News Ticker
  • Wisata di Tuban Perlu Pengembangan dan Peningkatan Fasilitas
  • Sri Astini Manfaatkan Limbah Sedotan Jadi Tikar Cantik
  • Muspika Gayam Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Aula Belajar Desa Beged
  • Polres Tuban Kembali Ringkus Dua Orang Produsen Miras
  • Mempersiapkan
  • Pemkab Bojonegoro Beri Santunan Kematian bagi Warga Miskin
  • Pemkab Bojonegoro Luncurkan Kartu Pedagang Produktif
  • Hindari Tabrakan, Truk di Margomulyo Bojonegoro Terguling ke Tebing Jalan
  • Diduga Serangan Jantung, Petani di Kanor Bojonegoro Meninggal di Sawah
  • Ketua KONI Bojonegoro yang Dilengserkan, Lukman Wafi, Akan Menghadap Bupati
  • Mosi Tidak Percaya, Ketua KONI Bojonegoro Dilengserkan
  • Urai Sampah, DLH Blora Gunakan Lalat Tentara Hitam
  • Problem Base Solution: Mengubah Masalah Rakyat Sebagai Masalah Pemerintah
  • Pemkab Blora Serahkan Hibah Bongkaran Bangunan Pasar
  • Kedekatan
  • Akibat Angin Kencang, Sejumlah Pohon di Padangan Bojonegoro Roboh
  • Menghadirkan
  • Bawaslu Undang Anam Warsito, Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu oleh Bupati Bojonegoro
  • Kasus Demam Berdarah di Tuban Meningkat
  • Motor Tabrak Sepeda di Dander Bojonegoro, 2 Orang Luka-Luka
  • Tabrakan Motor di Ngasem Bojonegoro, Seorang Kakek Patah Tulang Kaki
  • Bupati Bojonegoro Serahkan Sertifikat PTSL di Desa Jumput Sukosewu
  • Polisi Bojonegoro Gandeng Komunitas Offroad, Cek TPS Daerah Terpencil
  • Warga Lamongan, Tewas Tertabrak Kereta Api di Baureno Bojonegoro
  • Tabrak Lari di Padangan Bojonegoro, Seorang Pemotor Tewas di TKP

Porprov Jateng, Novita Andriyani Sumbang Emas Pertama untuk Blora dari Half Maraton

Oleh Priyo Spd 

Blora - Kabupaten Blora mengawali perolehan medali di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV 2018 di Solo dari cabang lari half maraton (21 kilometer). Adalah Novita Andriyani yang mempersembahkan medali emas pertama bagi Blora, Sabtu (20/10).

Novita finish di urutan pertama dengan catatan waktu  1 jam 33 menit 33 detik. Medali perak direbut pelari Salatiga, Lydia Novinasari (1 jam 35,23 menit) dan medali perunggu diraih pelari Blora lainnya, Vivi Tri Setiani (1 jam 37,54 menit).

Sedangkan di bagian putra, Ari Swandana gagal mengikuti jejak Novita Andriyani. Pelari Kudus, Ranto, mematahkan ambisi Blora untuk menyandingkan medali emas di half maraton Porprov. Dia mencatatkan waktu terbaik 1 jam 14 menit 42 detik. Ari Swandana finis di urutan kedua dengan membukukan waktu 1 jam 15 menit 43 detik. Medali perunggu half maraton putra juga diraih pelari Blora, Noce Matital,  dengan torehan waktu 1 jam 17 menit 52 detik. 

"Meski tidak menyandingkan medali emas, namun kami tetap bangga dan bersyukur. Pelari Blora telah berupaya tampil maksimal. Mudah-mudah medali emas pertama itu menjadi pelecut bagi atlet Blora lainnya untuk mempersembahkan emas berikutnya di Porprov Jateng,’’ ujar Bupati Djoko Nugroho yang hadir menyaksikan lomba lari half maraton Porprov di kawasan Stadion Sriwedari, Solo.

Bupati Blora pun mendapat kehormatan mengalungkan medali untuk pemenang kategori putri. Adapun penyerahan medali bagi atlet putra dilakukan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng, Amir Machmud NS.

Lomba lari half maraton jalan raya yang dimulai pukul 05.30 wib dengan start dan finis di depan Stadion Sriwedari itu menyuguhkan persaingan sengit di kategori putra. Ari Swandana ditempel ketat Ranto sejak bendera start dikibarkan. Ari Swandana sempat memimpin hingga kilometer  17. Namun, Ari Swandana yang stamina mulai menurun, berhasil dimanfaatkan Ratno

"Awalnya saya tempel terus Ari sejak kilometer pertama hingga 17. Kemudian perlahan-lahan saya bisa menyalip dia. Hingga saya finis di urutan pertama,’’ tandas Ranto.

