Film Train Dreams (2025), Kisah Haru Lelaki Pekerja Kasar yang Sederhana Penuh Makna
Jumat, 20 Februari 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Film ini menceritakan perjalanan hidup panjang Robert Grainier selama hampir 80 tahun di wilayah Pacific Northwest, khususnya sekitar Bonners Ferry, Idaho, pada awal hingga pertengahan abad ke-20. Robert adalah seorang yatim piatu yang tak pernah mengenal orang tua kandungnya. Ia tumbuh sebagai buruh kasar.
Hidup Robert sederhana dan tak heroik—ia bukan tokoh besar dalam sejarah. Cerita dimulai dari masa mudanya yang menyaksikan kematian banal di hutan, seperti orang sekarat atau rekan kerja yang tewas mendadak. Ia bertemu dan menikah dengan Gladys, membangun pondok kayu di tepi sungai Moyie, dan memiliki seorang putri bernama Kate. Namun, tragedi besar datang ketika kebakaran hutan merenggut istri dan anaknya, meninggalkan Robert dalam kesedihan mendalam dan pengasingan diri.
Setelah kehilangan itu, Robert hidup menyendiri di hutan, memelihara kenangan dan harapan palsu. Ia bertemu gadis misterius sebagai simbol harapan kecil, serta berbincang dengan Claire yang mengingatkan betapa kecilnya keberadaan manusia di alam luas. Sepanjang hidupnya, Robert menyaksikan perubahan zaman: dari kapak ke gergaji listrik, rel kereta yang membangun kota, hingga kemajuan teknologi seperti televisi dan pendaratan manusia di bulan.
Puncak emosional terjadi saat Robert naik pesawat untuk pertama kalinya, melihat dunia dari ketinggian dengan flashback kehidupan yang berputar—momen sureal psikologis yang membuatnya merasa terhubung sesaat dengan segalanya. Film ditutup dengan nada reflektif atas kefanaan hidup, di mana kematian digambarkan sebagai hal biasa yang berubah tragis saat menyentuh orang terdekat.
Tema utama dan gaya film ini seperti puisi visual tentang eksistensialisme, yaitu siapa kita di dunia yang dingin dan apatis, makna hidup yang fana, serta kontras antara kecilnya manusia dengan alam semesta dan waktu yang tak terbendung.
Kesan Keseluruhan Film ini meninggalkan emosi yang utuh dan penuh, campuran sedih, terharu, serta kesadaran eksistensial yang membuat penonton bengong berhari-hari. Akting Joel Edgerton dipuji sangat datar, biasa, tapi sangat kuat menggambarkan tokoh utama yang orang biasa kebanyakan, sinematografi sangat cantik, dan narasi menenangkan jiwa. Puitis penuh makna.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






