Hasil Studi Kelayakan
Dry Port Butuh Lahan 2,5 Hektare
Jumat, 22 Januari 2016 17:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro untuk membangun Dry Port atau pelabuhan darat mulai direalisasikan. Dry Port ini difungsikan sebagai transporter barang-barang hasil industri dengan moda angkutan Kereta Api.
Ketika ditemui beritabojonegoro.com, Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro Iskandar, menjelaskan, pembangunan Dry Port ini sudah sampai pada penyelesaian studi kelayakan (feasibility study). Sesuai tahapan, selanjutnya diikuti dengan persiapan lahan.
"Ada 3 lokasi yang menjadi alternatif Dry Port. Pertama, di sekitar Stasiun Kota. Kedua, di daerah Kalitidu sekitar 12 kilometer dari Kota Bojonegoro. Ketiga, di Purwosari dekat Stasiun Tobo," terang Iskandar.
Tetapi dari hasil studi kelayakan, menunjukkan lokasi yang layak dibangun Dry Port adalah sekitar Stasiun Kota Bojonegoro, yakni di Kalianyar. Lahan yang dibutuhkan, imbuh Iskandar, minimal 2,5 hektare. Itupun harus ditambah 150 meter untuk permukaan depan.
Di dalam Dry Port juga akan dibangun rel-rel yang menghubungkan dengan rel utama. Diharapkan tidak mengganggu jalur rel dobel trek yang ada. Sehingga Dry Port nanti fungsinya juga sebagai stasiun. Selain itu akan dibangun juga kantor bea cukai dan imigrasi di sana.
"Untuk pengadaan lahannya harusnya tahun ini. Namun tentunya melihat anggaran yang ada," pungkas Iskandar. (ver/tap)































.md.jpg)






