News Ticker
  • Kapolsek Gayam Sayangkan, Alat Berat Proyek Gas JTB Terlibat Laka Lantas
  • Kirab Gunungan Buka Gelaran Festival Sentono di Kradenan Blora
  • Kemendesa PDTT Bantu Pembangunan Sarpras Agribisnis Ayam Joper Desa Brabowan Blora
  • Rumah Mbah Nyaminah, Warga Balen Bojonegoro Yang Roboh, Segera Dibangun Kembali
  • Diduga Akibat Selang Elpiji Bocor, 3 Rumah Warga Kedungadem Bojonegoro Terbakar
  • Masyarakat dan Karyawan EMCL Berbaur dalam Kerja Bakti Sukarelawan di Desa Manukan
  • Kondisi Air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Lebihi Ambang Batas Baku Mutu
  • Harga Cabai Merah Besar di Bojonegoro Turun, Petani Merugi
  • Optimalisasi Penanggulangan Karhutla, Polres Bojonegoro Gelar Rakor dengan Instansi Terkait
  • Polisi di Bojonegoro Bongkar Makam 2 Warga Kedungadem untuk Dilakukan Diotopsi
  • Kembangkan Ekonomi Kreatif, Pemkab Bojonegoro Tandatangani MoU dengan ICCN
  • Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 18 September 2019
  • Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Dapat Sosialisasi Saber Pungli
  • Tiga Sekolah Swasta di Blora Terima Bantuan Hibah Barang Milik Daerah
  • Sat Lantas Polres Blora Droping 15 Tangki Air Bersih, Untuk Warga Desa Jepangrejo
  • Malam Tirakatan, Sedulur Sikep Samin Blora, Gelar Pertunjukan Wayang Kulit
  • 2 Orang Warga Kedungadem Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumah
  • Pimpinan DPRD Kabupaten Bojonegoro Masa Jabatan 2019-2024, Dilantik
  • Pemdes Pengkol Tambakrejo Bojonegoro, Gelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram
  • Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 17 September 2019
  • Satukan Visi Jogo Jawa Timur, Kapolda Jatim Kumpul Bareng Warganet
  • Komitmen Pertamina EP Jaga Lingkungan Cukup Kuat
  • Bojonegoro Raih Penghargaan Kabupaten Peduli Olah Raga dari Gubernur Jatim
  • Kirab Pusaka Ki Andong Sari, di Kelurahan Ledok Kulon Bojonegoro Berjalan Meriah
  • Ketua Umum KONI Bojonegoro Lantik Pengurus Perwosi

Resensi Buku

Disruption

Penasaran bukan?. Kata ini sudah viral dan menjadi trending topik semenjak didengungkannya revousi industri 4.0. Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB) sudah dua tahun lalu mengoleksi buku ini serta karya Rhenald Kasali yang lain seri setelah Disruption yaitu Tomorrow is Today. Untuk resensi kali ini saya ingin mengupas buku Disruption.
 
Apa sih arti satu kata yang lagi ngetren di abad 21 ini. Hati – hati apakah usaha Anda sudah ter-disrupsi atau malahdigantikan dengan usaha lain yang tidak terlihat, pelan pelan namun mereka mambu melakukan perubahan besar. Kira kira begitulah pesan singkat dari buku ini. Disruption terjadi di setiap bidang kehidupan. Bidang ekonomi, sosial, budaya, hukum, pendidikan, kesehatan dan pemerintahan. Pada dasarnya disruption adalah inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama atau orang lama (incumbent) dengan cara-cara baru atau orang orang baru (start up). Disrupsi berpotensi menggantikan pemain-pemain lama dengan baru. Disrupsi bisa dilihat sebagai sesuatu yang positif karena merupakan sebuah inovasi yang dinamis dan serba efisien, efektif dan serba canggih. Karakter dari abad 21 yang dikenal juga dengan era revolusi 4.0 adalah cepat, mengejutkan dan memindahkan. Jika perusahaan perusahaan besar tidak berinovasi maka mereka akan terancam punah, seperti punahnya hewan super besar dinosaurus yang tidak mampu beradaptasi akhirnya punah. Jadi mulai sekarang kita harus sepakat dengan disruptive mindset.
 
