Pemkab Bojonegoro Perluas Program KOLEGA, Ratusan KPM Terima Bantuan Budidaya Lele
Selasa, 03 Februari 2026 14:30 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro — Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat Program Kolam Lele Keluarga (KOLEGA) sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini telah berjalan sejak 2025 dan menyasar ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), serta kembali dilanjutkan dengan skema yang lebih luas pada tahun 2026.
Kepala Bidang Perikanan Disnakkan Bojonegoro, M. Cholilur Rohman, menjelaskan bahwa program KOLEGA dirancang untuk membantu masyarakat membangun usaha budidaya lele skala rumah tangga dengan paket sarana prasarana produksi budidaya ikan secara lengkap.
“Tahun 2025 program KOLEGA telah disalurkan kepada 414 KPM dengan beberapa model kolam, baik buis beton maupun kolam terpal bundar. Bantuan diberikan dalam bentuk paket budidaya ikan lengkap agar penerima bisa langsung memulai budidaya,” jelas Cholil.
Pada 2025, KOLEGA buis beton disalurkan kepada 134 KPM. Masing-masing penerima mendapatkan dua unit kolam buis deker, benih ikan lele sebanyak 600 ekor yang diberikan dalam tiga tahap, pakan ikan ukuran 1 sebanyak 30 kilogram dan ukuran 2 sebanyak 60 kilogram, probiotik lima botol, dua buah seser, serta waring. Kolam buis beton tersebut memanfaatkan torrent air hujan.
Selain itu, KOLEGA kolam terpal bundar berdiameter dua meter disalurkan kepada 280 KPM dengan dua skema pendanaan. Skema pertama berasal dari dana Insentif Fiskal yang menyasar 80 KPM. Setiap KPM menerima dua unit kolam terpal bundar, benih ikan lele sebanyak 2.000 ekor, pakan ukuran 1 sebanyak 30 kilogram, pakan ukuran 2 sebanyak 225 kilogram, probiotik tiga botol, dan seser.
Sementara itu, skema kedua bersumber dari APBD Bojonegoro yang diberikan kepada 200 KPM. Paket bantuan yang diterima berupa dua unit kolam terpal bundar diameter dua meter, benih ikan lele 2.000 ekor, pakan ikan nomor 1 sebanyak 60 kilogram, pakan nomor 2 sebanyak 120 kilogram, probiotik dua botol, serta dua buah seser.
Menurut Cholil, perbedaan komposisi paket bantuan tersebut disesuaikan dengan kondisi lokasi dan kebutuhan teknis masing-masing penerima. Pendampingan budidaya dilakukan secara berkelanjutan oleh penyuluh perikanan bersama Bidang Perikanan untuk memastikan tingkat keberhasilan program tetap tinggi.
“Tidak hanya sarana prasarana budidaya sebelumnya didahului oleh pemberian bimbingan teknis cara budidaya ikan dari berbagai narasumber baik perguruan tinggi dan pelaku usaha ikan di Bojonegoro. Kami juga mendorong pendampingan teknis secara kontinyu di lapangan supaya Penerima mengerti budidaya ikan, hasil panen ikan dapat optimal, menjadi tambahan pendapatan keluarga dan meningkatkan gizi anggota keluarga,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, program KOLEGA direncanakan kembali menyasar 335 KPM. Bantuan akan dibagi menjadi dua kategori, yakni KOLEGA buis beton dan KOLEGA kolam terpal bundar. KOLEGA buis beton direncanakan untuk 135 KPM, dengan paket bantuan berupa dua unit kolam buis beton ukuran tinggi satu meter dan diameter satu meter, benih ikan lele sebanyak 500 ekor, pakan ikan nomor 1 sebanyak 30 kilogram, pakan nomor 2 sebanyak 60 kilogram, probiotik lima botol, serta seser.
Sementara KOLEGA kolam terpal bundar akan disalurkan kepada 200 KPM. Setiap penerima akan mendapatkan tiga unit kolam terpal bundar diameter dua meter, benih ikan sebanyak 3.000 ekor, pakan ikan nomor 1 sebanyak 60 kilogram, pakan nomor 2 sebanyak 240 kilogram, probiotik tiga botol, dan seser.
“Harapannya, KOLEGA tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi protein keluarga, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat,” pungkasnya.































.md.jpg)






