Seperempat Abad Merantau Lansia Sebatang Kara di Bojonegoro Dievakuasi ke Panti Sosial Magetan
Selasa, 09 Juni 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Langkah kaki Mbah Musrikah yang telah menginjak usia 70 tahun diiringi tangisan haru para tetangga saat dirinya bersiap meninggalkan Desa Ketileng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro menuju Panti Sosial Tresna Werdha Magetan pada hari Senin (08/06/2026). Di masa tuanya, wanita lansia yang kini sudah tidak lagi memiliki anak, suami, maupun saudara kandung tersebut akhirnya memperoleh fasilitas perawatan yang layak demi menghabiskan sisa hidupnya dengan suasana yang jauh lebih tenang dan terjamin.
Sebelumnya, wanita senja ini menghabiskan waktu selama puluhan tahun untuk mengadu nasib dengan merantau di kawasan Surabaya. Akibat kondisi fisik dan kesehatannya yang terus merosot tajam, ia memantapkan diri untuk kembali ke tanah kelahirannya, namun kepulangannya tersebut dihadapkan pada kenyataan pahit lantaran tidak ada lagi satu pun anggota keluarga yang tersisa. Mbah Musrikah terpaksa menjalani kehidupan seorang diri tanpa mempunyai tempat tinggal tetap dan hanya mengandalkan belas kasihan dengan menumpang di rumah-rumah warga setempat.
Walaupun didera jerat kemiskinan dan keterbatasan, ruang gerak keseharian Mbah Musrikah selalu dibantu oleh kesadaran warga Desa Ketileng bersama jajaran pemerintah desa yang bahu-membahu menyokong kebutuhan pangannya. Gerakan kepedulian lingkungan inilah yang memicu Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro untuk mengambil tindakan cepat dengan memfasilitasi rujukan ke panti sosial milik kedinasan Provinsi Jawa Timur tersebut.
Isak tangis pun pecah ketika armada penjemput mulai bersiap melepas keberangkatannya menuju Magetan. Melalui getaran suara yang samar dan linangan air mata, Mbah Musrikah mengepalkan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang bersedia mengulurkan tangan kepadanya.
"Kulo pun mboten gadhah sinten-sinten malih. Anak, bojo, dulur sampun kesah riyenan. Kulo bingung lek tambah sepuh sinten sing ngrumat. Nanging Gusti Allah mboten sare. Matur nuwun sanget kagem Pemdes, tanggi-tanggi Ketileng, lan Dinas Sosial sing sampun ngrewangi kulo. Kulo ikhlas lan seneng teng panti, mugi wonten sing ngrumat ngantos akhir hayat," tuturnya penuh haru.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Nafiatin Ni'mah membeberkan rasa harunya ketika terjun langsung mengawal proses evakuasi kemanusiaan ini. Skema penanganan ini segera dirumuskan setelah pihaknya memperoleh laporan valid serta komunikasi intensif dari aparatur Desa Ketileng.
"Kami ingin memastikan Mbah Musrikah mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak. Di usia yang sudah lanjut, beliau membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Karena itu, kami mendampingi langsung keberangkatannya ke PSTW Magetan agar seluruh proses berjalan dengan baik," ujar Nafiatin.
Hal senada, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Heriyanto melayangkan sanjungan tinggi terhadap solidaritas sosial warga dan perangkat Desa Ketileng yang selama ini sudi merawat Mbah Musrikah dengan tulus. Fenomena kerukunan ini menjadi cerminan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kepekaan sosial masih terpelihara dengan sangat kokoh di lingkungan masyarakat pedesaan.
"Kisah Mbah Musrikah mengajarkan kepada kita bahwa kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat," ungkap Agus.





































