News Ticker
  • Pemerintah Perkuat Perlindungan Buruh Lewat Paket Regulasi Baru
  • Gubernur Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Jatim Melimpah, Siap Sokong Daerah Lain
  • Avanza Terperosok ke Sawah di Kapas Bojonegoro, Diduga Sopir Kurang Konsentrasi
  • Semangat Hidup Sehat dan Kelestarian Alam Warnai Spekta Bumi Fun Run 2026 di Pilanggede
  • Prakiraan Cuaca 03 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 03 Mei dalam Sejarah
  • Tersengat Listrik, Seorang Pekerja Peternakan Ayam di Sumberrejo, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Kemnaker Terbitkan Aturan Baru Outsourcing, Hanya 6 Bidang Pekerjaan yang Diizinkan
  • Khofifah Tegaskan Jatim Pertahankan Posisi Barometer Pendidikan Nasional
  • Perubahan Urine Bisa Jadi Tanda Awal Gangguan Ginjal, Ini Kata Dokter
  • Prakiraan Cuaca 02 Mei 2026 Bojonegoro
  • 02 Mei dalam Sejarah
  • Pemprov Jatim Siapkan Perda Pesangon Buruh, Dorong Akses Transportasi dan Perumahan
  • Rintis Klinik Tani, Adnan Buyung Nasution Raih Juara 1 Pemuda Pelopor Bojonegoro 2026
  • Sering Mendadak Lupa Mau Melakukan Apa? Ini Penjelasan Ilmiahnya
  • Bupati Medhayoh di Kecamatan Malo, Serap Aspirasi Warga Meski Kondisi Hujan
  • Dilepas Bupati, 1.741 Calon Haji Bojonegoro Mulai Perjalanan ke Tanah Suci
  • Prakiraan Cuaca 01 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 01 Mei dalam Sejarah
  • PPDI Bojonegoro Gelar Halal Bihalal dan Muskerda, Dorong Perlindungan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan bagi Perangkat Desa
  • SIG Pabrik Tuban Dukung Ketahanan Pangan Lewat Penguatan Infrastruktur Pertanian
  • Pemkab Bojonegoro Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Selama Dua Hari Pemberangkatan Haji
  • Lima UMKM Persit Brawijaya Siap Ramaikan Ajang Nasional Persit Bisa 2 di Jakarta
  • 1.746 CJH Bojonegoro Mulai Diberangkatkan Bertahap Menuju Asrama Haji Surabaya
Pahlawan Ada di Sekeliling Kita

Pahlawan Ada di Sekeliling Kita

Oleh Herianto

SIAPA pahlawan dan siapa bukan di zaman ini kian kabur. Satu orang diusulkan menjadi pahlawan tapi di saat yang bersamaan dia dihujat sebagai penjahat. Itu bisa saja. Dahulu di jaman perang kemerdekaan, kriteria pahlawan sudah jelas dan gamblang, yaitu mereka yang mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Kemudian di jaman kemerdekaan ini, kriteria untuk menjadi pahlawan agak-agak kabur. Terkadang, persepsi antara satu orang dengan orang lain berbeda dalam memandang seseorang menjadi pahlawan. Itu pula yang terjadi dalam usulan penganugerahan gelar pahlawan kepada 2 mantan presiden RI yang sudah meninggal dunia baru-baru ini.

Terlepas dari itu, ternyata dalam skala yang jauh lebih kecil, masyarakat Indonesia memiliki manusia-manusia yang berjasa besar dalam komunitasnya. Mereka, selama ini berjuang demi visi mulianya. Bekerja sendiri, jauh dari hingar bingar pemberitaan media massa. Dan bagi komunitasnya, mereka inilah pahlawan tanpa gelar sesungguhnya.

Kalaupun kemudian ada yang mengangkatnya ke media, itu menambah dampak sosial yang diberikan menjadi begitu luas serta menginspirasi jutaan orang di luar komunitasnya. Talkshow ‘Kick Andy’ memberi penghargaan kepada mereka sebagai ‘Kick Andy Heroes’. Kali ini ada Tujuh Pahlawan Pilihan Kick Andy atau “7 Heroes” 2009. Cerita mereka diabadikan dalam buku ini.

