Rahmat Junaidi dari Inspektorat Bojonegoro Sabet Penghargaan ASN Inspiratif dan Berintegritas dari BKN
Sabtu, 27 Juni 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Momentum peringatan Hari Ulang Tahun Badan Kepegawaian Negara (BKN) ke-78 tahun 2026 menjadi panggung apresiasi yang sangat membanggakan bagi jajaran aparatur sipil negara di seluruh penjuru tanah air. Kabar membanggakan datang dari lingkup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di mana Inspektur Pembantu Pencegahan Tipikor Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Rahmat Junaidi berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet penghargaan sebagai ASN yang inspiratif dan berintegritas tinggi setelah konsisten mendedikasikan hidupnya selama tiga dekade sebagai abdi negara.
Dalam rangka memeriahkan hari jadi yang mengusung tema Memudahkan, Melindungi, dan Membahagiakan ASN, BKN menggelar sebuah kompetisi bergengsi tingkat nasional bertajuk Vote ASN. Ajang pemilihan ini sengaja dirancang secara khusus oleh pemerintah pusat untuk menyaring sekaligus memetakan sosok aparatur negara yang memiliki daya inovasi tinggi, rekam jejak kerja yang bersih, serta totalitas tanpa batas dalam memajukan sistem pelayanan publik di daerahnya masing-masing.
Saat dimintai keterangan oleh awak media, Irban Pencegahan Tipikor Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Rahmat Junaidi mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi nasional tersebut sejatinya bukan sekadar untuk mengejar trofi atau pengakuan personal. Lebih dari itu, dirinya ingin menggunakan kesempatan ini sebagai sarana kampanye positif guna membuktikan kepada publik bahwa dedikasi serta integritas abdi negara di tingkat daerah memiliki kualitas yang patut diperhitungkan.
"Melalui momentum ini, kami ingin memotivasi para ASN muda, khususnya di lingkup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, untuk terus berkinerja optimal dan menjaga integritas dengan baik. Pelayanan publik yang prima lahir dari dedikasi dan inovasi yang tiada henti," ujar ASN yang telah 30 tahun mengabdi ini.
Perjalanan karier Rahmat di dunia birokrasi memang sarat akan jalinan kisah yang sangat berkesan dan penuh perjuangan. Dirinya menceritakan pengalaman spiritual yang tidak terlupakan saat pertama kali ditempatkan bertugas pada tahun 1994 silam di kawasan perbatasan antara Nusa Tenggara Timur dan Timor Timur, sebuah wilayah terpencil yang kala itu berstatus sebagai zona konflik persenjataan yang sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa.
Sederet tinta emas juga berhasil ditorehkan Rahmat saat kembali bertugas di tanah kelahirannya di Bojonegoro. Pada tahun 2009, ia berhasil menginisiasi sekaligus mengawal proses RSUD Sosodoro Djatikoesoemo hingga sukses naik ke kelas B serta meraih akreditasi 12 pelayanan untuk pertama kalinya sejak rumah sakit daerah tersebut didirikan. Tak berhenti di situ, saat memegang amanah di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Rahmat juga sukses mengantarkan Kabupaten Bojonegoro dinobatkan sebagai daerah pertama di Indonesia yang menerapkan konsep SDGs dengan sokongan langsung dari Infid dan World Bank.
Berkat keberhasilan program tersebut, Rahmat bahkan mendapatkan kehormatan besar untuk terbang ke Seoul, Korea Selatan pada tahun 2016 guna mewakili Bupati Bojonegoro sebagai pembicara utama dalam forum SDGs internasional di hadapan puluhan lembaga swadaya masyarakat asing dan jajaran akademisi lintas negara.
"Pesan pada ASN muda, dengan begitu banyaknya fasilitas, dukungan penghidupan yang lebih layak dan luasnya kesempatan, jangan jadi ASN pasif. Mari sebagai inovator didukung integritas yang baik dan mari jika ada kesempatan untuk mendapat beasiswa pendidikan di dalam maupun di luar negeri untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi," pesannya.
Selama jalannya kompetisi Vote ASN ini, video profil kerja nyata Rahmat yang diunggah secara resmi melalui akun Instagram Inspektorat Bojonegoro berhasil memikat perhatian publik hingga meraup ratusan tanda suka dari netizen. Sistem penjurian dari perhelatan ini dilakukan secara transparan di mana seluruh profil kandidat yang lolos seleksi awal BKN dipublikasikan ke masyarakat luas agar bisa dinilai, dihitung jumlah suaranya, serta dipanelkan di hadapan dewan juri ahli sebelum akhirnya dianugerahi sertifikat penghargaan resmi dari Kepala BKN Republik Indonesia.
Melalui capaian prestasi internasional dan nasional yang berhasil dibawa pulang oleh salah satu putra terbaik daerah ini, marwah birokrasi di lingkup Pemkab Bojonegoro diharapkan kian terangkat di mata publik. Keteladanan yang ditunjukkan oleh figur Rahmat Junaidi diharapkan mampu menjadi pematik api semangat bagi para generasi muda pelayan masyarakat untuk tidak sekadar bekerja normatif, melainkan terus melahirkan terobosan kreatif yang dilandasi oleh kejujuran moral demi kemajuan daerah.






































