Film Tukar Takdir, Kisah Traumatik Satu-satunya Korban Selamat Kecelakaan Pesawat
Sabtu, 21 Februari 2026 16:00 WIBOleh Tim Redaksi
Film ini menawarkan refleksi kepada penonton andai kita adalah satu-satunya yang selamat dari kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh penumpang beserta kru. Kita satu-satunya yang selamat. Itulah ruh cerita dari film garapan Mouly Surya ini. Trauma, rasa bersalah, tatapan penuh tanya dari keluarga korban membersamai gerak cerita sepanjang film. Rilis 2 Oktober 2025 lalu, film ini bukan sekadar cerita aksi kecelakaan pesawat, tapi lebih ke perjuangan batin para karakternya.
Nicholas Saputra berperan sebagai Rawa, penumpang tunggal yang selamat dari penerbangan Jakarta Airways 79. Dengan luka fisik dan trauma mendalam, Rawa harus menghadapi duka Zahra (Adhisty Zara), putri pilot pesawat, serta kemarahan Dita (Marsha Timothy), istri salah satu korban yang bertanya-tanya kenapa bukan suaminya yang selamat. Cerita berangkat dari adaptasi novel karya Valiant Budi, tapi Mouly Surya mengolahnya jadi drama intim yang fokus pada proses berduka, survivor's guilt, dan kritik halus terhadap korupsi, manajemen maskapai buruk, hingga sensasionalisme media sosial.
Yang bikin film ini menarik, Mouly Surya tidak memaksa penonton nangis bombay. Emosi dibangun pelan-pelan, lewat dialog yang dalam dan chemistry antar pemain yang kuat. Nicholas Saputra tampil di level terbaiknya—jarang banget kita lihat ekspresi dia yang begitu rapuh dan kompleks. Marsha Timothy juga memukau, membawa rasa marah dan kehilangan yang terasa nyata. Pendukung seperti Teddy Syah, Tora Sudiro, dan lainnya menambah lapisan cerita tanpa terasa berlebihan.
CGI kecelakaan pesawatnya memang sederhana dan singkat, tapi justru itu yang bikin film ini nggak bergantung pada efek visual dramatis. Fokusnya tetap pada manusia: bagaimana orang-orang bertahan setelah tragedi, mencari makna dari "kenapa aku yang selamat?", dan akhirnya menemukan secercah harapan di tengah duka.
Beberapa penonton bilang film ini terasa lambat atau nggak cukup "seru" kalau kamu cari thriller penuh twist. Tapi bagi yang suka drama karakter mendalam, ini salah satu film Indonesia 2025 yang paling menyentuh. Momen penutupnya—tanpa spoiler—banyak yang bilang bikin mata berkaca-kaca karena emosinya tiba-tiba menyeruak.
Review ini hanya tafsir dan ungkapan perasaan. Bukan cerita film itu sendiri. Tontonlah sendiri. Meski sudah turun layar di bioskop, film ini tersedia di Netflix. Jangan nonton bajakan. Itu dosa!
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






