Sepanjang 2019, di Kabupaten Bojonegoro Tidak Ditemukan Kasus Human Trafficking
Selasa, 26 November 2019 19:00 WIBOleh Mulyanto SPd Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, bahwa sepanjang tahun 2019 ini, di wilayah Kabupaten Bojonegoro tidak didapati adanya kasus human trafficking atau perdagangan manusia.
Diberitakan sebelumnya, pada Senin (25/11/2019) malam, bertempat di rumah dinas bupati menyampaikan, di hadapan sejumlah awak media Bupati Bojonegoro Dr Hj Anna Muawanah, mengungkapkan bahwa jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro, cenderung meningkat.
Bupati menjelaskan, bahwa warga yang ter-suspect HIV/AIDS ini tidak hanya dari Bojonegoro saja, tetapi juga ada yang dari luar Bojonegoro. Hal tersebut terbukti dari salah satu cafe di Jalan Vetaran yang dirazia dan ditutup beberapa waktu lalu, banyak penyanyi-nya dari luar Bojonegoro, sehingga patut diduga adanya human trafficking. (mol/imm)
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto SH MSi
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto SH MSi, kepada awak medai ini Selasa (26/11/2019) menuturkan bahwa di Kabupaten Bojonegoro, sepanjang tahun 2019, tidak ada laporan adanya kasus perdagangan manusia atau human trafficking.
"Kemungkinannya tetap ada, tapi tidak terdeteksi, karena tidak ada yang lapor," kata Agus Supriyanto
Agus juga mengungkapkan bahwa di kabupaten Bojonegoro pada tahun 2017 pernah terjadi kasus human trafficking pada. Menurutnya, dengan bantuan beberapa pihak, korban yang saat itu masih berusia remaja berhasil dikembalikan ke orang tuanya.
"Dulu pernah, dua tahun yang lalu, remaja perempuan di Bojonegoro jadi korban perdagangan manusia. Tapi berhasil diselamatkan," tutur Agus menjelaskan.
Masih menurut Agus bahwa kasus human trafficking di Bojonegoro sekarang ini bisa saja terjadi. Namun, hal tersebut bisa cepat diketahui jika ada yang melapor. Untuk itulah pihaknya berharap semua elemen masyarakat untuk melaporkan manakala mendengar atau mengetahui adanya dugaan kasus human trafficking di Bojonegoro.
"Kasus human trafficking tersebut jangan sampai terjadi di Bojonegoro.Harapannya jangan sampai terjadi ya," tuturnya berharap. (red/imm)