Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Masifkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Dini Penyakit
Sabtu, 25 April 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis atau CKG secara rutin. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan warga di seluruh wilayah kabupaten.
Sosialisasi program ini kembali dipertegas melalui siaran SAPA! (Selamat Pagi) Bojonegoro di Malowopati FM bertema Yuk CKG! Cek Kesehatan Setahun Sekali, Berarti Sekali pada Jumat (24/04/2026) kemarin dalam diskusi yang dipandu host Lia Yunita.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, memaparkan pentingnya pemantauan kondisi fisik dan skrining kebiasaan hidup seperti pola aktivitas serta perilaku merokok untuk memetakan risiko kesehatan secara menyeluruh.
Ninik Susmiati mengungkapkan bahwa tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan CKG yang menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga kelompok lanjut usia. Pihaknya menetapkan target minimal 46 persen penduduk Bojonegoro mengikuti pemeriksaan kesehatan pada tahun ini, meningkat dari capaian tahun 2025 yang berada di angka 40,3 persen atau setara 53.500 jiwa.
Capaian tersebut berhasil menempatkan Bojonegoro pada posisi kedua terbaik di Jawa Timur dalam hal cakupan skrining kesehatan. Selain target kabupaten, setiap puskesmas juga diwajibkan mampu melakukan skrining minimal terhadap 55 persen penduduk yang ada di wilayah kerja mereka masing-masing.
Kepala Puskesmas Kedungadem, dr. Aulia Mustika Devi, menjelaskan secara rinci bahwa teknis layanan CKG disesuaikan dengan kebutuhan medis setiap kelompok usia. Untuk bayi baru lahir, fokus skrining diarahkan pada penyakit bawaan seperti gangguan hormon tiroid, kelainan darah, hingga kelainan jantung.
"Pada balita dan anak-anak dilakukan pemantauan pertumbuhan untuk mendeteksi stunting serta skrining potensi TBC, obesitas, dan gula darah," ujar dr. Aulia Mustika Devi saat memaparkan kategori layanan tersebut.
Ia menambahkan bahwa bagi kelompok remaja, pemeriksaan mencakup pengecekan hemoglobin untuk mendeteksi anemia dan pemeriksaan gula darah. Sementara bagi orang dewasa, fokus layanan meliputi tekanan darah, gula darah, hingga skrining khusus kanker serviks melalui metode IVA dan HPV DNA, serta pemeriksaan kanker payudara. Khusus bagi calon pengantin perempuan, tersedia pula paket skrining kesehatan reproduksi yang mencakup pemeriksaan HIV dan penyakit menular lainnya.
Program CKG ini dijalankan melalui metode aktif dan pasif, di mana petugas puskesmas tidak hanya menunggu kunjungan di fasilitas kesehatan, tetapi juga melakukan jemput bola hingga ke wilayah pelosok. Upaya ini diharapkan dapat membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui deteksi dini sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.(red/toh)




