Kalau perekonomian masih tumbuh, sementara usaha Anda mengalami kemunduran, itu pertanda ada lawan-lawan baru yang tak terlihat. Temukanlah, gunakan ilmunya untuk menciptakan sesuatu yang baru. Perlu merubah mindset dalam era disrupsi ini, bukan lagi pemilik modal yang berkuasa namun dia yang terinovatif yang akan menguasai usaha di segala bidang kehidupan ini. Bisnis kecil yang inovatif bisa menggusur bisnis besar yang sudah berdiri tahunan bahkan puluhan tahun yang lalu. Contohnya ponsel yang sangat terkenal 10 tahun lalu Nokia begitu ngetren di masyarakat, dengan adanya smart phone / android maka habislah perusahaan yang telah mendunia ini. Toko Matahari sekarang sudah mulai sepi karena digantika dengan olshop (online shop) toko fashion yang dijual secara online, mereka cukup mempromokan baju mereka di media sosial dengan biaya promosi yang super murah, lalu siap mengantar sampai ke tempat tujuan, bayarnya nanti jika barang sudah diterima pembeli. Cukup simple, cepat, berbiaya murah, canggih bukan. Pembeli tinggal klik klik smart phone mereka tanpa pergi kemana-mana membuang biaya. Cukup di tempat pesanan baju mereka datang. Layanan kini berkembang tidak hanya fashion, namun makanan, angkutan, buku bacaan, kendaraan, barang rumah tanggapun bisa beli secara online. Hemat dan simpel bukan?
 
Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, ada lima hal penting dalam disruption.
 
1).Disruption akan berakibat penghematan banyak biaya melalui proses bisnis yang menjadi lebih simpel. Karena kebutuhan manusia yang dibutuhkan sekarang ini cukup dengan order lewat aplikasi di smartphone maka segala kebutuhan akan tersedia dengan cepat.
2.Disruption akan membuat kualitas apapun yang dihasilkannya lebih baik ketimbang yang sebelumnya. Kualitas dari segi produk dan pelayanan. Mereka terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan hidup agar lebih praktis.
3).Disruption berpotensi menciptakan pasar baru, atau membuat mereka yang selama ini ter-eksklusi menjadi ter-inklusi. Membuat pasar yang selama ini tertutup menjadi terbuka. Sekelompok perusahaan baru seperti gojek misalnya mereka memiliki komunitas sopir sepeda motor/ mobil yang terhubung secara online 24 jam. Jadi kapan pun kita butuh bepergian cukup panggil gojek/grab yang siap mengantar.
4).Disruption akan menghasilkan produk/jasa yang jauh lebih mudah diakses atau dijangkau oleh para penggunanya. Karena sudah modern maka dalam melayani customer menggunakan aplikasi lewat smartphpne. Jadi siapapun jika memiliki smartphone maka dengan mudah bisa mengkases informasi.
 
Disruption membuat segala sesuatu kini menjadi serba smart. Lebih pintar, lebih menghemat waktu dan lebih akurat. Itulah yang diharapkan di abad 21 ini serba pintar, efisien dan efektif. Sampai di sini sudahkah Anda memahami disruption?
 
Mereka mengubah model hubungan ekonomi “some people don’t like change, but you need to embrace change if the alternative is disaster” – Ellen Musk “ beberapa orang tidak menyukai perubahan tetapi Anda harus menerima perubahan jika pilihannya adalah bencana”.
 
Siap tidak siap, kita harus siap dan menerima perubahan di abad 21 ini yang serba cepat. Karena jika kita tidak mau berubah maka kita kan terkena bencana.
 
Ekonomi saat ini berangsur tidak lagi terpusat  di sekelompok orang yang menerapkan prinsip ekonomi yang semakin hari menimbulkan persoalan seperti korupsi, mafia, birokrasi yang fokus pada perizinan, pemerintahan yang tidak tertib, aturan yang lebih mempersulit koordinasi, rentan terhadap gejolak ekonomi tetapi dalam pertumbuhannya terganggu krisis, semakin mempertajam jurang antara kaya dan miskin. Maka masyarakat yang tidak berada dalam kelompok kapitalis ini berusaha mencari jalan keluar sendiri.
 
