Pemkab Bojonegoro Dorong Siswa Bijak dan Kritis Manfaatkan Teknologi AI
Rabu, 05 Agustus 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengajak para pelajar untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI (Artificial Inteligence) secara bertanggung jawab dan dibarengi dengan tingkat literasi digital yang tinggi guna mengasah daya pikir kritis.
Ajakan tersebut disuarakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bojonegoro, Arif Afandy, ketika menghadiri kegiatan Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja di Aula SMAN 1 Kalitidu, Selasa (04/08/2026) kemarin.
Menurut Arif, perangkat digital kini telah melekat erat dalam keseharian masyarakat, sehingga ketergantungan tersebut harus disikapi secara bijak agar pengguna tidak dikuasai secara negatif oleh teknologi. Tantangan utamanya terletak pada pilihan apakah seseorang hanya ingin menjadi konsumen pasif atau justru mampu berkreasi.
"Apalagi saat ini kita memasuki era Kecerdasan Buatan yang memberikan akses luas, di mana AI bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat jika digunakan secara baik namun juga bisa mendatangkan masalah apabila dimanfaatkan tanpa rasa tanggung jawab," ujar Arif Afandy.
Arif juga menekankan bahwa status sebagai generasi yang lahir di era teknologi tidak secara otomatis membuat seseorang memiliki kemampuan berpikir kritis, sehingga integritas dan prinsip diri tetap memegang peran penting dalam menyaring informasi.
"Dunia berkembang sangat cepat, jangan sampai kecerdasan manusia dikalahkan oleh kecerdasan ponsel pintar, sebab AI tidak bisa meniru integritas dan prinsip moral manusia, sementara kebijakan dalam memanfaatkan teknologi itulah yang akan menentukan masa depan kita," tambah Arif.
Dalam kesempatan yang sama, pemahaman mengenai empat pilar utama literasi digital turut ditekankan, yang meliputi kecakapan digital untuk mengoperasikan perangkat secara efektif, keamanan digital untuk melindungi data pribadi dari kejahatan siber, etika digital dalam menjaga tata krama berinteraksi, serta budaya digital guna memperkuat nilai kebangsaan.
Sementara itu, perwakilan ExxonMobil Cepu Limited, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, menjelaskan bahwa program kolaborasi bersama SKK Migas dan Pemkab Bojonegoro ini dirancang untuk melatih para siswa pilihan agar menghasilkan karya nyata.
Program ini menyeleksi para siswa pilihan untuk dilatih dan merancang karya yang akan dilombakan, di mana hari ini dikumpulkan wilayah Bojonegoro bagian barat dan selanjutnya besok untuk bagian timur, karena kita ingin membentuk generasi berliterasi tinggi yang menghasilkan karya, kata Malik.
Apresiasi senada turut diungkapkan Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ninis Aris Wibawati, yang berpesan agar para siswanya menyerap materi pelatihan ini dengan maksimal sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
"Kemajuan teknologi jika tidak disikapi dengan bijak dapat menjebak dan membawa kita ke dalam masalah yang merusak masa depan, namun jika digunakan secara bijak, teknologi akan membawa keberkahan dan kebaikan," kata Ninis.





































