News Ticker
  • Dorong Pemuda Mandiri Berkarya, Pemkab Bojonegoro Tutup Bootcamp Ekonomi dan Fasilitasi Legalitas Usaha
  • Kekeringan Meluas di 72 Desa, Wabup Nurul Azizah Minta BPBD Bojonegoro Cepat Tanggap dan Jangan Terpaku Administrasi
  • Rehab Fasad Hingga Pembangunan Menara 42 Meter, Pemkab Bojonegoro Perbuat Wajah Masjid Agung Darussalam
  • Misi Dagang Jatim-Kaltara Tembus Rp2 Triliun, Pemprov Jatim Perkuat Antarpulau dan Ketahanan Pangan
  • Tersengat Listrik Jebakan Tikus di Sawah, 2 Perempuan di Kasiman, Bojonegoro Meninggal
  • Daftar Negara dengan Sistem Kesehatan Terbaik Dunia 2026 versi CEOWorld Index
  • 10 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 10 September 2026
  • Waspadai Bahaya Radiasi Layar Gawai, Jaga Mata Yuk!
  • Efektif Redam Kekeringan di 24 Daerah, OMC Jatim Pancing Hujan di 11 Titik Sasaran
  • Sasar Puluhan Toko di Tambakrejo, Tim Gabungan Bojonegoro Nihil Temuan Rokok Ilegal
  • Polres Bojonegoro Upayakan Restorative Justice Kasus Petani Suginanto, Perhutani KPH Padangan Tegas Menolak
  • Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional
  • Kasus Dua Batang Kayu Jati Petani Ngraho, Lidah Tani Dorong Penyelesaian Hukum Berkeadilan
  • 09 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 09 September 2026
  • Diduga Ambil Dua Potong Kayu Jati Perhutani, Petani Asal Ngraho Bojonegoro Ditahan Polisi
  • Awas Salah Pilih Warna! Dokter Gigi Imbau Perawatan Pemutihan Gigi Disesuaikan Warna Kulit
  • Pemkab Bojonegoro Rehabilitasi Alun-Alun Kota, Tahap I Pembangunan Menyasar Sisi Utara
  • Tekan Risiko Karhutla dan Kekeringan, Pemprov Jatim Tebar 3,2 Ton NaCl Melalui Operasi Modifikasi Cuaca
  • Pertumbuhan Ekonomi Nonmigas Bojonegoro Triwulan II 2026 Tunjukkan Kinerja Positif
  • Peringati HUT IJTI Pantura Raya, Insan Pers dan Pemda Tekankan Akselerasi Transformasi Digital
  • Mengenal Sejarah Geologi dan Minyak Bumi di Pusat Informasi Geopark Bojonegoro
  • 08 September dalam Catatan Sejarah
Menjadi Pahlawan di Jalan Sunyi

Resensi Buku

Menjadi Pahlawan di Jalan Sunyi

Dalam pandangan saya, diri kita sendiri membutuhkan figur yang seharusnya dapat menjadi role model (panutan) untuk membantu diri kita sendiri mengeksplorasi identitas diri sehingga dapat mengembangkan personal value yang positif.
 
Terkadang sebuah buku diterbitkan untuk mengingatkan kita akan sisi terbaik menjadi manusia. Untuk itulah buku ini diciptakan. Sebuah buku yang menceritakan banyak kisah nyata penuh inspirasi mengenai orang biasa yang akhirnya menjadi luar biasa, Orang-orang yang mengagumkan dan luar biasa yang hidup dalam sukacita dengan menyadari bahwa mereka telah membuat suatu perubahan mampu mengubah hidup dengan tujuan menciptakan dunia yang lebih baik dan bermanfaat.
 
 
Untuk menjadi pahlawan kemanusiaan memanglah tidak mudah, butuh waktu dan proses panjang. Namun, untuk menjadi sosok pahlawan dalam arti yang sederhana, yakni bermanfaat buat orang terdekat, sangatlah mudah sebab nilai-nilai kepahlawanan sebenarnya sudah ada di dalam diri setiap orang.
 
Menjadi pahlawan adalah memperjuangkan orang-orang yang tak berdaya menghadapi dunia masa kini, untuk masa yang akan datang. Melalui buku ini mari kita sama-sama belajar, bahwa dalam hidup ini yang lebih penting adalah menjadi berguna bagi orang lain dan senantiasa selalu berbuat baik kepada siapa pun dan di manapun.
 
Untuk menjadi seorang pahlawan, bukan berarti kita harus menjadi pasukan perang, panglima perang, mampu menyeru untuk berperang, dan bukan berarti kita harus hidup di zaman pra kemerdekaan “Jenderal Soedirman”.
 
 
 
Suka cita mereka akan menginspirasi Anda.  
 