Kehadiran teknologi mengubah bentuk ekonomi di atas sedemikian rupa, kecurangandan perilaku korupsi disorot publik, perizinan yang berbelit ditentang, kepemilikan tanah oleh segelintir orang dipertanyakan. Orang orang baik pun tampil ke depan menawarkan ekonomi berbagi. Bentuk baru ekonomi yang lebih kolaboratif dan menciptakan efek deflasi atau penurunan harga. Mereka tumbuh dari kemerdekaan ekonomi kelas bawah yang masuk ke arena pasar bahkan mudah mencari modal dari investor di luar negeri.
 
Kita perlu memahami dengan jernih apa yang sebenarnya terjadi dan paham teori dan teknologi yang membuat sektor kita tangani terdisrupsi dan dapat berdamai dengan perubahan. Ciptakan cara baru dalam kehidupan abad 21 ini. Saatnya move on jika tidak ingn punah.
 
Setelah membaca buku setebal  478 halaman selama satu bulan maka saya tarik benang merah tentang kelebihan dan kekurangan buku ini.
 
Kelebihan buku ini
 
1).Buku ini memberikan banyak contoh punahnya perusahaan besar nasional ataupun internasional yang tidak siap menerima perubahan global. Sehingga kita bisa menimba pengalaman harus melakukan disrupsi agar tidak ketinggalan dan tidak punah tergerus oleh majunya zaman.
2).Adanya perubahan baru dalam berpikir yaitu disruptive mindset. Sedia setiap saat, real time, terbuka. Jangan berpikir liniear tapi harus berpikir cepat dan eksponensial.
3).Buku ini layak dibaca oleh orang tua dalam mempersiapkan masa depan anaknya. Pemerintah dalam mengatur kebijakan agar sejalan dan bisa menjawab tantangan abad 21 ini. Pengusaha dalam menjalankan bisnisnya agar tidak gagal. Pendidik untuk memperkenalkan dunia pada siswanya. Pelajar/mahasiswa untuk menyiapkan diri sebelum terjun langusng ke dunia nyata.Masyarakat umum juga pastinya agar memiliki distruptive mindset dan meninggalkan kebiasaan yang sudah tidak lagi relevan dengan perubahan zaman.
 
Kekurangan buku ini
 
1).Ada beberapa istilah asing yang belum diterjemahkan sehingga pembaca harus kreatif dan tepat dalam mengartikan
 
Penulis                   : Rhenald Kasali
Tata letak isi           : Mulyono
Desain sampul       : Gerald Stefano
Penerbit                  : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama    : Februari 2017
Cetakan kedua       : April 2017
Tebal                      : 478 halaman
ISBN                       : 978-602-03-3868-2
 
 
Peresensi: Frensi Agustina SPd (Manajer Bimbel Gugusan Bintang YKIB)
Berita Terkait

Videotorial

Video: Semarak Gapura Kemerdekaan Polres Bojonegoro

Videotorial

Video: Semarak Gapura Kemerdekaan Polres Bojonegoro

Jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke74, Polres Bojonegoro bersama Polsek jajaran, dirikan gapura di depan pintu ...

Berita Video

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Gayam Bojonegoro

Berita Video

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Gayam Bojonegoro

Kebakaran tersebut menghanguskan rumah yang sekaligus dipergunakan sebagai tempat penggilingan padi, milik Moh Uzaini (58), warga Desa Gayam RT 004 ...

Teras

Hukum Mengapung di Atas Samudera Etika

Hukum Mengapung di Atas Samudera Etika

*Oleh Muhammad Roqib Akhir-akhir ini Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi , memberi perhatian lebih pada pentingnya etika ...

