Negara Termiskin di Eropa Ini Ganti Mata Uang
Jumat, 02 Januari 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Internasional – Bulgaria, salah satu negara termiskin di dunia, resmi mengadopsi euro sebagai mata uang resmi pada 1 Januari 2026, menggantikan lev yang telah digunakan sejak akhir abad ke-19. Acara seremonial perayaan pergantian tahun baru sekaligus adopsi euro berlangsung meriah di depan gedung Bank Nasional Bulgaria (Bulgarian National Bank) di Sofia, ibu kota negara tersebut.
Ribuan warga berkumpul di alun-alun pusat kota, menyambut momen bersejarah ini dengan kembang api spektakuler, sparklers yang dinyalakan, serta proyeksi koin euro raksasa dan hitung mundur di fasad gedung bank sentral. Proyeksi koin euro Bulgaria juga menghiasi bangunan, melambangkan integrasi penuh negara Balkan ini ke dalam zona euro sebagai anggota ke-21.
Acara ini bertepatan dengan pergantian tahun, di mana warga berpose dengan uang kertas euro baru sambil merayakan. European Central Bank (ECB) turut merayakan dengan memproyeksikan bendera Bulgaria di gedung utamanya di Frankfurt, Jerman, sebagai simbol persatuan Eropa yang kini mencakup lebih dari 350 juta orang pengguna euro.
Presiden Bulgaria, Rumen Radev, dalam pidato televisi sesaat sebelum tengah malam, menyatakan bahwa adopsi euro merupakan "tahap akhir integrasi Bulgaria ke Uni Eropa". Meski demikian, ia menyayangkan tidak adanya referendum untuk berkonsultasi langsung dengan rakyat mengenai isu ini.
Gubernur Bank Nasional Bulgaria, Dimitar Radev, yang kini menjadi anggota Dewan Gubernur ECB, menekankan bahwa euro melambangkan "ruang bersama aturan, kepercayaan, dan tanggung jawab". Presiden ECB, Christine Lagarde, menyebut aksesi ini sebagai "simbol kuat persatuan Eropa" di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.
Bulgaria, negara termiskin di Uni Eropa dengan populasi sekitar 6,4-6,7 juta jiwa, telah bergabung dengan UE sejak 2007. Adopsi euro ini diharapkan memperdalam integrasi ekonomi, menarik investasi asing, memudahkan transaksi bagi wisatawan dan bisnis, serta memperkuat posisi dalam kebijakan moneter Eropa.
Meski dirayakan meriah, opini publik terbelah. Banyak warga khawatir akan kenaikan harga dan inflasi, terutama di tengah krisis biaya hidup. Seorang pengusaha perhiasan di Sofia, Antonia Tsvetkova, mengatakan harapan terang dari perubahan ini.
"Harapan saya terhadap euro sangat positif. Kita akan mendapat manfaat dari ini, terutama bagi siapa saja yang sering bepergian tidak akan ada lagi masalah penukaran mata uang."
Periode transisi berlangsung hingga 31 Januari 2026, di mana lev dan euro masih beredar bersama. Harga barang akan ditampilkan dalam dua mata uang hingga Agustus 2026 untuk melindungi konsumen.
Dengan adopsi ini, euro kini digunakan oleh 21 negara zona euro, menandai tonggak sejarah integrasi Eropa yang lebih luas.(red/toh)




































.md.jpg)






