APBD Bojonegoro 2026 Ditetapkan Rp6,49 T, Prioritas pada Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur
Rabu, 07 Januari 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menetapkan total belanja APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp6,49 triliun. Penetapan ini dilakukan setelah Gubernur Jawa Timur menyelesaikan evaluasi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD.
Meskipun ada penurunan pendapatan dari dana transfer pusat, Pemkab Bojonegoro memastikan bahwa program prioritas dan pelayanan publik dasar tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Anggaran difokuskan pada tiga bidang utama yang melebihi ketentuan minimal belanja wajib dari pemerintah pusat. Untuk kesehatan dialokasikan Rp1,26 triliun di luar gaji ASN, jauh melampaui kewajiban minimal Rp533 miliar. Sektor pendidikan mendapat Rp2,38 triliun atau sekitar 36,63 persen dari total belanja, lebih tinggi Rp1,09 triliun dari batas minimal. Sedangkan infrastruktur memperoleh Rp2,35 triliun atau 43,95 persen dari belanja setelah dikurangi transfer, melebihi kewajiban 40 persen.
Kepala Bidang Akuntansi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Bojonegoro, Anie Susanti, menyatakan bahwa penyesuaian anggaran ini bertujuan menjaga keseimbangan di tengah perubahan pendapatan. Ia menegaskan bahwa program daerah dan pelayanan langsung kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur untuk meningkatkan produktivitas warga.
"Meski pendapatan transfer mengalami penurunan, kami pastikan program-program daerah dan pelayanan dasar yang menyasar langsung ke masyarakat tetap berjalan maksimal," kata Anie, Rabu (7/1/2026).
Dengan alokasi tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap pembangunan di seluruh wilayah kabupaten dapat berlangsung merata dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sepanjang tahun 2026.(red/toh)




































.md.jpg)






