News Ticker
  • Pemkab Bojonegoro Kembali Gelar Bursa Inovasi Desa di Wilayah Kecamatan Cluster VII
  • Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 13 November 2019
  • Gubernur Jawa Timur Kunjungi Korban Bencana Angin Kencang di Bojonegoro
  • Kelurahan Bangkle Kecamatan Blora, Juara Lomba Penghijauan 2019 Tingkat Kabupaten Blora
  • 27 Rumah Warga di Randublatung Blora, Rusak Akibat Diterjang Angin
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Seminar dan Rencana Aksi Hak Azasi Manusia
  • Motor Ditabrak Truk Boks di Gayam Bojonegoro, Pemotor Asal Cepu Blora Tewas di TKP
  • Bupati Pantau Korban Bencana Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Kabupaten Bojonegoro
  • Angin Kencang di Sukosewu Bojonegoro, Belasan Rumah Roboh, Kerugian Capai Rp 220 Juta
  • Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 12 November 2019
  • Angin Terjang 5 Desa di Ngasem Bojonegoro, 1 Orang Luka-Luka, Kerugian Capai Rp 240 Juta
  • Angin Kencang di Sugihwaras Bojonegoro, Sebuah Tower Roboh dan Belasan Rumah Rusak
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga Trucuk Bojonegoro Terbakar
  • Kerugian Material Akibat Bencana Angin Kencang di Bojonegoro, Ditaksir Capai Rp 2 Miliar
  • Berikut Ini Alokasi Formasi, Seleksi CPNS Kabupaten Bojonegoro 2019
  • Berikut Ini Tata-Cara Pendaftaran Seleksi CPNS Kabupaten Bojonegoro 2019
  • Berikut Ini Persyaratan Pendaftaran Seleksi CPNS Kabupaten Bojoneroro 2019
  • Motor Tabrak Becak di Kapas Bojonegoro, Pengendara Motor dan Pengayuh Becak Luka Berat
  • Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 11 November 2019
  • Jalin Silaturahmi, Indonesia Corolla Classic Club Gelar Gathering Nasional di Bojonegoro
  • Serunya Belajar di Alam Bersama Siswa Siswi Bimbel Gugusan Bintang YKIB
  • Belasan Rumah Warga di Desa Teleng Sumberrejo Bojonegoro Rusak Diterjang Angin
  • Bupati Bojonegoro Pimpin Upacara Bendera dan Tabur Bunga Peringatan Hari Pahlawan
  • Ratusan Rumah Warga di Kota Bojonegoro Rusak Ringan, Akibat Diterjang Angin Kencang
  • Akibat Diterjang Angin Kencang, 3 Rumah Warga Balen Bojonegoro Roboh

Dahlan, Sedari Kecil Tidak Pernah Mengenyam Pendidikan Formal

Ia dilahirkan di Kauman pada 1 Agustus 1869 Masehi dengan nama Muhammad Darwis. Ayahnya bernama Abu Bakar seorang Ketib Amin di Masjid Gede Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan ibunya bernama Siti Aminah seorang perempuan terpandang di Kauman karena anak dari Kyai Haji Ibrahim yang merupakan penghulu besar di Masjid Gede Kasultanan Ngayogyakarta. Darwis anak yang pintar namun sedari kecil tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Saat Darwis meminta ayahnya untuk disekolahkan ke sekolah formal ayahnya menolak mentah-mentah hal tersebut. Menurut ayahnya orang-orang Kauman yang bersekolah milik Governemen Hindia Belanda dianggap kafir. Kedua orang tua Darwis mendidiknya melalui jalur non formal yang lebih banyak membahas soal agama dengan mengikuti banyak pengajian dan kebetan kitab di sekitar Kauman.
 