Sementara itu di bagian putri, tanda-tanda Novita Andriyani bakal meraih medali emas, sudah terbaca sejak start. Dengan mengatur kestabilan kecepatan larinya, Novita Andriyani yang pernah meraih dua medali emas di Porprov Jateng XIV di Banyumas 2013 itu memimpin sejak awal hingga garis finis.

"Saya jaga ritme sedemikian rupa. Dan saya bersyukur bisa mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Blora,’’ ujarnya.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora, Hery Sutiyono, mengapresiasi prestasi yang ditorehkan atletnya tersebut. Menurutnya, medali emas, perak dan perunggu yang diraih para pelari half maraton Blora diharapkan bisa menjadi embrio bagi para atlet Blora lainnya untuk menggapai prestasi maksimal di Porprov. 

"Semoga target 10 besar dengan mendapatkan minimal 25 keping medali emas bisa terealisasi,’’ tegasnya. (teg/kik)

Berita Terkait

Videotorial

Festival Banyu Urip 2018, Destinasi Wisata Hiburan di Bojonegoro

Festival Banyu Urip 2018, Destinasi Wisata Hiburan di Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Ribuan warga memadati jalan-jalan, warung-warung dan lapangan sepakbola Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro saat digelar perhelatan ...

Teras

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Kejadian bunuh diri atau gantung diri di wilayah Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2018, menunjukkan angka yang relatif cukup tinggi. Lantas ...

Opini

Problem Base Solution: Mengubah Masalah Rakyat Sebagai Masalah Pemerintah

Problem Base Solution: Mengubah Masalah Rakyat Sebagai Masalah Pemerintah

Jumlah lembaga, aparatur dan anggaran masing lembaga boleh dibilang cukup untuk menjalankan misi pemerintahan efektif. Sudah umum didengar keluhan adanya ...

Quote

Mempersiapkan

Mempersiapkan

Dalam menapaki perjalanan hidup dan banyaknya aktivitas, alangkah baik bila diawali dengan kemampuan, pemahamam lebih dan mempersiapkan diri dengan matang, ...

Sosok

Sari Koeswoyo, Antara Seorang Ibu dan Pelaku Seni

Sosok

Sari Koeswoyo, Antara Seorang Ibu dan Pelaku Seni

Oleh Muliyanto Tanggal 22 Desember, diperingati sebagai Hari Ibu. Hari di mana perempuan-perempuan Indonesia menyelenggarakan Kongres Perempuan Pertama pada 22 ...

Eksis

Sepasang Kakak-Adik di Blora Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Sepasang Kakak-Adik di Blora Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Oleh Priyo Spd Blora- Sering terjadinya listrik padam di wilayah Blora, membuat sepasang kakak-adik, warga Kelurahan Jetis Kecamatan Blora, menciptakan ...

Religi

Hukum Nikah Sirri

Hukum Nikah Sirri

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes. Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, ...

Infotorial

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Oleh Imam Nurcahyo Ngaisah namanya. Perempuan kelahiran 44 tahun lalu ini ibu rumah tangga biasa, layaknya perempuan desa di sekitarnya. ...

Berita Foto

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias merupakan rangkaian dari Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar Minggu, 30 Desember 2018. Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar ...

Feature

Miniatur Motor Berbahan Limbah Bambu

Miniatur Motor Berbahan Limbah Bambu

Oleh Priyo SPd Blora - Banyaknya pohon bambu yang tumbuh di wilayah Desa Sumurboto Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, membuat warga ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Waduk Selo Parang di Blora Pikat Pengunjung Wisata

Waduk Selo Parang di Blora Pikat Pengunjung Wisata

Blora- Masyarakat Desa Tempel Lemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah memanfaatkan kawasan waduk Selo Parang menjadi tempat wisata baru ...

Hiburan

Barista Asal Mojokerto Juarai Latte Art Battle di Bojonegoro

Barista Asal Mojokerto Juarai Latte Art Battle di Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Dalam partai final Latte Art Battle di KDS Toserba Bojonegoro yang digelar pada Sabtu (01/12/2018) ...

Statistik

Hari ini

3.869 kunjungan

6.328 halaman dibuka

114 pengunjung online

Bulan ini

77.007 kunjungan

132.981 halaman dibuka

Tahun ini

77.007 kunjungan

132.981 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 745.953

Indonesia: 11.435

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015