Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Bojonegoro
Kamis, 29 Januari 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan langkah preventif untuk menjaga daya beli masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pasar murah yang dipusatkan di Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (28/1/2026) kemarin.
Langkah ini diambil guna merespons potensi kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi di pasar menjelang hari besar keagamaan. Dalam kunjungannya, Khofifah memastikan bahwa stok pangan di Jawa Timur berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan.
"Pasar murah ini merupakan upaya pemerintah provinsi untuk memberikan akses bahan pokok dengan harga terjangkau di bawah harga pasar. Kami ingin masyarakat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan dasar," ujar Khofifah di sela peninjauan stan pasar murah.
Sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, hingga telur ayam dijual dengan harga subsidi. Di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, serta telur ayam ras Rp22.000 per kemasan.
Ada juga tepung terigu seharga Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.
Yang membedakan Pasar Murah di Bojonegoro kali ini, Pemprov Jatim turut menyediakan komoditas cabai. Cabai rawit merah dijual Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, sehingga turut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bumbu dapur dengan harga lebih terjangkau.
Selain menjaga stabilitas harga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten. Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan distributor agar rantai pasok pangan tetap berjalan lancar tanpa adanya penimbunan.
Kehadiran pasar murah ini langsung disambut antusias oleh warga Bojonegoro yang telah memadati lokasi sejak pagi hari. Bagi warga, program ini dianggap sebagai bantuan nyata di tengah fluktuasi harga pasar. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen akan terus memantau pergerakan harga di pasar-pasar tradisional secara berkala dan siap melakukan intervensi serupa di wilayah lain jika ditemukan kenaikan harga yang signifikan.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






