Bela Negara
GP Ansor Trucuk dan Kanor Adakan Diklat Terpadu Dasar
Sabtu, 28 Januari 2017 22:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Trucuk - Untuk meningkatkan pengetahuan para pemuda tentang kecintaan terhadap tanah air dan bela negara, Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Trucuk dan Kecamatan Kanor menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) di Pondok Pesantren Al-Rahmani Desa Kanten Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (28/01/2017).
Hadir sebagai narasumber pada acara yang mengusung tema, "Satu Komando Satu Barisan: Merawat Tradisi, Menjaga NU Dan NKRI" itu Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M Herry Subagyo.
Pada kesempatan ini Letkol Inf M Herry Subagyo, mengatakan, Banser GP Ansor merupakan komponen cadangan dalam rangka pertahanan yang sesuai dengan Pasal 30 UUD 1945, yaitu tentang hak dan kewajiban setiap warga negara untuk bela negara.
"Zaman dulu kita masih bisa merasakan begitu kentalnya rasa gotong-royong dalam kehidupan kita, rasa persaudaraan dan silaturrahmi, saling menghormati. Namun saat ini agak susah ditemukan lagi rasa itu, bahkan dengan tetangga sendiri kita tidak saling kenal. Sehingga, kita perlu untuk menumbuhkan kembali sikap itu," ujarnya.
Selain itu, Dandim 0813 Bojonegoro menyampaikan berbagai konflik yang akan mengancam Indonesia, karena terjadinya perebutan sumberdaya alam dan energi.
"Negara kita, berada di garis ekuator yang memiliki dua musim. Dan terdapat sumberdaya alam yang melimpah, maka akan menjadi incaran oleh negara lain. Karena pertumbuhan penduduk dunia tidak bisa terkendali, sehingga kebutuhan pangan, air dan energi akan bertambah, sehingga berakibat konflik untuk menguasai sumber energi itu," ucapnya.
Pada akhir sambutannya, Letkol Inf M Herry Subagyo berpesan secara bersama untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban, agar terjaganya rasa kedamaian dan kebhinekaan.
"Utamakan musyawarah mufakat untuk menyelasaikan setiap permasalahan, yang sesuai dengan jati diri dan budanya Bangsa Indonesia," pungkasnya. (mol/tap)











































.md.jpg)






