Buka Puasa Bersama Tak Harus Mahal, Ini Ragam Tradisi Bukber dan Cara Hemat Budgetnya
Sabtu, 21 Februari 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Tradisi buka puasa bersama (bukber) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari bulan Ramadan bagi banyak orang. Kegiatan ini sering dilakukan bersama teman, keluarga, rekan kerja, atau komunitas pengajian, baik di rumah, restoran, maupun tempat makan sederhana. Namun, di tengah tren bukber yang semakin mewah, banyak yang mulai mencari cara agar acara tetap menyenangkan tanpa menguras kantong.
Bukber sebenarnya bisa dilakukan dengan berbagai gaya yang ramah di kantong. Penulis berbagi pengalaman pribadinya menjalani beberapa ragam tradisi bukber yang berbeda, sekaligus menyoroti cara menghemat pengeluaran.
Salah satu variasi paling hemat adalah bukber ala pengajian. Acara ini biasanya digelar sederhana di rumah salah satu peserta. Setiap orang diminta membawa makanan pembuka atau takjil untuk berbagi (sistem patungan atau potluck), sementara menu utama dibeli bersama secara kolektif. Cara ini tidak hanya mengurangi beban biaya, tapi juga meringankan kerja tuan rumah. Peserta pun sering pulang dengan membawa buah tangan, sambil tetap menikmati suasana kekeluargaan seperti saling bertanya kabar, salat berjamaah, mengobrol, dan makan bersama.
Variasi lain adalah bukber ala teman kuliah atau teman lama. Biasanya digelar di pusat jajanan mall (pujasera) setelah lama tak bertemu. Peserta harus menyiapkan dana transportasi dan makan. Namun, sering kali muncul “bandar” – seseorang yang secara sukarela membayar makanan semua peserta, terutama jika ada yang merasa punya rezeki lebih. Jika ada bandar, peserta bisa datang tanpa membawa apa-apa tapi pulang dengan perut kenyang. Di sisi lain, jika tidak ada yang menjadi bandar, setiap orang tetap harus siap mengeluarkan biaya sendiri.
Dari pengalaman tersebut, beberapa tips supaya bukber tetap hemat budget yang bisa diterapkan antara lain:
- Terapkan sistem patungan atau setiap peserta membawa makanan/menyumbang takjil agar biaya tidak ditanggung satu orang.
- Pilih lokasi yang terjangkau seperti rumah atau food court, hindari restoran mahal jika memungkinkan.
- Manfaatkan momen “bandar” jika ada teman atau kolega yang ingin berbagi rezeki.
- Siapkan dana cadangan dari rumah untuk mengantisipasi jika tidak ada yang menanggung biaya.
Dengan pendekatan seperti ini, bukber tetap bisa menjadi momen silaturahmi yang hangat dan berkesan tanpa harus mengorbankan keuangan. Ramadan memang tentang berbagi, dan bukber hemat bisa menjadi salah satu bentuk berbagi yang bijak.(red/toh)































.md.jpg)