Pahlawan-pahlawan di buku ini sepintas lalu orang biasa. Mereka tidak diusulkan oleh sekelompok orang untuk dijadikan sebagai pahlawan nasional, dan bahkan tidak akan pernah. Namun apakah kita bisa mencari atau mendapat sekedar inspirasi dari gerakan-gerakan kecil demi umat manusia yang mereka lakukan. Buku ini menjawabnya. Di buku ini, diceritakan siapa mereka :

Gendu Mulatif. Seorang kakek tua yang mengumpulkan para penderita sakit jiwa untuk dirawat di rumahnya hingga sembuh. Tanpa ada sokongan dana dari siapapun, Pak Gendu menyisihkan pendapatannya dari penyewaan delman dan jual beli kuda untuk mengobati para orang gila. Puluhan tahun Pak Gendu berjuang seperti ini. Dari tempat perawatan di rumah yang membuat kondisi rumah jadi bau, hingga sekarang bisa menempati lokasi khusus untuk yayasan yang didirikannya. Ribuan orang gila berhasil diselamatkan kehidupannya oleh Pak Gendu. Setiap orang yang sembuh niscaya akan membawa efek domino kebaikan yang menetes ke seluruh negeri. Semua berkat usaha tanpa publikasi dari Pak Gendu.

Didik Nini Thowok. Seniman tari dari Yogyakarta yang mengharumkan nama Indonesia ke kancah dunia. Ia juga menjadi referensi dari seniman dalam dan luar negeri dalam seni tari Indonesia, khususnya dalam seni pertunjukan cross gender.

Andi Rabiah. Sang Suster Apung. Seorang suster yang jika kita lihat ‘bekerja tidak masuk akal’. Ia berjuang menyelamatkan ratusan bahkan ribuan nyawa manusia di 10 pulau kecil di antara 25 pulau yang tersebar di Perairan Flores. Dengan perahu sekedarnya, Suster Rabiah mengarungi lautan selama berjam-jam -bahkan sampai 24 jam- untuk mengobati satu pasien saja. Ia sekaligus bertindak sebagai dokter, bidan, bahkan kurir obat bagi pasiennya. Jika ia tidak ada, entah siapa yang mau menggantikan posisi dan pengabdian kemanusiaan yang ‘tidak normal’ ini.

Maria Gisela Borowka. Perempuan Jerman yang terpanggil untuk mengobati wabah penyakit kusta di daerah Flores, di saat tangan pemerintah pun belum bisa menjangkau ke daerah tersebut. Tanpa takut tertular oleh penyakit ganas ini, ia dengan penuh kasih merawat penderita kusta yang pada tahun 1980-an dibuang oleh masyarakatnya. Sampai sekarang perjuangannya masih berlanjut, terutama setelah ia beralih menjadi Warga Negara Indonesia.

Wanhar Umar. Ia adalah kepala sekolah sekaligus guru satu-satunya bagi murid SD kelas 1 sampai 6 di SD Muhammadiyah 2/74, Muara Enim. Proses belajar mengajar dilakukan di sebuah bilik kayu kecil, yang sudah hampir roboh dimakan lapuk. Beberapa guru sempat membantu, tapi tidak bertahan lama karena gaji yang diterima yang hanya 58 ribu sebulan. Pada akhirnya kini perjuangannya tidak sia-sia karena sekolahnya diakui menjadi SD negeri di daerah itu. Saat ini juga sudah ada guru tambahan yang membantu Pak Guru Wanhar. Cita-citanya sederhana : ingin anak-anak atau masyarakat di daerahnya memiliki tingkat pendidikan yang sama dengan anak-anak lain di seluruh Indonesia.

Victor Emanuel Rayon. Pejuang lingkungan di Pantai Utara Maumere yang merintis penanaman hutan bakau di sepanjang pantai. Dari awalnya mendapat cemoohan warga karena aktivitasnya yang aneh, saat ini ia menjadi pemimpin penyelamat lingkungan di wilayahnya. Pantai yang dulunya gersang, kini rimbun oleh hutan bakau. Hutan ini membawa dampak lain berupa berkembangnya aneka ekosistem fauna laut yang baru di sana. Keharmonisan alam tercipta di sini.

Sugeng Siswoyudhono. Pembuat kaki palsu bagi mereka yang kurang beruntung karena cacat kaki. Tidak hanya sekedar menjadi pembuat kaki palsu, ia sekaligus menjadi motivator dan inspirasi bagi ribuan penyandang cacat di seluruh Indonesia. Kegigihan, kepercayaan diri, dan semangat yang dipancarkannya menjadi teladan bagi siapa saja mengenai bagaimana sesungguhnya tekad pantang menyerah.

Buku ini patut dibaca siapapun yang haus akan sosok pahlawan masa kini. Ternyata pahlawan-pahlawan itu dapat hadir dalam lingkungan terdekat kita.

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Sutradara Wregas Bhanuteja kembali menggebrak sinema tanah air melalui karya terbarunya, Para Perasuk. Berbeda dengan pakem film bertema mistis pada ...

1777808427.5165 at start, 1777808427.7568 at end, 0.24026393890381 sec elapsed