Geliat Ekonomi Desa Kaliombo Berpacu Lewat Budidaya Ayam Petelur dan Pakan Mandiri
Selasa, 04 Agustus 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Upaya memperkuat kemandirian ekonomi tingkat desa kini merambah hingga ke lini peternakan. Di Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, unit usaha peternakan unggas milik Badan Usaha Milik Desa Usaha Bakti Manunggal menjelma menjadi tumpuan baru perekonomian warga setempat.
Roda usaha yang mulai bergulir sejak tahun 2021 ini fokus pada pengolahan pakan serta budidaya unggas penghasil telur. Kehadirannya terbukti efektif memicu pertumbuhan Pendapatan Asli Desa sekaligus membentangkan kesempatan kerja dan pelatihan bagi penduduk sekitar.
Sektor peternakan yang dikelola saat ini menampung populasi sekitar 2.000 ekor ayam. Dari jumlah populasi tersebut, rata-rata panen harian yang didapatkan menembus angka 100 kilogram telur untuk didistribusikan ke konsumen dan pedagang lokal.
Tak cuma mengandalkan penjualan telur segar, lembaga usaha desa ini melengkapi unit bisnisnya dengan lini pembuat pakan ternak berkapasitas produksi 240 kilogram per hari. Pemasaran produk pakan ini telah menjangkau berbagai tempat di wilayah Purwosari dan sekitarnya, sehingga para peternak lokal bisa mendapat pasokan konsentrat bermutu dengan harga miring.
Peran aktif dalam pemberdayaan warga juga ditunjukkan lewat sokongan terhadap skema Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri atau GAYATRI. Pihak pengelola rutin membagikan ilmu pembuatan pakan kepada Keluarga Penerima Manfaat serta menyuplai bahan pakan murah. Tak heran jika lokasi perunggasan ini kerap dijadikan rujukan studi banding bagi kelompok masyarakat lain.
Keuntungan finansial yang terkumpul dari operasional usaha ini disalurkan secara rutin untuk memperkuat kas Pendapatan Asli Desa. Sebagian dana juga dialokasikan khusus melalui program kepedulian sosial guna mendanai beragam aktivitas dan perbaikan sarana warga.
Ketua BUMDesa Usaha Bakti Manunggal Lilik Sugiharto menegaskan bahwa capaian yang diraih sejauh ini merupakan buah sinergi seluruh warga dalam memoles potensi desa agar bernilai guna secara jangka panjang.
"Kami ingin membuktikan bahwa BUMDesa bukan hanya tempat menjalankan usaha, tetapi menjadi wadah pemberdayaan masyarakat. Ketika usaha berkembang, manfaatnya kembali kepada warga melalui peningkatan pendapatan desa, pelatihan, penciptaan peluang usaha, hingga dukungan bagi kegiatan sosial kemasyarakatan. Inilah semangat kemandirian desa yang terus kami bangun bersama," ujarnya.
Ia menambahkan, manakala aset perdesaan dikelola secara rapi dan profesional, dampaknya tak hanya sebatas keuntungan kas uang semata, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga. Langkah ekspansi unit bisnis akan terus digenjot agar jangkauan manfaatnya kian meluas.





