 
Banyak sekali mempelajari tentang Islam dan kitab pada banyak guru besar membuat Darwis memiliki pemikiran-pemikiran yang kritis mengenai perkembangan Islam, khususnya Islam di Kauman yang cenderung bercampur baur dengan adat istiadat. Ia seringkali bertanya kepada ayah dan para gurunya, namun tetap saja, tidak mendapatkan jawaban yang dapat memuaskan hatinya. Namun Darwis bersabar, dirinya sadar bahwa orang lain masih melihat Ia sebagai anak kecil, sehingga Ia tidak dapat berbuat apa-apa, yang dapat dilakukannya hanya terus belajar dan mengkaji ilmu agama, hingga nanti ketika sudah waktunya Ia dapat mengajak masyarakat Kauman untuk mengenal Islam yang tidak dicampur adukkan dengan adat istiadat yang tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
 
Menginjak umur 20 tahun Darwis diminta untuk mengikuti Sunnah Kanjeng Nabi yaitu menikah. Kangmas Nur ingin menikahkan adiknya yaitu Siti Walidah gadis yang berusia 17 tahun dengan Darwis. Darwis pun begitu senang karena memang Siti Walidahlah yang diharapkan untuk menjadi istrinya. Pada bulan Dzulhijjah 1889 dilaksanakanlah pernikahan antara Darwis dan Siti Walidah. Setelah menikah ayah Darwis yaitu Abu Bakar menginginkan Darwis menunaikan ibadah haji ke Mekah untuk memperdalam Islam.
 
 
Sampai di Mekah Darwis dibantu oleh Syekh Muhammad Shodiq dan Syekh Abdullah Zalbani karena belum hafal jalan-jalan di kota Mekah. Darwis mengunjungi ulama-ulama Tanah Air yang sudah menjadi guru Agama di Mekah diantaranya yaitu Kyai Mahfudz yang berasal dari Termas Pacitan, Kyai Nakhrawi atau Muhtarom yang berasal dari Banyumas, dan Kyai Muhammad Nawawi yang berasal dari Banten untuk bersilaturahim dan menimba ilmu.
 
Selama belajar di pondokan Syekh Ahmad Khatib, Darwis sempet bertemu dengan Dimas Hasyim yang berasal dari Jombang. Meskipun kami berasal dari budaya masyarakat yang berbeda kami mempunyai kesamaan pandangan dalam melihat kondisi umat Islam di Tanah Air yang sudah jauh dari ajaran Islam yang sebenarnya. Darwis menerima sertifikat haji yang tertera nama “Haji Ahmad Dahlan” yang diberikan langsung oleh Syekh Bakhri Syatho.
 
Setelah bapak Dahlan meninggal, Dahlan menggantikan tugas-tugas beliau sebagai Ketib Amin dan guru pengajian bagi warga Kauman yang rutin dilaksanakan di langgar. Saat menjabat sebagai Ketib Amin banyak rintangan yang dihadapi Dahlan salah satunya adalah saat Kanjeng Kyai Penghulu mengutus Dahlan untuk membongkar langgar yang kiblatnya tidak sesuai dengan Masjid Gede. Jika tidak segera dilaksanakan maka akan merobohkan bangunan langgar. Selain itu, Kyai Penghulu juga menilai Dahlan telah melanggar peraturan Struktur Kepenghuluan karena tidak dapat menjalankan tugas sebagai Ketib Amin secara maksimal dan menganggap terlalu egois karena lebih mementingkan jamaah pengajian di Langgar Kidul daripada jamaah Masjid Gede.
 
Akhir tahun 1908 Masehi Dahlan meendengar bahwa di Yogyakarta sudah berdiri sebuah organisasi yang peduli terhadap nasib pendidikan dan kesehatan orang-orang pribumi. Organisasi pendidikan dan kesehatan itu bernama Budi Utomo. Pada pertemuan ketiga kalinya dengan pengurus Budi Utomo, Dahlan menyatakan diri bergabung dengan perkumpulan tersebut atas desakan Dr. Wahidin. Sejak bergabung dengan perkumpulan Budi Utomo pemikiran Dahlan soal pembaharuan Islam semakin disambut baik oleh para pengurus dengan memberikan pengajian agama Islam bagi pengurus Budi Utomo dan guru-guru  yang mengajar di Kweekschool, Jetis, Yogyakarta, sesuai dengan bidang yang dikuasainya. Keikut sertaan Dahlan dalam organisasi Budi Utomo dipandang negatif oleh keluarga sehingga mereka memaksa Dahlan untuk keluar dari Budi Utomo dan berhenti menjadi tenaga pengajar di Kweekschool.
 
