Aisyiyah Bojonegoro gelar Pelatihan Konselor, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Senin, 02 Februari 2026 13:30 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro — Ratusan kader ‘Aisyiyah Bojonegoro mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi konselor yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Minggu (01/02/2026) kemarin. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan konselor dalam menangani persoalan rumah tangga, konflik sosial, serta isu perlindungan perempuan dan anak secara profesional dan berlandaskan nilai keislaman.
Pelatihan tersebut menekankan pentingnya peran konselor dalam membaca dan menyelesaikan konflik keluarga secara menyeluruh. Peserta dibekali pemahaman tentang resolusi konflik, pendekatan hukum, serta prinsip keadilan dalam mendampingi masyarakat yang menghadapi permasalahan keluarga.
Ketua Pengadilan Agama Bojonegoro, Drs. Mufi Ahmad Baihaqi, M.H., dalam materinya menyampaikan bahwa konselor tidak cukup hanya memberikan nasihat, tetapi harus mampu menganalisis akar persoalan yang terjadi di dalam keluarga.
“Konflik keluarga harus dipahami secara komprehensif agar konselor tidak sekadar memberi nasihat, tetapi mampu menawarkan solusi yang adil, terukur, serta selaras dengan syariat Islam dan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Selain itu, pemateri lain, Budiyati, menekankan pentingnya peran konselor dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Menurutnya, konselor harus memiliki kepekaan sosial serta kemampuan advokasi agar pendampingan yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata bagi korban.
“Pendekatan konseling yang integratif sangat diperlukan agar empati yang diberikan tidak berhenti pada teori, tetapi dapat diterjemahkan menjadi tindakan yang berkelanjutan,” tegas Budiyati.
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Bojonegoro, Hj. Zuliyatin Lailiyah, berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas layanan konseling di tengah masyarakat. Ia menilai, penguatan kapasitas konselor menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan keluarga dan menciptakan lingkungan sosial yang aman dan harmonis.
“Dengan bekal keilmuan, sensitivitas sosial, dan landasan spiritual yang kuat, konselor diharapkan mampu hadir sebagai solusi yang menenteramkan sekaligus berkeadilan bagi keluarga dan komunitas,” ungkapnya.
Pelatihan konselor ini menjadi bagian dari komitmen ‘Aisyiyah Bojonegoro dalam merespons berbagai persoalan sosial, khususnya konflik keluarga serta perlindungan perempuan dan anak yang semakin kompleks.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






