KUA Ngasem, Bojonegoro Terapkan Ekoteologi, Wajibkan Pengantin Baru Tanam Pohon
Kamis, 05 Februari 2026 16:30 WIBOleh Tim Redaksi
Di halaman kantor KUA Ngasem, lahan seluas sekitar 10 x 15 meter kini dipenuhi deretan pohon muda yang tertata rapi. Pohon-pohon tersebut bukan sekadar penghias, melainkan simbol lahirnya keluarga baru sekaligus bukti nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala KUA Kecamatan Ngasem, M. Miran QR, menjelaskan bahwa program ekoteologi ini selalu disosialisasikan kepada calon pengantin selama bimbingan perkawinan (bimbinwin).
“Setiap ada bimbinwin pasti kami sampaikan program ekoteologi ini. Harapannya keluarga baru bisa mencintai pasangan hidupnya sekaligus mencintai lingkungan,” ujar Miran, Rabu (04/02/2026).
Konsep ekoteologi mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab menjaga alam sebagai bagian dari iman. Program ini sejalan dengan arahan Kementerian Agama terkini dan diwujudkan secara konkret oleh KUA Ngasem.
Penata Layanan Operasional KUA Ngasem, Hamid Al Fajri, mengungkapkan bahwa setiap pasangan pengantin wajib menanam minimal satu pohon.
“Setiap ada pasangan menikah, satu pasangan satu pohon. Bahkan saat pelantikan P3K kemarin, delapan orang juga menanam pohon di lingkungan KUA,” terang Fajri.
Sejak program ini digulirkan, sudah lebih delapan pohon tertanam di sekitar kantor KUA. Jumlahnya terus bertambah, terutama saat memasuki musim pernikahan.
Di Kecamatan Ngasem, musim nikah biasanya memuncak pada bulan-bulan besar menurut penanggalan Jawa dan Islam. Rekor tertinggi mencapai empat hingga lima pasangan menikah dalam satu hari, khususnya pada malam sembilan atau sehari menjelang Idul Fitri.
“Kalau musim nikah ramai, sehari bisa empat sampai lima pasangan. Otomatis pohon yang ditanam juga semakin banyak,” tambah Fajri.
Gerakan ini juga selaras dengan slogan KUA Ngasem “CERIA” yang berarti Ceria, Empati, Ramah, Iman, dan Amanah. Slogan tersebut diharapkan menciptakan lingkungan kantor yang sejuk, nyaman, sekaligus mencerminkan nilai-nilai keimanan.
Melalui ekoteologi ini, KUA Ngasem ingin menegaskan bahwa nilai keagamaan tidak hanya terwujud dalam kehidupan rumah tangga, tetapi juga dalam kepedulian terhadap bumi. Menanam pohon sejak awal pernikahan menjadi pengingat abadi: membangun keluarga harmonis berarti turut menjaga alam untuk generasi mendatang.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