 
Untuk mewujudkan cita-citanya, pada tahun 1911 Dahlan membangun sekolah yang diberi nama Sekolah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah. Awal berdiri memiliki murid berjumlah sembilan orang yang terdiri dari murid-muridnya dan anggota keluarganya. Namun, lama kelamaan terus bertambah jumlah muridnya.
 
Pada bulan Desember tahun 1912 Dahlan membuat perkumpulan yang diberi nama Muhammadiyah. Dengan nama Muhammadiyah, Dahlan berharap semua anggota perkumpulan dapat menjadikan Kanjeng Nabi Muhammad sebagai teladan, bersemangat mengikuti ajarannya, dan menghidupkan sunah-sunah beliau.
 
Seiring berkembangnya Persyarikatan Muhammadiyah, Dahlan mengumpulkan seluruh perempuan di Kauman untuk diajak mengaji dan bersekolah. Tujuannya untuk membimbing kaum perempuan Kauman agar dapat menjalankan syariat Islam secara benar. Juga memberikan pendidikan ilmu pengetahuan, sehingga mereka dapat bangkit dari keterpurukan dan kebodohan. Pengajian itu diberi nama Sopo Tresno yang artinya Siapa Cinta dan diasuh oleh Wahidah. Setelah kelompok pengajian Sopo Tresno mengalami perekmbangan yang baik pada 22 April 1917 atau bertepatan dengan 27 Rajab 1355 Hijriyah, organisasi kaum perempuan Muhammadiyah resmi di dirikan dengan nama “Peryarikatan Aisyiyah” yang diketuai oleh Siti Bariyah.
 
 
 
Keunggulan novel ini :
1).Di dalam novel Dahlan banyak sekali istilah jawa yang tidak dapat dimengerti namun terdapat arti sehingga pembaca mudah memahaminya.
2).Menggambarkan budaya desa Kauman dengan terperinci.
3). Dapat memahami adat istiadat dan Islam yang dapat dipadukan di desa Kauman.
 
Kekurangan :
1).Terdapat beberapa istilah yang tidak ada artinya.
 
 
Judul Buku    : Dahlan
Penulis          : Haidar Musyafa
Penerbit         : PT Kaurama Buana Antara
Cetakan         : Cetakan ke-1
Halaman        : 414 halaman
ISBN              : 978-602-6799-20-3
Tahun Terbit  : Januari 2017
 
Penulis: Delfariza Amaliya AMd (Penulis resensi adalah guru Bimbel Gugusan Bintang YKIB)
 
Berita Terkait

Videotorial

Ademos The Series, Geliat Desa Menuju Perubahan

Videotorial

Ademos The Series, Geliat Desa Menuju Perubahan

Web Series Ademos The Series, Geliat Desa Menuju Perubahan, garapan Ademos Indonesia bekerja Yayasan Mannah dan Jampro, mengusung tema tentang ...

Berita Video

Viral! Emak-Emak di Bojonegoro Tabrak Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Hingga Patah

Berita Video

Viral! Emak-Emak di Bojonegoro Tabrak Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Hingga Patah

Bojonegoro - Video emak-emak pengendara motor yang menabrak palang pintu perlintasan kereta api di Desa Kalianya Kecamatan Kapas Bojonegoro, hingga ...

Teras

Hari Batik Nasional, Sudahkah Anda Menggunakan Batik?

Hari Batik Nasional, Sudahkah Anda Menggunakan Batik?

