Jalan Cor Persawahan di Balen Indah Membentang
Jumat, 30 Januari 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro — Keindahan alam pedesaan kembali menjadi daya tarik di utara Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Hamparan sawah padi yang menghijau seolah menjadi permadani alami yang menenangkan setiap mata yang memandang, di tengah akses jalan cor beton yang membelah lanskap tersebut.
Jalan yang kini terlihat mulus dan rapi ini merupakan hasil pembangunan dari program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 yang diterima oleh Pemerintah Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen. Dengan panjang mencapai 1.886,5 meter, jalan tersebut dulunya dikenal sulit dilalui terutama saat musim hujan. Kini, kondisi jalur yang sudah diperbaiki menjadi poros strategis yang tak hanya berfungsi sebagai akses transportasi, tetapi juga memperindah panorama pedesaan.
Pembangunan infrastruktur senilai Rp4,6 miliar ini menghubungkan Desa Mulyoagung dengan Desa Bogo dan berpotensi menjadi jalur alternatif untuk menuju pusat Kota Bojonegoro melalui Jalan Veteran. Titik pembangunan tersebar di beberapa RT di Desa Mulyoagung, yang kini menjadi rute favorit warga lokal untuk bepergian maupun bermobilitas.
Kepala Desa Mulyoagung, Abdi Nugroho, menyatakan bahwa keindahan jalur yang berada di tengah hamparan sawah padi memberi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Ia menambahkan bahwa pembangunan ini merupakan jawaban atas harapan lama warga untuk memiliki akses jalan yang layak dan nyaman.
“Selain berfungsi sebagai akses utama warga, keberadaan jalan ini memberikan semangat baru. Melihat jalan yang rapi di tengah sawah hijau memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kami,” ujar Abdi, Jumat (30/01/2026).
Warga setempat pun optimis bahwa keberadaan jalan cor ini akan membuka peluang baru bagi peningkatan aktivitas ekonomi, khususnya pada sektor pertanian. Biaya transportasi hasil panen yang lebih efisien serta kemudahan akses layanan publik seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan menjadi manfaat nyata dari proyek ini.
Pekerjaan fisik jalan telah dimulai sejak akhir Oktober 2025 dan ditargetkan rampung pada 15 Maret 2026. Kepala desa berharap jalur ini bukan hanya digunakan untuk lewat, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong-royong, dan kemajuan bagi masyarakat pedesaan.































.md.jpg)