Opini

‘Sesat Pikir’ atas Keberadaan Media Siber

Muhammad Abdul Qohhar Editor Imam Nurcahyo

‘Sesat Pikir’ atas Keberadaan Media Siber

PAGI sangat cerah, seperti hari-hari sebelumnya. Tapi saat tengah menikmati kopi panas, beberapa pesan masuk berantai dengan disertai gambar tulisan ...

Quote

Pendekatan

Quote

Pendekatan

Seorang kepala sekolah selalu datang 30 menit sebelum jadwal pelajaran dimulai atau pintu gerbang ditutup untuk memberi salam, berjabat tangan ...

Sosok

Mochlasin Afan, Caleg DPRD Bojonegoro Partai Demokrat, Peraih Suara Terbanyak Pemilu 2019

Serba-Serbi Pemilu 2019

Mochlasin Afan, Caleg DPRD Bojonegoro Partai Demokrat, Peraih Suara Terbanyak Pemilu 2019

Bojonegoro - Proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 telah usai dilaksananan dan perolehan suara partai politik peserta Pemilu 2019 tingkat ...

Eksis

Talenta Kartika Putri, Pelajar SD Asal Blora Peraih Juara 3 Lomba Sempoa Tingkat Nasional

Talenta Kartika Putri, Pelajar SD Asal Blora Peraih Juara 3 Lomba Sempoa Tingkat Nasional

Blora - Prestasi membanggakan datang dari putra daerah Kabupaten Blora. Dia adalah Talenta Kartika Putri (11), siswi SDN Kunden 1 ...

Infotorial

Program Semai Benih Bangsa: Sekolah PAUD Berkualitas, Siapkan Generasi Emas

Program Semai Benih Bangsa: Sekolah PAUD Berkualitas, Siapkan Generasi Emas

Usia 6 tahun pertama adalah masa keemasan dan fase terpenting dalam pertumbuhan anak. Pada kurun usia tersebut, perkembangan otak anak ...

Berita Foto

Foto Aksi Unjuk Rasa Warga Desa Ngampel di Pendapa Pemkab Bojonegoro

Berita Foto

Foto Aksi Unjuk Rasa Warga Desa Ngampel di Pendapa Pemkab Bojonegoro

Bojonegoro - Diberitakan sebelumnya, warga masyarakat Desa Ngampel Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (14/08/2019), menggelar unjuk rasa (unras) atau ...

Feature

Ngadoellah Warga Campurejo Bojonegoro ini Tekuni Pembibitan Kelengkeng Jenis Diamond River

Ngadoellah Warga Campurejo Bojonegoro ini Tekuni Pembibitan Kelengkeng Jenis Diamond River

Bojonegoro - Berawal dari kegemarannya merawat segala jenis tanaman, Ngadoellah (56) akhirnya menekuni pembibitan tanaman kelengkeng jenis diamond river. Hampir ...

Religi

Tolong Menolong Meringankan Sesama

Tolong Menolong Meringankan Sesama

HIDUP itu bagaikan sebuah bangunan, yang saling menopang antara unsur yang satu dengan unsur yang lainya, karena itu setiap muslim ...

Pelesir

Wisata Edukasi Gerabah Malo Bojonegoro, Tawarkan Motif Kendi "Pinarak Bojonegoro"

Wisata Edukasi Gerabah Malo Bojonegoro, Tawarkan Motif Kendi "Pinarak Bojonegoro"

Bojonegoro - Wisata Edukasi Gerabah di Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, selalu berbenah dan menciptakan model-model terbaru. Selain motif ...

Hiburan

Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 18 September 2019

Rencana Kegiatan Masyarakat Bojonegoro 18 September 2019

Rencana Kegiatan Masyarakat di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (18/09/2019): KEGIATAN MASYARAKAT KOMERSIAL Waktu: Pukul 17.00 WIB s/d Selesai Tempat: Desa ...

Statistik

Hari ini

802 kunjungan

1.154 halaman dibuka

123 pengunjung online

Bulan ini

114.427 kunjungan

169.794 halaman dibuka

Tahun ini

1.433.144 kunjungan

2.267.680 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 668.531

Indonesia: 9.905

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015