News Ticker
  • 3 November dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 3 November 2026
  • 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Kalitidu, Bojonegoro, Seorang Pengemudi Luka-Luka
  • Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty Turun Langsung Atur Lalin di Jam Sibuk
  • Atraksi Wisata Budaya Jaranan Meriahkan Galeri Bengawan Trucuk Bojonegoro
  • Raih Leadership Award Amerta Nutrition 2026, Gubernur Khofifah: Pembangunan Gizi Fondasi SDM Bangsa
  • 5 Makanan Rahasia Umur Panjang Penduduk Jepang Menurut Ahli Gizi
  • Mizan Hisyamuddin Ahmad, Pelajar Bojonegoro yang Terpilih Jadi Pemimpin Muda Terbaik di ISLC XV Universitas Indonesia
  • Pemkab Blora Kembali Gelar Gastra, Salurkan Santunan Anak Yatim dan Tekankan Kepedulian Sosial
  • 2 November dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 2 November 2026
  • Trio Wahyu, Seniman Muda Bojonegoro Bawa Wayang Thengul ke Panggung ASEAN
  • Tabrakan Motor vs Truk di Temayang, Bojonegoro, Pemotor asal Nganjuk Meninggal Dunia
  • Dokter Gizi Ungkap Manfaat Gula Stevia untuk Pengidap Diabetes dan Diet Berat Badan
  • Semarak Hari Santri 2026, PCNU Bojonegoro Gelar Mancing Bersarung di Kolam Unugiri
  • 1 November dalam  Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 1 November 2026
  • Antisipasi Banjir Bengawan Solo, Pemprov Jatim dan Lima Daerah Gelar Simulasi Penanganan Bencana Lintas Wilayah
  • Film Gak Ada Matinya, Sebuah Komedi Situasi Absurd yang Cerdas Olah Drama Keluarga
  • Bojonegoro Borong Dua Penghargaan Wilwatikta Awards 2026, Buktikan Kedaulatan Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi
  • 31 Oktober dalam Catatan Sejarah   
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 31 Oktober 2026
  • Resmi Jadi Desa Inklusi Pertama di Bojonegoro, Desa Margomulyo Balen Dorong Kesetaraan Kelompok Rentan
  • Bojonegoro Inovatif Award 2026, Pemkab Bojonegoro Dorong Kualitas dan Manfaat Nyata Inovasi Daerah
Percepat Pembangunan di Desa, Pemkab Bojonegoro Kembali Gelontorkan Bantuan Keuangan Desa

Pemerintahan

Percepat Pembangunan di Desa, Pemkab Bojonegoro Kembali Gelontorkan Bantuan Keuangan Desa

Bojonegoro - Pemerintah saat ini mengajak desa untuk bersama-sama di dalam pembangunan, yaitu pembangunan yang berbasis dari desa. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2021 kembali menggelontorkan Bantuan Keuangan Desa (BKD) kepada Pemerintah Desa.
 
Selanjutnya, agar dalam pengelolaan Bantuan Keuangan Desa (BKD) terlaksana dengan tertib dan tepat waktu, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pada Jumat (11/12/20200, menggelar Pembinaan Pengelolaan Bantuan Keuangan Desa (BKD) kepada Pemerintah Desa.
 
 
Pembinaan yang digelar di Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro tersebut bertujuan untuk meningkatkan komitmen kepala desa se Kabupaten Bojonegoro dalam pengelolaan bantuan keuangan desa (BKD), agar dapat terlaksana dengan tertib, transparan dan akuntabel.
 
Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Bantuan Keuangan Desa (BKD) diberikan sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan di desa.
 
Menurut Bupati, sesuai dengan konfigurasi ketatanegaraan, jika pemerintah pusat ingin mempercepat pembangunan, maka akan mendorong pembangunan berbasis provinsi. Pemerintah provinsi jika ingin cepat mendorong pembangunan, maka harus berbasis kabupaten dan kota. Demikian juga kalau pemerintah kabupaten ingin mempercepat pembangunan, maka harus berbasis desa.
 
