News Ticker
  • Gubernur Khofifah Kunjungi Peternak Hewan Kurban di Bojonegoro
  • Lahan 8,7 Hektar di Depan Pasar Sido Makmur Disulap Jadi Kampus UNY, Penerimaan Mahasiswa Dimulai 2027
  • Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp10,3 Miliar di Bojonegoro dan Resmikan Masjid Nur Khofifah
  • 26 Mei dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 26 Mei 2026
  • Bukan Hanya Kurangi Limbah Pakaian, RE3 FOR-E PNM Turut Alirkan Manfaat bagi Usaha Nasabah Laundry
  • PLN Nusantara Power Tanjung Awar-Awar Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Lewat Program Perluasan UMKM Permata
  • Gubernur Khofifah Sidak Kondisi Pasar di Bojonegoro, Pastikan Harga Sembako Stabil
  • Cara Cerdas Petani Bojonegoro Menguatkan Ekonomi Keluarga
  • Rumah Warga di Kantor, Bojonegoro Ludes Terbakar Akibat Korsleting, Kerugian Rp 50 Juta
  • Guru Honorer SMA SMK di Jatim Berpeluang Jadi Tenaga Ahli Melalui Uji Kompetensi
  • Penderita Thalasemia Perlu Waspada Konsumsi Zat Besi, Dokter Ingatkan Risiko Penumpukan di Organ
  • 25 Mei dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 25 Mei 2026 di Bojonegoro
  • Branding Wisata Lewat Lagu, Pemkab Bojonegoro Sukses Gelar Grand Final Cipta Jingle Geopark di Kayangan Api
  • Kenali Pemicu dan Tahapan Stadium Kanker Usus Besar sejak Dini
  • Disperinaker Bojonegoro Buka Akses Tiga Ribu Lowongan Kerja Lewat Media Sosial Resmi
  • Pemprov Jatim dan BPS Matangkan Sensus Ekonomi 2026 sebagai Fondasi Kebijakan Satu Dekade
  • Kemeriahan Jalan Santai HUT PMI ke-163 di Bojonegoro Perkuat Nilai Kemanusiaan dan Gotong Royong
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro Hari Ini 24 Mei 2026
  • Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu
  • Band Lokal Hangatkan Panggung Harmony 3 Dekade BPR Bojonegoro Sebelum Ungu Naik Panggung
  • Bahaya Pijat Cedera Tulang, Dokter RSUD Sumberrejo Ingatkan Pentingnya Penanganan Medis
  • Keseruan Final Lomba Senam PGRI Bojonegoro, Momentum Perkuat Solidaritas Guru Perempuan
Teror Labirin Ingatan dan Trauma dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang

Teror Labirin Ingatan dan Trauma dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang

Film Legenda Kelam Malin Kundang hadir sebagai sebuah tawaran segar yang merombak pemahaman terhadap pakem cerita rakyat yang selama ini kita kenal hanya sebagai sebuah dongeng tentang anak durhaka pada orang tua. Film keluaran Come and See ini bukan jadi antitesa pakem itu, melainkan memperdalamnya. Yaitu pada sisi psikologis hubungan anak dengan orang tua yang diliputi penyesalan akan dosa serta labirin trauma yang mendalam. Balutan adegan hilang ingatan karena kecelakaan yang dialami tokoh utama membuat cerita ini bergerak dengan penuh misteri berlapis.  

Film ini disutradarai oleh Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo. Ceritanya ditulis Joko Anwar, Aline Jayasukmana dan juga Rafki. Di bawah pengawasan kreatif Joko Anwar, kisah klasik dari Sumatra Barat ini dipermak menjadi sebuah sajian thriller psikologis yang menyesakkan dada, menjauh dari cerita kutukan anak jadi batu oleh ibunya. Kutukan itu lebih dari sekadar batu, melainkan siksaan dosa dan rasa bersalah yang keras dan menghunjam dada.

Ini bukan spoiler ya. Jadi cerita film ini berfokus pada kehidupan Alif, seorang pelukis subyek mini (mikro) yang diperankan dengan sangat intens oleh Rio Dewanto. Kehidupan Alif yang tampak mapan seketika goyah setelah ia mengalami kecelakaan hebat yang merenggut sebagian besar ingatannya. Di tengah upaya pemulihan ingatan, sosok perempuan tua yang mengaku sebagai ibunya datang berkunjung setelah belasan tahun terpisah. Konflik batin yang menjadi motor utama film ini pun muncul. Alif sama sekali tidak mengenali wajah perempuan tersebut, dan setiap interaksi dengannya justru memicu perasaan terancam alih-alih kehangatan keluarga.

Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada kemampuannya membangun suasana yang tidak nyaman. Rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi Alif, istri, dan anaknya, perlahan berubah menjadi labirin teror yang penuh teka-teki. Penonton diajak untuk ikut merasakan kebingungan Alif dalam membedakan mana realitas dan mana proyeksi rasa bersalah yang terpendam di alam bawah sadarnya. Identitas perempuan tua tersebut menjadi misteri besar yang dikupas lapis demi lapis, membawa kita pada pengungkapan rahasia kelam masa lalu keluarga Alif yang sebenarnya.

Dari sisi teknis, aspek suara atau scoring menjadi elemen yang patut mendapatkan apresiasi khusus. Bunyi-bunyian yang hadir sepanjang film bukan sekadar penambah efek kejut, melainkan dirancang untuk mempertebal rasa cemas dan kecurigaan. Penggunaan simbol-simbol dari legenda aslinya, seperti batu dan laut, diolah secara metaforis untuk menggambarkan beban trauma yang membatu dan tak termaafkan.

Melalui narasi yang penuh dengan ketegangan psikologis ini, Legenda Kelam Malin Kundang berhasil membuktikan bahwa cerita rakyat Indonesia memiliki potensi besar untuk digarap dengan pendekatan yang lebih modern dan dewasa. Film ini bukan lagi sekadar peringatan moral tentang cara berbakti kepada orang tua, melainkan sebuah kisah mendalam tentang bagaimana masa lalu yang tidak terselesaikan bisa kembali menghantui dan menghancurkan kehidupan seseorang di masa depan.

 

Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu

Konser Harmony 3 Dekade BPR Bojonegoro

Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu

Bojonegoro Band papan atas Ungu menaiki panggung menyapa ribuan penonton dari berbagai penjuru di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro pada ...

1779801273.0889 at start, 1779801273.8827 at end, 0.793781042099 sec elapsed