News Ticker
  • Review Infinix Hot 40 Pro, Ponsel Gaming 900 Ribuan dengan Layar 90 FPS yang Gacor
  • Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Perempatan Lisman, Bojonegoro
  • Adu Strategi di Map Land of Dawn ,Ratusan Gamer Muda Padati Turnamen Mobile Legend Kapolres Blora Cup 2026
  • Kunjungi Desa Jumok, Cantika Wahono Ajak Kader PKK Bojonegoro Jadi Agen Perubahan Wujudkan Keluarga Sehat
  • Sarapan Bukan Musuh Diet, Ini Cara Efektif Turunkan Berat Badan Menurut Ahli
  • RSUD dr Soetomo Raih Peringkat 1 Nasional SCImago 2026, Gubernur Khofifah Mengaku Bangga
  • Pesona Kali Pacal CFD Minggu Pagi Geliatkan Ekonomi Lokal Kecamatan Sukosewu
  • 22 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 22 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Dilaporkan Hilang, Seorang Nenek di Purwosari, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Momentum Hari Krida Pertanian, Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Jaga Kemandirian Pangan
  • Mobil Xenia Masuk Jurang di Jalur Gondang Bojonegoro, 3 Orang Terluka
  • Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup
  • Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro Gelar Expo UMKM dan Pasar Murah Selama 6 Hari
  • Gubernur Khofifah Sediakan Ratusan Ribu Beasiswa untuk Pelajar dan Mahasiswa Jatim
  • Satu Dekade Festival Samin di Margomulyo Jadi Wadah Merawat Tradisi dan Persiapan Penilaian UNESCO
  • 21 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 21 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Rumah Lansia di Baureno, Bojonegoro Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp70 Juta
  • Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup, Transaksi Tembus Rp1,3 M
  • Menuju Warisan Dunia, Pemkab Matangkan Persiapan Geopark Bojonegoro Masuk Jaringan Global UNESCO
  • Puluhan Siswa SD/ MI Unjuk Bakat dalam Lomba Mendongeng BWBF 2026
  • Wabup Nurul Azizah Sambut Petugas BPS, Ajak Warga Bojonegoro Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
  • 20 Juni dalam Sejarah
Bangunan Peninggalan Majapahit Ditemukan di Kahyangan Api

Bangunan Peninggalan Majapahit Ditemukan di Kahyangan Api

Oleh Vera Astanti

Ngasem – Bila berkunjung ke objek wisata Kahyangan Api di tengah hutan kawasan Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, sebaiknya anda bisa memperkaya pengetahuan dan pengalaman dengan menyaksikan bangunan yang diperkirakan peninggalan masa Majapahit di dekat lokasi itu.

Beberapa waktu lalu tim arkeolog dari Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI) Jakarta, mengakhiri proses penggalian bangunan kuno di dekat objek wisata Kayangan Api tersebut. Bangunan batu bata merah ini diperkirakan dibangun pada abad ketujuh atau sebelum masa kerajaan Majapahit.

Tim arkeolog UI yang terdiri 15 mahasiswa, lima dosen, dan dibimbing oleh Doktor Ali Akbar melanjutkan proses penggalian sebelumnya pada Desember 2010. Penggalian kali ini membuka 35 kotak gali yang dilakukan selama kurang lebih dua minggu.

Dari penggalian kedua ini diketahui persis bentuk bangunan kuno itu yaitu berupa segi empat dengan panjang 37,5 meter dan lebar 37,5 meter. Kedalaman penggalian bangunan sekitar 50 sentimeter.

Di tengah bangunan segi empat itu terdapat bekas tungku perapian yang telah berubah menjadi fosil. Bangunan itu tersusun atas batu bata merah yang cukup tebal dan lebar yang kondisinya sudah rapuh. Di atas susunan batu bata merah itu terdapat batu putih

“Bangunan ini diperkirakan dibangun pada abad ketujuh atau sebelum masa Majapahit,” ujar Doktor Ali Akbar.

Menurutnya, bentuk batu bata pada masa Majapahit biasanya lebih halus, lebih padat, dan terdapat hiasan tertentu. Tetapi, bentuk batu bata merah yang ditemukan ini lebih kasar, lebih tebal dan besar serta kondisinya rapuh. Di antara susunan batu bata merah itu dilapisi tanah sebagai perekat.  “Ini struktur bangunan sederhana yang dibangun pada masa itu,” ungkapnya.

 Di lokasi galian juga ditemukan pecahan gerabah, pecahan guci, logam, dan uang kuno. Misalnya, pecahan guci kuno dari China, uang kuno dari China, pecahan gerabah situs krewengan dan karang pahing. Serta, pecahan tembikar kuno yang tebal dan kasar. Di sekitar lokasi galian ini diperkirakan dulu juga dipakai sebagai tempat pertukaran barang atau barter.

Menurut Ali Akbar, melihat kondisi struktur bangunan batu bata merah itu diperkirakan dipengaruhi kebudayaan dari pesisir pantai utara. Pada abad ketujuh atau sekitar tahun 500-700 masehi silam, kebudayaan Hindu-Budha masuk ke pulau Jawa melalui pantai utara. Bangunan yang bentuknya mirip seperti di Bojonegoro ini juga ada di Kerawang, Jawa Barat dan Jepara, Jawa Tengah yang berada di dekat pantai utara. Masyarakat Bojonegoro ketika itu diperkirakan banyak berinteraksi dengan masyarakat pendatang di Tuban yang berada di sekeliling pesisir pantai utara.

Dugaan itu juga didukung adanya temuan guci kuno dari Tiongkok dan uang logam kuno dari negeri Tiongkok. Tetapi, untuk membuktikan secara ilmiah, tim arkeolog UI ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

“Ini masih dugaan sementara. Butuh penggalian dan penelitian lanjutan,” ujar dosen arkeolog UI ini.

Menurut Ali Akbar, setelah melakukan penggalian dan pengumpulan data, selanjutnya akan dilakukan studi literature untuk mempelajari bentuk bangunan dan pengaruh kebudayaan pada masa itu. Selain itu, akan dilakukan pengolahan data.  

“Nanti, kami akan menyampaikan hasil penelitian ini secara lengkap kepada pemerintah Bojonegoro,” ujar Ali Akbar.

Penggalian bangunan kuno di dekat objek wisata Kayangan Api yang lokasinya di tengah hutan jati ini memang kerja sama antara Universitas Indonesia dengan Pemkab Bojonegoro. Hasil penelitian ini akan menambah khasanah kebudayaan di Bojonegoro. (ver/kik)

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1782176016.7225 at start, 1782176017.067 at end, 0.34447002410889 sec elapsed