"Jadi kami menggunakan BKD ini untuk mempercepat pembangunan di desa. Maka kami sisir, mana-mana desa yang perlu percepatan pembangunan. Jadi disitulah refleksi dan konfigurasinya, kenapa ada BKD." tutur Bupati.
 
 
 

Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah saat beri sambutan dalam acara Pembinaan Pengelolaan Bantuan Keuangan Desa (BKD) kepada Pemerintah Desa. (foto: dan/beritabojonegoro)

 
Bupati berpesan agar Bantuan Keuangan Desa (BKD), dikonstruksikan di dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes), sehingga tatakelola keuangan desa akan menjadi transparan dan akuntabel.
Menurut Bupati BKD di Kabupaten Bojonegoro bukan program yang baru. BKD di Bojonegoro sudah ada sejak tahun 2018 dan pada tahun 2020 ini, yang difokuskan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
 
"Saya berharap kepada para kepala desa untuk meningkatkan komitmen dalam pengelolaan bantuan keuangan desa, termasuk pengelolaan keuangan-keuangan desa dari sumber yang lainnya, agar terlaksana dengan tertib, transparan dan akuntabel." kata Bupati Anna Muawanah.
 
Pada kesempaan tersebut Bupati berharap kepada desa-desa yang saat ini belum menerima BKD, agar bersabar menunggu giliran.
 
"Bagi yang belum, tentunya akan segera kami anggarkan juga, karena program ini masih berjalan terus. Data kami ada 1.449 kilometer jalan desa yang perlu dibangun. Mungkin selama 2 tahun ke depan semuanya akan selesai." kata Bupati.
 
 
 
Masih menurut Bupati bahwa secara filosofis, BKD diberikan berbasis data, di mana pemberiannya berdasarkan data dan kebutuhan, sehingga dalam penyalurannya tidak harus dibagi secara rata.
 
"BKD Inshaa Allah semuanya dapat. Sejak 2018 kami punya data. Yang belum masuk tahun ini mungkin masuk tahun berikutnya." kata Bupati.
 
Pada kesempatan tersebut Bupati Anna Muawanah menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah dan tidak akan pernah menyuruh siapapun, lembaga apapun, ormas manapun, atau kepada siapapun, dan berapapun jumlahnya, meminta sesuatu berkaitan BKD.
 
"Kalau ada, segera dilaporkan, dengan bukti-buktinya. Dan saya yakin Pak Kapolres, Pak Kajari, maupun Pak Dandim, akan turut serta mengawal soal BKD dan pembangunan di Bojonegoro." kata Bupati Anna Muawanah.
 
 
 

Kepala Dinas PMD Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin AP MM, saat beri sambutan dalam acara Pembinaan Pengelolaan Bantuan Keuangan Desa (BKD) kepada Pemerintah Desa. (foto: dan/beritabojonegoro)

 
 
Sebelumnya, Kepala Dinas PMD Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin AP MM menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kegiatan tersebut adalah agar nantinya para kepala desa penerima Bantuan Keuangan Desa, dapat segera melakukan penyesuaian terhadap perencanaan dan juga pada penyusunan APBDes tahun 2021, karena saat ini kepala desa dan BPD sedang melakukan  pembahasan APBDes.
 
"Sehingga informasi hari ini sebagai bagian untuk penyusunan dan perencanaan APBDes." tutur Machmuddin.
 
Machmuddin menjelaskan bahwa pada tahun 2021, ada 252 desa yang menerima Bantuan Keuangan Desa, berupa infstruktur jalan dan jembatan, dan 30 desa dengan BUMDes, serta 7 desa untuk pengembangan pariwisata.
 
"Untuk narasumber dalam pembinaan ini terdiri dari Ibu Bupati Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro dan Kepala kejaksaan Negeri Bojonegoro," kata machmuddin.
 
 
 
Selain dihadiri Bupati Bojonegoro, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia SIK MM MH, Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Sutikno SH MH, Kepala OPD terkait, Camat dan diikuti oleh Kepala Desa calon penerima BKD tahun 2021. (dan/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Bojonegoro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan dibuka ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

1793674278.3537 at start, 1793674279.5819 at end, 1.2282068729401 sec elapsed