Musim Penghujan
PT KAI Beri Perhatian Khusus Jalur Rel Rawan Banjir dan Longsor
Kamis, 24 Desember 2015 12:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kota - Selama musim penghujan tahun ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberi perhatian khusus pada jalur rel kereta api yang rawan kebanjiran, amblas dan longsor. Gangguan banjir, tanah amblas dan longsor masih kerap terjadi ketika curah hujan semakin tinggi. Kalau gangguan ini terjadi, maka dapat mengancam keamanan, kenyamanan dan kelancaran perjalanan kereta api.
Upaya pemeriksaan jalur rel kereta api selama musim hujan ini semakin diperketat. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap ancaman banjir dan longsor. Sepanjang jalur rel Bojonegoro-Semarang terdapat 34 titik rawan banjir, 22 titik rawan amblas dan 18 titik rawan longsor.
"Selama musim hujan seperti sekarang ini jalur-jalur tersebut perlu mendapat perhatian khusus," ujar Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang Supriyanto kepada beritabojonegoro.com, Kamis (24/12).
Dia menuturkan, beberapa upaya antisipasi pada jalur rel rawan banjir dan longsor telah dilakukan PT KAI. Di antaranya melakukan perbaikan saluran air, penyediaan Amus atau Alat Material Untuk Siaga, sekaligus menyiapkan petugas flying gang atau tim penanganan gangguan.
"Sudah pasti, ada perhatian khusus untuk mengantisipasi jalur rel yang rawan kebanjiran. Karena hal itu sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan kelancaran jadwal kereta api," tandasnya.
Supriyanto menjelaskan, penyediaan Alat Material Untuk Siaga (Amus) berupa karung pasir, batu kricak, bantalan rel, alat penambat rel, dan perlengkapan berat lainnya. Amus itu sudah disiapkan di atas beberapa kereta gerbong, harapannya sewaktu-waktu dapat segera dikirimkan apabila terjadi banjir dan longsor.
"Amus itu sudah disiagakan di beberapa stasiun, terutama yang dekat dengan kawasan rawan gangguan banjir," imbuhnya. (nam/tap)































.md.jpg)






