News Ticker
  • Pasar Kota Bojonegoro Segera Dibangun dengan Anggaran 200 Miliar Rupiah
  • Pemprov Jatim Buka Lowongan ASN, Ini Cara dan Syarat Daftarnya
  • Pemanfaatan AI untuk Layanan Publik Antar Jatim Raih Penghargaan Nasional
  • Hendak Menyalip, Truk Kontainer Tabrak Truk Trailer di Margomulyo, Bojonegoro
  • Khofifah Dorong Lahirnya Generasi Qurani yang Unggul dan Berkarakter
  • Musim Kemarau Mulai Berdampak, BPBD Bojonegoro Petakan 93 Desa Rawan Kekeringan
  • SPMB 2026 Bojonegoro: Daya Tampung SMA/SMK Negeri Masih Melebihi Jumlah Pendaftar
  • Sineas Bernardus Raka Hadirkan Kisah Perjuangan Atlet Esport Lewat Film Nobody Loves Kay
  • Pemprov Jatim dan Investor Malaysia Jajaki Kerja Sama Proyek Logistik Terintegrasi Nilai USD 100 Juta
  • Konsistensi KAI Jaga Kualitas Layanan Jadi Inspirasi Sektor Pelayanan Publik
  • Ratusan Santri Kecamatan Kapas Ikuti Porsadin 7 di Tanjungharjo
  • Umbul Dunga, Tradisi Sedekah Bumi Kelurahan Kepatihan Masuk Kalender Agenda Tahunan Kabupaten Bojonegoro
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 14 Juni 2026
  • SPMB 2026, Dinas Pendidikan Jatim Siapkan 12.060 Kursi SMA dan SMK Negeri di Bojonegoro
  • Kenali Tanda Liver Bermasalah dari Gatal-gatal dan Perut Begah
  • Pemprov Jatim Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Saint Petersburg Rusia, Mulai Industri Perkapalan hingga Kesehatan Modern
  • Sensus Ekonomi 2026, BPS dan Pemkab Bojonegoro Sepakati Pakta Integritas Pemetakan Struktur Daerah
  • 14 Juni dalam Sejarah
  • 13 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 13 Juni 2026
  • Tangis Haru Sambut Kepulangan Jamaah Haji Bojonegoro, Boneka Unta Jadi Oleh-Oleh Khas
  • Sukses Dongkrak Ekonomi Warga Gayam, Program Domba Kesejahteraan Pemkab Bojonegoro Berbuahkan Hasil
  • Panen Raya di Rutan Blora, Wabup Dorong Produksi Padi Organik Tembus Pasar Jakarta
  • Dua Bulan Terapkan WFH, Pemprov Jatim Hemat Anggaran Listrik, Air, Hingga BBM Ratusan Juta
Korban Gas Beracun JOB-PPEJ Belum Mendapatkan Kompensasi

Korban Gas Beracun JOB-PPEJ Belum Mendapatkan Kompensasi

Oleh Piping Dian Permadi

Bojonegoro Kota - Puluhan warga Desa Sambiroto Kecamatan Kapas yang menjadi korban kebocoran gas beracun dari aktivitas perawatan sumur milik Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) hingga saat ini belum mendapatkan kompensasi. Warga masih menunggu etikat baik dari operator blok Tuban tersebut, untuk melaksanakan tanggung jawabnya kepada para warga.

Tercatat ada 29 korban dari RT 9 hingga RT 11 yang terdampak gas beracun dari aktivitas perawatan sumur di PAD A Sukowati Desa Campurejo Kecamatan Bojonegoro kota itu. Meski ke-29 korban itu saat ini sudah beraktivitas seperti semula, namun rasa cemas dan khawatir tetap menghantui para korban jika tiba-tiba kejadian yang sama terulang kembali.

Terlebih pihak perusahaan juga dinilai kurang peduli dengan kondisi masyarakat sekitar yang terdampak. Faktanya hingga hari ini korban tidak diberikan kejelasan terkait kompensasi. Termasuk 1 orang yang pingsan sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk mendapatkan perawatan intensif.

Awak media berkesempatan mewawancarai salah satu korban pingsan bernama Supiatun warga RT 11 RW 02 Desa Sambiroto. Kata dia kejadian bocornya gas beracun ini bukanlah pertama kalinya terjadi, namun sudah yang kesekian kalinya.

Saat itu Senin (10/07/2017) sekitar pukul 06.30 WIB, sebelum kejadian, dia bersama anak-anaknya mencium bau menyengat seperti telur busuk. Seketika itu dia mengalami mual, muntah dan merasa pusing. 

"Saya pingsan dan dibawa anak saya ke Rumah Sakit," ujar Supiatun.

Supiatun hanyalah salah satu korban yang saat itu langsung dirujuk di rumah sakit. Meski kondisinya sudah berangsur pulih dia mengaku tetap was-was. 

Warga hanya berharap bisa hidup nyaman tanpa adanya kekhawatiran akan kembali terpapar gas beracun dari aktivitas perusahaan migas tersebut. "Kami tidak menuntut lebih, kami hanya ingin hidup aman dan nyaman saja," pungkasnya.

Menurut salah satu tetangganya bernama Kasiyati yang juga menjadi korban gas beracun tersebut, selama ini warga Sambiroto sangat jarang sekali mendapatkan kompensasi dari JOB-PPEJ.

Padahal warga setempat dinilai sering mengalami keracunan dari aktivitas pengeboran ataupun perawatan sumur. Kasiyati mengungkapkan bantuan hanya diberikan sekali ketika oleh pihak DPRD kabupaten Bojonegoro mendesak JOB-PPEJ bersama SKK Migas untuk memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak.

"Dulu pernah sekali dibantu DPRD mendapatkan bantuan sembako, tapi setelah itu tidak ada lagi," kesalnya.

Kepala Desa Sambiroto saat dikonfirmasi beritabojonegoro.com (BBC) melalui pesan singkat WhatsApp terkait kompensasi kepada korban gas beracun tersebut hanya menjawab singkat. "Belum," ungkapnya.

Ditanya terkait komunikasi selama ini dengan pihak JOB PPEJ selaku perusahaan yang bertanggung jawab Kades tidak memberikan jawaban dan hanya membacanya.

Sementara field admin superintendent JOB PPEJ Akbar Pradima ketika dikonfirmasi mengenai kompensasi kepada warga tersebut juga tidak memberikan jawaban. (pin/moha)

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1781526966.0562 at start, 1781526967.3075 at end, 1.2512590885162 sec elapsed