News Ticker
  • Upacara Peringatan HSN 2026 Pemkab Bojonegoro Digelar di Alun-Alun, Bupati Wahono Bacakan Amanat Menag
  • Mitos Cabut Gigi Atas Bikin Buta: Penjelasan Medis dan Anatomi Organ
  • 10 Ribu KUpon Kuliner Gratis untuk Warga Disediakan di Bojonegoro Bahagia Car Free Night
  • 22 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Kecelakaan di Kapas, Bojonegoro, Seorang Pengendara Motor Meninggal Dunia
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 22 Oktober 2026
  • Nantikan Pertunjukan Sandur pada Bojonegoro Bahagia Car Free Night di Alun-Alun
  • Dukung Atlet Muda, Kapolres Bojonegoro Lepas Kontingen PBV BOMA Berlaga di Kejurprov U-19 Jombang
  • BNC Ditiadakan, Pemkab Gelar Bojonegoro Bahagia Car Free Night dan Panggung Seni
  • Kecelakaan di Balen, Bojonegoro, Truk Muat Mesin Kombi Tabrak Mobil Penumpang
  • Bupati Blora Berangkatkan Kontingen Atlet Porprov Jateng 2026, Targetkan 6 Besar dan Janjikan Bonus bagi Peraih Medali
  • Kirim 237 Atlet di 37 Cabor, Blora Siap Berlaga di Porprov Jateng 2026
  • Perkuat Pelestarian Lingkungan, Pemprov Jatim Luncurkan Rencana Induk Keanekaragaman Hayati 2026–2030
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Pembuatan Sumur Resapan Hadapi Kekeringan dan Panas Ekstrem
  • Ketuk Pintu Langit Mohon Turun Hujan, Pemkab dan Umat Islam Bojonegoro Gelar Salat Istisqa
  • 21 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 21 Oktober 2026
  • Perkuat Pengawasan Distribusi BBM, Polres Bojonegoro Gelar Audiensi Bersama Pertamina dan Pengelola SPBU
  • Upacara Peringatan HJB ke-349 Berlangsung Khidmat dan Semarak di Alun-Alun Bojonegoro
  • Kontingen Jatim Sabet Gelar Juara Umum FIKSI Nasional 2026
  • Singgah di Kecamatan Trucuk, Kirab Api Abadi HJB ke-349 Disambut Meriah Warga
  • Skill Saja Tidak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Pelajar serta Mahasiswa Magang di Bojonegoro
  • 20 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 20 Oktober 2026
Islam Kalap dan Islam Karib

Islam Kalap dan Islam Karib

Oleh Jevi Setya Pratiwi, S.Pd.

Di bawah gencarnya perkembangan modernitas dan globalisasi saat ini, dalam melintasi momen transformasi global, Islam mengalami klaim kontradiktif. Interpretasi buruk yang muncul baru-baru ini terhadap Islam sangat "mencoreng" dan "menusuk" eksistensi Islam itu sendiri. Tuduhan stigmatis yang muncul kemudian adalah Islam merupakan agama yang identik dengan kekerasan, dikembangkan dengan pedang serta adanya kewajiban jihad dengan bom bunuh diri.

Oleh karena itu, buku ini katakanlah semacam "jihad tandingan" untuk menyelamatkan Islam dari ekstremisme atau radikalisme dan bid'ah kaum puritan. Selayak itu pula, buku ini kiranya mampu menjadi jembatan untuk membukakakan pintu dialog yang lebih terbuka menuju Islam keindonesiaan dan juga kemaslahatan universal.

Masyarakat Indonesia yang memiliki banyak suku, ras, agama-agama dan aliran kepercayaan akan selalu memiliki daya tarik tersendiri. Multikulturalisme dan gaya beragama inklusif adalah ciri khas beragama orang-orang Indonesia. Fenomena ini merupakan kebanggaan buat Indonesia, negara-negara lain harus belajar bertoleransi yang baik dan benar ke negara kita. Tidak ada negara setoleran negara kita, dan tidak ada negara yang masyarakatnya bisa hidup rukun berdampingan meski sangat majemuk.


