24 April dalam Sejarah
Jumat, 24 April 2026 08:00 WIBOleh Tim Redaksi
Kejatuhan Troya merupakan salah satu kisah paling legendaris dalam catatan sejarah kuno dan mitologi. Meskipun narasi utamanya berasal dari karya sastra seperti Iliad dan Aeneid, tanggal 24 April 1184 SM menjadi titik acuan penting karena upaya kronologis dari Eratosthenes, seorang cendekiawan besar dari Alexandria.
Strategi yang digunakan pasukan Yunani untuk mengakhiri pengepungan selama sepuluh tahun adalah tipu muslihat yang sangat rapi. Setelah pura-pura menyerah dan berlayar menjauh dari pantai, mereka meninggalkan sebuah konstruksi kayu raksasa berbentuk kuda. Di dalam rongga kayu tersebut, sekelompok prajurit pilihan yang dipimpin oleh Odysseus bersembunyi dengan senyap. Sementara itu, armada besar Yunani sebenarnya hanya menepi di balik pulau terdekat untuk menunggu tanda serbu.
Warga Troya awalnya ragu melihat objek besar tersebut. Namun, seorang agen rahasia Yunani bernama Sinon berhasil meyakinkan mereka bahwa kuda itu adalah persembahan suci yang akan membawa keberuntungan bagi kota. Meski ada peringatan keras dari tokoh seperti Laocoon dan Cassandra, euforia kemenangan membuat warga Troya mengabaikan logika. Mereka menarik kuda tersebut masuk ke dalam jantung kota dan merayakan berakhirnya perang dengan pesta besar yang melelahkan.
Ketika malam semakin larut dan penduduk kota jatuh tertidur akibat pengaruh minuman keras, prajurit dari dalam kuda kayu mulai keluar. Mereka menghabisi para penjaga gerbang dan membuka akses masuk bagi pasukan utama yang telah kembali ke pantai. Serangan ini terjadi secara mendadak di tengah kegelapan, sehingga pertahanan Troya runtuh seketika. Kota yang dulunya megah itu dibakar habis, kekayaan dijarah, dan penduduknya banyak yang tewas atau ditawan.
Secara arkeologis, situs di Hisarlik, Turki, menunjukkan adanya lapisan tanah yang dikenal sebagai Troya tujuh A. Lapisan ini memperlihatkan bukti nyata adanya kebakaran besar dan tanda-tanda peperangan yang terjadi pada periode waktu yang selaras dengan perhitungan tradisional Eratosthenes tersebut. Hal ini membuat banyak ahli percaya bahwa di balik mitos kuda kayu, memang pernah terjadi penaklukan nyata yang mengakhiri kejayaan Troya pada masa itu.






