HARI INI, 2 Oktober 2019, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan Hari Batik Nasional ini terjadi ketika pada 2 Oktober ...

Opini

Peran Pancasila Dalam Era Globalisasi

Resensi Buku

Peran Pancasila Dalam Era Globalisasi

ERA keterbukaan sudah mulai mengakar kuat di era globalisasi seperti sekarang ini, sehingga identitas nasional adalah salah satu bagian mutlak ...

Quote

Pendekatan

Quote

Pendekatan

Seorang kepala sekolah selalu datang 30 menit sebelum jadwal pelajaran dimulai atau pintu gerbang ditutup untuk memberi salam, berjabat tangan ...

Sosok

Perempuan Bojonegoro Pamerkan Hasil Karya di Jatim Fair 2019

Perempuan Bojonegoro Pamerkan Hasil Karya di Jatim Fair 2019

Surabaya - Nurul, perajut asal Desa Bonorejo Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (13/10/2019), turut hadir membawa nama Bojonegoro di ...

Eksis

Jalin Silaturahmi, Indonesia Corolla Classic Club Gelar Gathering Nasional di Bojonegoro

Jalin Silaturahmi, Indonesia Corolla Classic Club Gelar Gathering Nasional di Bojonegoro

Bojonegoro - Dalam rangka menjalin silaturahmi antar anggota, komunitas otomotif Indonesia Corrola Classic, menggelar Gathering Nasional ke-8, Minggu (10/11/2019), yang ...

Infotorial

Biogas: Energi Terbarukan, Banyak Keuntungan

Biogas: Energi Terbarukan, Banyak Keuntungan

Ramah lingkungan dan sangat menguntungkan, kata Sutrisno, warga Desa Glodog, Palang, Tuban, saat ditanya seputar penggunaan biogas di tempat tinggalnya. ...

Berita Foto

Bersepeda, Bupati dan Sekda Bojonegoro Pantau Kesiapan Hadapi Musim Hujan

Bersepeda, Bupati dan Sekda Bojonegoro Pantau Kesiapan Hadapi Musim Hujan

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, didampingi Sekda Bojonegoro, Dra Nurul Azizah MM, pada Minggu (03/11/2019) pagi, dengan ...

Feature

Memetan, Tradisi Tangkap Ikan di Desa Jatiblimbing  Kecamatan Dander Bojonegoro

Memetan, Tradisi Tangkap Ikan di Desa Jatiblimbing  Kecamatan Dander Bojonegoro

Bojonegoro - Ada cara unik yang dilakukan warga masyarakat Desa Jatiblimbing Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, untuk merawat sungai dari kotoran ...

Religi

Ribuan Jemaah Hadiri Pengajian dan Gema Salawat di Alun-Alun Bojonegoro

Ribuan Jemaah Hadiri Pengajian dan Gema Salawat di Alun-Alun Bojonegoro

Bojonegoro - Ribuan jemaah pada Minggu (06/10/2019) siang, tumpah ruah berdatangan ke Alun-alun Kota Bojonegoro, untuk menghadiri acara Gema Salawat ...

Pelesir

Festival Bengawan Bojonegoro Digelar 8-9 November 2019, di TPG Desa Pilanggede

Festival Bengawan Bojonegoro Digelar 8-9 November 2019, di TPG Desa Pilanggede

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, kembali menggelar event Festival Bengawan 2019. ...

Hiburan

Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 13 November 2019

Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 13 November 2019

Rencana Kegiatan Masyarakat di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (13/11/2019): KEGIATAN MASYARAKAT KOMERSIAL Waktu: Pukul 17.00 WIB s/d Selesai Tempat: Lapangan ...

Statistik

Hari ini

5.522 kunjungan

7.570 halaman dibuka

127 pengunjung online

Bulan ini

110.455 kunjungan

157.660 halaman dibuka

Tahun ini

1.916.900 kunjungan

2.977.549 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 621.303

Indonesia: 8.198

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015