggulangan Stunting, di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Selasa (12/03/2019).

 
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto SKM MKes menyampaikan bahwa angka stunting berdasarkan data penimbangan serentak pada bulan Agustus 2018 lalu sebanyak 8,3 persen.
Menurutnya, pada Agustus 2018 lalu, pihaknya telah melakukan penimbangan bayi serentak se Kabupaten Blora, bersamaan dengan pemberian vitamin A. Hasilnya, dari 45.637 bayi yang ditimbang, 8,3 persen di antaranya menderita stunting.
 
“Ini yang akan menjadi salah satu fokus penanggulangan stunting kita,” ungkap Lilik Hernanto SKM, M.Kes.
 
Menurut Lilik, ada beberapa faktor penyabab stunting di Kabupaten Blora, di antaranya yang paling besar adalah buruknya pola asuh orangtua terhadap anaknya. Menurutnya orang tua tidak bisa memberikan asupan gizi yang berimbang kepada anaknya baik sejak dalam kandungan maupun pasca kelahiran hingga usia 1.000 hari pertama.
 
Sedangkan faktor lainnya adalah kondisi lantai rumah yang masih berupa tanah. Di mana lantai tanah berpotensi memungkinkan hidupnya virus penyakit lebih lama ketimbang lantai ubin. Selain itu, tidak adanya Inisiasi Menyusui Dini (IMD), kurangnya pemberian ASI eksklusif, kehamilan dini karena rahim yang belum siap, tidak punya jamban hingga minimnya ventilasi rumah.
 
“Angka stunting tertinggi berada di Puskesmas Kedungtuban, disusul Puskesmas Randulawang, Puskesmas Rowobungkul, Puskesmas Gondoriyo dan Puskesmas Puledagel,” tutur Lilik Hernanto SKM MKes.
 
Rakerkesda ditutup dengan aksi penandatanganan massal, tentang Komitmen Bersama Penanggulangan Stunting yang diawali oleh Bupati Djoko Nugroho diikuti seluruh peserta rapat. (teg/imm)
Berita Terkait

Videotorial

Kalender Event, Wisata dan Budaya Kabupaten Bojonegoro 2019

Videotorial

Kalender Event, Wisata dan Budaya Kabupaten Bojonegoro 2019

Guna memperkenalkan potensi wisata dan budaya di Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaunching Kalender Event 2019. Dalam Kalender Event tersebut, ...

Berita Video

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias merupakan rangkaian dari Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar Minggu, 30 Desember 2018. Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar ...

Teras

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Kejadian bunuh diri atau gantung diri di wilayah Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2018, menunjukkan angka yang relatif cukup tinggi. Lantas ...

Opini

Eksistensi Persibo Bojonegoro Itu Hanya Terkendala Dana

Opini

Eksistensi Persibo Bojonegoro Itu Hanya Terkendala Dana

EKSISTENSI Persibo Bojonegoro, dalam beberapa pekan terakhir ini menjadi perbincangan masyarakat pecinta bola di Kabupaten Bojonegoro. Betapa tidak, klub kebanggaan ...

Quote

Sering Kali

Sering Kali

Oleh Dr Hj Sri Minarti MPd.I Kecepatan lari Rusa bisa mencapai 90 kilometer per jam dan singa 58 kilometer per ...

Sosok

Purwadi Setyanto, Melalui Paguyuban Kembang Seroja Populerkan Senam Yoga di Blora

Purwadi Setyanto, Melalui Paguyuban Kembang Seroja Populerkan Senam Yoga di Blora

Blora - Senam yoga bisa membantu manusia untuk segar bugar, awet muda dan seger waras (sehat). Hal itu disampaikan oleh ...

Eksis

Kombat, Komunitas Pecinta Musang Dari Bojonegoro

Kombat, Komunitas Pecinta Musang Dari Bojonegoro

Bojonegoro - Setiap malam minggu, di seputar Taman Rajekwesi yang terletak di Jalan Rajekwesi Bojonegoro, tampak perkumpulan anak-anak millennial, bercengkerama ...

Infotorial

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Oleh Imam Nurcahyo Ngaisah namanya. Perempuan kelahiran 44 tahun lalu ini ibu rumah tangga biasa, layaknya perempuan desa di sekitarnya. ...

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 341 tahun 2018, telah dilaksanakan pada Jumat ...

Feature

Berawal dari Hobi, Bripka Arip Nirwanto Sukses Beternak Burung Lovebird

Berawal dari Hobi, Bripka Arip Nirwanto Sukses Beternak Burung Lovebird

Blora - Pecinta burung memang tidak memandang usia dan kalangan. Peminatnya beragam, mulai dari pelajar, petani, PNS, pedagang, wiraswasta, sampai ...

Religi

Hukum Nikah Sirri

Hukum Nikah Sirri

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes. Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, ...

Pelesir

Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Revitalisasi Wana Wisata Kedungpupur Blora

Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Revitalisasi Wana Wisata Kedungpupur Blora

Blora - Pertamina EP Asset 4 Field Cepu melalui progranm Coorporate Social Responsibility (CSR), lakukan revitalisasi Wana Wisata Kedungpupur, yang ...

Hiburan

Acara Karnaval SCTV di Bojonegoro Dimeriahkan Dengan Sejumlah Lomba

Acara Karnaval SCTV di Bojonegoro Dimeriahkan Dengan Sejumlah Lomba

Bojonegoro - Dalam rangkaian acara Karnaval SCTV, yang akan digelar pada Sabtu (30/03/2019) hingga Minggu (31/03/2019) di Alun-alun Bojonegoro, akan ...

Statistik

Hari ini

2.074 kunjungan

3.000 halaman dibuka

207 pengunjung online

Bulan ini

143.089 kunjungan

221.250 halaman dibuka

Tahun ini

513.151 kunjungan

835.015 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 705.029

Indonesia: 11.084

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015