Kejuaraan Catur Junior
Pemenangnya Didominasi Pecatur Wajah Baru
Minggu, 11 Oktober 2015 22:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Harapan munculnya atlit catur baru dalam Kejuaraan Catur Kabupaten Junior terbukti. Dari hasil pengumuman akhir beberapa nama baru tercatat sebagai pemenang dalam kejuaraan catur tahun ini, mulai dari kelas SD, SMP dan SMA. Tentu saja hasil itu memberikan harapan baru pada pengembangan olahraga catur di Bojonegoro.
Menurut Eko Djati Nugroho, selaku ketua panitia kejuaraan catur junior, setelah melalui tujuh babak permainan catur, yang digelar sejak Sabtu (10/10) sampai Minggu (11/10), tampil sebagai pemenang adalah pecatur putra-putri wajah baru. Ini sebenarnya yang menjadi tujuan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Bojonegoro, sebagai penyelenggara kejuaraan junior.
“Secara umum pertandingan berjalan dengan baik. Tapi yang membanggakan, Kejurkab kali ini memunculkan atlit catur baru yang mampu mengalahkan juara tahun lalu,” ujarnya, Minggu (11/10).
Eko menyebutkan, nama-nama baru itu adalah Vera dari SDN Baureno, juara putri di kelas 1-2-3 SD, dan Amelda Nur dari SDN Bangilan, juara putri kelas 4-5-6 SD. Lalu, untuk putra juaranya Muhammad Akmal dari SDN Drenges kelas 1-2-3 SD, dan M Ubaidilah dari MI Walisongo di kelas 4-5-6 SD.
Selanjutnya, di kelas SMP putra, juaranya Imam Tri Utomo dari SMP 1 Sumberrejo. Juara putrinya Diah Aviliani dari SMP 7 Bojonegoro. Untuk kelas putra SMA, juaranya Alvredo Satriawan dari SMA 4 Bojonegoro. Sedangkan juara putrinya Darsini dari MAN Ngraho.
“Yang menarik, Revita dari SDN Sumberrejo 1 yang pada kejuaraan ini dinaikkan kelasnya ke tingkat SMP, dia mampu memenangkan tujuh babak pertandingan sekaligus. Dia mengalahkan kakak-kakanya di kelas SMP. Oleh sebab itu kami memberikan gelar juara kehormatan kepada Revita," ucap Eko dengan bangga.
Selain Revita, rupanya ada satu lagi siswa SD yang levelnya mengalahkan SMP yaitu Akmal Busyra Adinata siswa SD Luqman Hakim Bojonegoro. Dia pun mendapatkan juara kehormatan.
Ketua Percasi Kabupaten Bojonegoro Cuk Triono Singgih menegaskan, dengan pelatihan dan pembinaan secara rutin terbukti mampu meningkatkan prestasi para pecatur yunior tersebut. Cuk juga berharap masyarakat turut aktif mendukung upaya pengembangan olahraga, terutama catur.
"Seringkali olahraga catur dipandang sebelah mata. Padahal catur erat kaitannya dengan keilmuan yang lain, terutama Matematika. Catur juga mampu membentuk karakter siswa. Melalui catur tidak hanya badan dan jiwa saja yang sehat tetapi mental juga," terangnya.
Cuk menambahkan, rata-rata siswa yang meraih juara dalam kejuaraan catur itu bisa dipastikan di sekolahnya pun berprestasi. Karena para pecatur itu mempunyai daya logika melebihi siswa lainnya.
Pada kesempatan itu, Darsini, siswi MAN Ngraho yang berhasil menggondol juara I tingkat SMA, mengaku gembira dengan prestasi yang berhasil diraihnya. Dia tidak sungkan membagi kegembiraannya itu kepada wartawan BBC, sebutan beritabojonegoro.com.
"Saya nggak nyangka akan meraih juara pertama. Rasanya senang, bangga, nggak percaya semuanya campur aduk," tuturnya dengan mata berbinar-binar menandakan kegembiraan hatinya.
Darsini berharap ke depan prestasinya lebih baik lagi. Dia mengatakan, meskipun berhasil juara, masih banyak kesalahan strategi yang dilakukan saat bertanding dalam kejuaraan yunior kali ini.
"Jujur, kemenangan ini bukan hanya untuk saya sendiri, tetapi juga untuk seluruh keluarga besar MAN Ngraho," tandasnya. (ver/tap)































.md.jpg)






