Tahukah Anda?
08 Mei dalam Sejarah
Jumat, 08 Mei 2026 07:00 WIBOleh Tim Redaksi
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah ulasan lengkap dan sistematis mengenai 8 peringatan bersejarah dan unik yang jatuh pada tanggal 8 Mei.
1. Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia
Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia (World Red Cross and Red Crescent Day) merupakan peringatan global yang paling menonjol pada tanggal 8 Mei. Peringatan ini menjadi momentum untuk merayakan prinsip-prinsip kemanusiaan sekaligus mengapresiasi dedikasi para relawan yang tanpa lelah membantu sesama dalam situasi darurat, konflik, maupun bencana.
Sejarah Singkat: Merujuk pada Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), tanggal 8 Mei dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Bapak Palang Merah Internasional, Henry Dunant (lahir 8 Mei 1828). Dunant adalah sosok yang memprakarsai berdirinya gerakan kemanusiaan ini setelah tergerak menyaksikan penderitaan puluhan ribu korban perang di Solferino, Italia, pada tahun 1859.
Tema dan Cara Merayakan: Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Keeping Humanity Alive”. Masyarakat dapat berpartisipasi merayakannya melalui cara-cara yang berdampak, seperti mengikuti kegiatan donor darah di lembaga resmi, menjadi relawan kemanusiaan, mengedukasi diri seputar pertolongan pertama (P3K), hingga menyebarkan pesan solidaritas di media sosial.
2. Peringatan Wafatnya Marsinah
Di tingkat nasional, 8 Mei merupakan hari yang kelam sekaligus bersejarah bagi gerakan buruh di Indonesia. Hari ini diperingati untuk mengenang wafatnya Marsinah, seorang buruh pabrik asal Sidoarjo sekaligus aktivis yang gigih memperjuangkan hak asasi manusia (HAM) dan menuntut upah yang layak bagi rekan-rekannya.
Marsinah ditemukan tewas pada 8 Mei 1993 akibat diculik dan dianiaya. Atas jasa dan perjuangannya, pemerintah Indonesia melalui Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional pada Oktober 2025 lalu. Peringatan ini umumnya diisi dengan ziarah ke makamnya di Nganjuk, diskusi publik mengenai hak buruh, serta aksi solidaritas untuk menuntut keadilan HAM.
3. Hari Kanker Ovarium Sedunia (World Ovarian Cancer Day)
Di ranah kesehatan global, 8 Mei didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran akan kanker ovarium, salah satu jenis kanker yang paling mematikan bagi perempuan karena gejalanya yang kerap tidak spesifik pada stadium awal. Diinisiasi oleh kelompok pemimpin advokasi sejak tahun 2013, peringatan ini bertujuan mendorong deteksi dini, meningkatkan literasi terkait gejala seperti perut kembung atau cepat kenyang, serta memberikan dukungan penuh bagi para pasien dan penyintas.
4. Hari Thalassemia Sedunia (World Thalassaemia Day)
Selain kanker ovarium, tanggal 8 Mei juga diperingati sebagai Hari Thalassemia Sedunia. Thalassemia adalah penyakit kelainan genetik pada darah yang memengaruhi produksi sel darah merah. Ditetapkan oleh Thalassaemia International Federation (TIF) untuk menghormati George Englezos (putra dari pendiri TIF), peringatan ini berfokus pada pentingnya pencegahan melalui skrining darah sebelum menikah, serta memberikan dorongan moril agar para penyintas tetap optimis dalam menjalani hidup.
5. Hari Keledai Sedunia (World Donkey Day)
Peringatan yang satu ini terbilang unik namun sarat makna. Hari Keledai Sedunia digagas oleh Ark Raziq, seorang ilmuwan lingkungan, untuk menghargai kontribusi keledai yang telah membantu peradaban manusia sebagai hewan pekerja keras selama ribuan tahun. Kampanye global ini menyoroti pentingnya kesejahteraan hewan dan upaya melindungi keledai dari penyiksaan atau eksploitasi yang berlebihan.
6. Hari Orienteering Sedunia (World Orienteering Day)
Bagi para pencinta olahraga dan kegiatan luar ruang, 8 Mei dirayakan sebagai Hari Orienteering Sedunia. Orienteering adalah cabang olahraga navigasi yang memadukan kekuatan fisik dengan kecerdasan membaca peta dan kompas di alam bebas. Federasi Orienteering Internasional (IOF) menginisiasi hari ini untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif, khususnya di kalangan anak-anak sekolah, melalui penyelenggaraan lomba navigasi atau pelatihan dasar di area terbuka.
7. Hari Kemenangan di Eropa (Victory in Europe Day / VE Day)
Tanggal 8 Mei juga menorehkan tinta emas dalam sejarah dunia. Pada 8 Mei 1945, pasukan Nazi Jerman secara resmi menyerah tanpa syarat kepada pasukan Sekutu di Berlin. Peristiwa ini menandai berakhirnya mimpi buruk Perang Dunia II di daratan Eropa, sekaligus runtuhnya kekuasaan rezim Fasis. Di berbagai negara Eropa seperti Prancis dan Inggris, VE Day dijadikan sebagai hari libur nasional yang diisi dengan pengibaran bendera, peletakan karangan bunga di monumen pahlawan, serta pembunyian lonceng gereja.
8. Peringatan dan Rekonsiliasi bagi Korban Perang Dunia II
Terkait erat dengan berakhirnya Perang Dunia II, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 59/26 tahun 2004 menetapkan tanggal 8-9 Mei sebagai “Waktu Peringatan dan Rekonsiliasi” (Time of Remembrance and Reconciliation). Selama dua hari tersebut, masyarakat internasional diajak untuk mengheningkan cipta guna menghormati jutaan nyawa warga sipil dan militer yang gugur tanpa memandang kewarganegaraan, sekaligus meneguhkan komitmen untuk menjaga perdamaian dunia.




