Buku ini sangat luar biasa isinya, buku yang berisi kisah-sisah inspirasi dari kehidupan orang-orang inspiratif di seluruh penjuru dunia ikut membawa perubahan bagi hidup kita semua.
 
Buku yang berjudul “Jejak-Jejak Pengubah Dunia” karya Miles Roston. Buku ini diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Metagraf pada Januari 2012. Buku setebal  470 halaman ini awalnya saya temukan di sebuah rak di perpustakaan Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB). Saya biasanya mencari buku-buku ringan untuk dibaca di sela-sela kepenatan mengerjakan tugas kuliah, Namun dengan tidak sengaja saya menemukan buku ini dengan hanya membaca cover-nya saja saya mulai tertarik dan mulai membacanya.
 
Buku ini menceritakan kisah-kisah nyata yang sangat inspiratif tentang orang-orang biasa, dan bahkan beberapa di antaranya adalah orang-orang yang sangat miskin dan menderita, yang akhirnya menjadi luar biasa. Mereka mengubah hidup mereka menjadi pelita yang menerangi kehidupan orang-orang di sekitar mereka dengan tujuan menciptakan kehidupan dan dunia yang lebih baik.
 
Buku ini mungkin memiliki semangat yang sama dengan buku lain yang juga berisi mengenai cerita hidup yang menginspirasi. Buku ini bercerita tentang orang-orang dari seluruh dunia yang telah mengerahkan seluruh kecakapan dan kemampuan mereka untuk mengubah kehidupan orang-orang yang kurang beruntung di sekitar mereka. Seperti kata Winston Churchill, “Kita hidup dari apa yang kita dapatkan, tapi kita menciptakan kehidupan dari apa yang kita berikan”.  Buku ini mungkin memiliki semangat yang sama dengan buku lain yang juga berisi mengenai cerita hidup yang menginspirasi.
 
 
Ada banyak tokoh yang diceritakan dalam buku ini yang kisah-kisahnya sangat menginspirasi. Mereka semua adalah orang-orang yang menyadari bahwa mereka memiliki kekuatan untuk mengubah situasi yang ada dengan membantu satu atau bahkan ribuan orang. Mereka menyadari bahwa meski yang mereka lakukan adalah sekedar setetes air di gelas tapi tetesan air itu dibutuhkan untuk mulai mengisi gelas. Jika kita tidak memulai langkah pertama maka kita tidak akan pernah melakukan perjalanan panjang, “Miles Roston”.
 
Pernah mendengar tentang Paul Pholeros, Sandra Maihubers, atau Rachel Worton? Itulah yang membuat buku ini tidak biasa. Berbeda dengan biografi-biografi orang terkenal yang pasti sudah sering Anda baca, buku ini berisi kisah 17 orang yang belum pernah dikenal luas tapi layak disebut pahlawan. 
 
Selain 3 tokoh di atas, ada kisah seorang pastor Katolik dari New York yang mengabdikan diri merawat pasien miskin penganut Buddha di Thailand. Ada juga cerita seorang bankir dari Hongkong yang membantu ribuan anak yatim, ketika persediaan darah untuk mereka terkontaminasi AIDS. Membaca buku ini mengingatkan kita bahwa orang-orang biasa seperti kita juga mampu meninggalkan jejak dan mengubah hidup orang lain dengan cara yang luar biasa.
 
Dari sebuah buku yang awalnya hanya untuk melepas kejenuhan, Dari buku ini juga dapat membawa inspiratif yang menggugah banyak hati, terbangkit semangat ratusan jiwa dan tergerak ribuan orang untuk berbagi.
 
 
 
Kelebihan buku ini :
 
Memberikan motivasi agar berjuan untuk sukses lewat dari sebuah kegagalan.
Buku ini menceritakan tentang kisah-kisah penuh inspirasi mengenai orang biasa, mengubah hidup dan tujuan menciptakan dunia yang lebih baik. 
 
Kekurangan buku ini :
 
Bahasa yang digunakan cukup rumit sehingga pembaca harus membaca berkali-kali agar dapat memahami isinya.
 
 
Judul Buku : Jejak-Jejak Pengubah Dunia
ISBN : 978-602-9212-27-3
Penerbit : Solo Metagraf
Penulis : Miles Roston
Tahun terbit : 2012
Tebal : 470 halaman
 
 
Penulis resensi adalah guru Bimbel Gugusan Bintang YKIB
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Operasi Pesta Copet, Sisi Gelap di Tengah Riuk Pesta Musik

Film Operasi Pesta Copet, Sisi Gelap di Tengah Riuk Pesta Musik

Geliat festival musik tidak hanya menghadirkan panggung megah dan alunan nada, tetapi juga menyisakan celah kerawanan bagi para pengunjungnya. Fenomena ...

1789027355.7807 at start, 1789027357.0033 at end, 1.2226431369781 sec elapsed