Buku Islam Kalap dan Islam Karib memuat fenomena berbeda, di samping budaya beragama yang baik diatas, masyarakat Indonesia dihinggapi fenomena beragama yang dapat mencoreng dan menghilangkan eksistensi dan jati diri Islam sendiri, dengan payung kitab suci mereka melaksanakan puritanisme, ekstremisme dan radikalisme yang bias konflik dan
buku ini hadir sebangai langkah “jihad tandingan” untuk menyelamatkan Islam dari ekstremisme, radikalisme dan puritanisme. Mampu menjadi pintu pembuka dialog yang lebih terbuka menuju Islam keindonesiaan dan kemaslahatan universal (Halaman. iv). Penulis buku ini, Said Aqil Siradj menyajikan tiga tema besar yaitu jihad puritan, jihad teroris dan jihad keindonesiaan. Jihad keindonesiaan menjadi solusi dari dua kutub antara beragama kalangan yang mendengungkan pemurnian agama (Islam puritan) dan beragama kalangan terorisme (Islam garis keras).


Gerakan puritan mempunyai ciri-ciri khas  yaitu  selalu identik dengan sikap intoleran, merasa paling benar dalam beragama dan orang lain yang tidak se-ideologi akan diberikan stempel kafir atau murtad, pengungkungan terhadap eksistensi perempuan, antirasionalisme.
Bukti sejarah mencatat, khalifah keempat sahabat Ali bin Abi Thalib yang wafat pada tanggal 17 Ramadhan tahun 40 Hijriyah, ia wafat di tangan Abdurrahman bin Muljam. Seorang yang taat dalam beragama, selalu melakukan shalat tahajjud, jidatnya hitam, selalu berpuasa dan seorang penghafal Al-Qur’an. Alasannya, dia membunuh sahabat Ali dikarenakan Ali telah menyepakati dan menerima hasil rapat pada saat itu, Ali diberikan stempel kafir oleh Muljam.


Fakta di atas merupakan gerakan puritan paling ekstrim dalam catatan sejarah umat Islam. Eksklusifitas beragama menjadi gaya tersendiri bagi mereka. Gerakan puritanisme menjadi hantu tersendiri buat masyarakat Indonesia, hal ini tidak lain bisa menimbulkan orang-orang yang lebih kejam. Pemahaman yang dangkal akan mampu melahirkan terorisme, puritanisme dan terorisme bisa dikatakan berawal dari pemahaman Islam yang salah kaprah (Halaman. 115).


Keintiman dan persahabatan antar sesama muslim tampak dan terasa nihil, bagaimana mungkin kita bisa menuju keintiman beragama dengan agama non-muslim. Setidaknya, faktor penyebabnya bersumber dari pemahaman agama yang tidak komprehensif, pengimplementasian dari pemahaman yang lepas dari budaya dan kondisi masyarakat yang ada, serta kepentingan politik yang terdapat dalam kelompok puritan tersebut.

Puritanisme dan terorisme harus diobati dengan jihad keindonesiaan. Ciri Islam ala Indonesia yaitu “pribumi” dan pluralistik, baik dalam bentuk ekspresi dan hubungan intim dengan agama-agama lain. Tidak ada bedanya antara Islam dan Indonesia, sejarah Indonesia adalah juga sejarah Islam dan kebudayaan Indonesia juga kebudayaan Islam (Halaman. 153).


Sikap-sikap beragama ala Aswaja seperti tawasuth, i’tidal, tasamuh, tawazun, amar ma’ruf nahi munkar dan istiqamah harus terus dibumikan demi menangkis bahayanya radikalisme agama. Dan dengan mengandalkan Islam keindonesiaan, maka ukhuwah Islamiyah (persaudaraan yang tumbuh atas dasar keagamaan), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan yang tumbuh atas dasar kebangsaan) dan ukhuwah  basyaraiyah (persaudaraan yang tumbuh atas dasar kemanusiaan) – ketiganya tidak boleh dipertentangkan karena ketiganya memiliki kesinambungan antar dimensi dan buah dari Islam Rahmatan lil Alamin – dapat terealisasi di Indonesia. Selamat membaca

Judul     : Islam Kalap dan Islam Karib

Penulis  : Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA

Penerbit : Daulat Press

Terbit    : Cetakan Pertama, 2014

Tebal    : 217 Halaman

Penulis resensi adalah guru bimbel Gugusan Bintang YKIB Kalitidu

Banner Ucapan HJB ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Bojonegoro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan dibuka ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

Hiburan

Film Digger,  Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Film Digger, Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Bojonegoro Sutradara kenamaan Alejandro Gonz lez I rritu kembali menggebrak dunia perfilman lewat karya terbarunya berjudul Digger. Mengusung genre komedi ...

1792663453.5926 at start, 1792663453.9218 at end, 0.32911086082458 sec elapsed