News Ticker
  • Stasiun Bojonegoro Layani 2570 Penumpang Hari Ini
  • Tak Perlu Brutal Bakar Kalori Sisa Lebaran, Cukup Olahraga Sedang namun Konsisten
  • DLH Bojonegoro Eksekusi TPS Liar di Kelurahan Jetak, Respons Cepat Keluhan Warga
  • Sebanyak 8.494 Koperasi Merah Putih di Jawa Timur Resmi Berbadan Hukum
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 29 Maret 2026
  • 29 Maret dalam Sejarah
  • Diduga Akibat Lilin, Kakek Penderita Sakit Lumpuh di Dander, Bojonegoro Meninggal Terbakar
  • PWI Bojonegoro Gelar Resepsi HPN 2026, Soroti Aksi Oknum Wartawan Bodong
  • Pemkab Bojonegoro Alokasikan Rp175 Miliar untuk 8 Proyek Strategis Tahun 2026
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Musrenbang, Tekankan Peningkatan Pendapatan dan Efisiensi Belanja
  • Gubernur Jatim Targetkan Produksi Padi Tetap Stabil di Tengah Ancaman Kekeringan
  • TBC Masih Jadi Ancaman Serius di Bojonegoro, Dinkes Tekankan Pentingnya Deteksi Dini
  • 28 Maret dalam Sejarah
  • Diduga Serangan Jantung, Petani di Balen, Bojonegoro Meninggal di Sawah
  • Rembesan Air Berbau Gas Muncul di Dalam Rumah Warga Ngasem, Bojonegoro
  • Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu
  • Kodim Bojonegoro Gelar Kemah Sabtu Minggu di Wisata Grogolan
  • Marak Penipuan Aplikasi IKD, Dinas Dukcapil Bojonegoro Imbau Warga Lebih Waspada
  • Program Beasiswa Pemkab Bojonegoro Masih Sepi Pendaftar
  • 7 Rumah Warga Bojonegoro di Bantaran Bengawan Solo Terancam Longsor, Penanganan Terganjal Dokumen
  • Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Tegaskan Penanganan Stunting Harus Berbasis Data dan Kualitas Air Bersih
  • Kamis Malam di Kafe Satu Sisi, Musisi Bojonegoro Berkumpul dalam Harmoni Kolaborasi
  • Tips Menghilangkan Iklan Menganggu yang Terus Muncul di HP
  • Perkiraan Cuaca Bojonegoro Hari Ini
Menteri Agama RI Dorong Ekoteologi ke Panggung Dunia, Iman Tak Utuh Jika Masih Merusak Alam

Menteri Agama RI Dorong Ekoteologi ke Panggung Dunia, Iman Tak Utuh Jika Masih Merusak Alam

Nasional - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) bersama Muslim World League (MWL) menggelar Dialog Kerukunan Lintas Agama dengan mengusung tema besar ekoteologi. Dalam forum ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan tegas mendorong ekoteologi sebagai fondasi baru kerukunan umat beragama yang menghubungkan keimanan dengan tanggung jawab menjaga lingkungan.

Menurut Menag, iman seseorang tidak dapat disebut utuh jika masih ikut serta atau membiarkan kerusakan alam terjadi.

“Tidak mungkin seseorang mengaku beriman secara utuh kalau masih merusak lingkungan,” tegas Menag Nasaruddin Umar saat membuka acara di Gedung Kemenag Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12/2025).

Ia menjelaskan, ekoteologi adalah pendekatan teologis yang menegaskan bahwa tanggung jawab keagamaan tidak hanya berhenti pada hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia, tetapi juga mencakup relasi manusia dengan seluruh alam semesta. Membakar hutan, membuang sampah sembarangan, mengeksploitasi sumber daya secara berlebihan, hingga segala bentuk perusakan lingkungan adalah pengingkaran terhadap amanah moral sebagai khalifah fil ardhi (pemimpin di bumi).

“Kerukunan dengan alam adalah bentuk kerukunan tertinggi, karena ia menjadi cerminan dari keseimbangan batin yang telah tercerahkan,” ujarnya.

Menag menegaskan, kerukunan antarumat beragama tidak akan pernah kokoh jika lingkungan tempat mereka hidup dan beribadah sudah rusak. Ketika alam terganggu, stabilitas sosial akan goyah, kenyamanan beribadah terganggu, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan ikut terdampak.

Konsep ekoteologi yang pertama kali digagas Menag Nasaruddin Umar beberapa tahun lalu kini semakin menemukan relevansinya di tengah krisis ekologis global yang kian mengkhawatirkan.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Muslim World League, Syekh Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, menyambut baik inisiatif Indonesia. Ia menilai forum internasional yang secara serius mengangkat hubungan agama dan ekologi masih sangat langka, padahal ancaman kerusakan lingkungan tidak mengenal batas agama, suku, maupun bangsa.

“Ketika banjir datang, ketika ekosistem rusak, tidak ada satu pun komunitas beriman—apa pun agamanya—yang kebal dari dampaknya,” kata Syekh Al-Issa.

Ia memuji ekoteologi sebagai terobosan penting yang sangat dibutuhkan dalam wacana global tentang keberlanjutan dan perdamaian.

Dialog yang dihadiri lebih dari 350 peserta—from pejabat tinggi Kemenag, tokoh lintas agama, akademisi, hingga aktivis lingkungan dan komunitas pemuda—ini menjadi semakin relevan pasca-rentetan bencana ekologis besar yang melanda beberapa wilayah di Sumatera dan berbagai daerah lain di Indonesia.

Forum ini menghasilkan kesepahaman bersama bahwa kerukunan umat beragama harus diperluas menjadi “kerukunan ekologis”, yaitu harmoni antara manusia dengan sesama manusia sekaligus dengan alam semesta. Melalui konsep ekoteologi, Indonesia kembali menawarkan model kerukunan baru yang memadukan spiritualitas mendalam, etika publik, dan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Dengan langkah ini, Indonesia semakin mengukuhkan posisinya tidak hanya sebagai laboratorium kerukunan umat beragama terbesar di dunia, tetapi juga sebagai pelopor dialog perdamaian yang relevan dengan tantangan zaman di panggung internasional.(red/toh)

 
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
Banner Ucapan Idulfitri 1447 H ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Bojonegoro - PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda) melakukan terobosan besar dalam memperingati hari jadinya yang ke-30 dengan berencana menghadirkan ...

1774782536.1081 at start, 1774782536.5372 at end, 0.42914485931396 sec elapsed