News Ticker
  • Prakiraan Cuaca 01 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 01 Mei dalam Sejarah
  • PPDI Bojonegoro Gelar Halal Bihalal dan Muskerda, Dorong Perlindungan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan bagi Perangkat Desa
  • SIG Pabrik Tuban Dukung Ketahanan Pangan Lewat Penguatan Infrastruktur Pertanian
  • Pemkab Bojonegoro Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Selama Dua Hari Pemberangkatan Haji
  • Lima UMKM Persit Brawijaya Siap Ramaikan Ajang Nasional Persit Bisa 2 di Jakarta
  • 1.746 CJH Bojonegoro Mulai Diberangkatkan Bertahap Menuju Asrama Haji Surabaya
  • Pemkab Bojonegoro Buka Pengumpulan Proposal Beasiswa Sepuluh Sarjana Per Desa
  • Simpan Buah di Kulkas: Utuh vs Dipotong, Mana Lebih Sehat?
  • Pelantikan Tiga Kades PAW Bojonegoro, Bupati: Jabatan Bukan Kekuasaan, Tapi Amanah
  • Prakiraan Cuaca 30 April 2026 di Bojonegoro
  • 30 April dalam Sejarah
  • kalender Jawa, Besok tanggal 30 April 2026 jatuh pada hari Kamis Pahing
  • Insiden di Bekasi Timur Ganggu Perjalanan KA, Daop 8 Surabaya Lakukan Penyesuaian Operasi
  • Gubernur Khofifah Targetkan Jawa Timur Jadi Pusat Substitusi Impor Infus Nasional
  • Dispusip Bojonegoro Gelar Bimtek Kearsipan, Upaya Menuju Standar Nasional
  • Petani Bojonegoro Peringkat Kedua Nasional Serap Pupuk Organik di Tengah Krisis Regenerasi
  • Integritas Aparatur Menjadi Kunci Perbaikan Sistem Pengendalian Korupsi di Bojonegoro
  •  Obesitas pada Usia Muda Tingkatkan Risiko Kematian Dini Hingga 70 Persen
  • Angkutan Pelajar Gratis di Bojoneogro Mulai Aktif Kembali
  • Prakiraan Cuaca 29 April 2026 di Bojonegoro
  • 29 April dalam Sejarah
  • Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas
  • Pemprov Jatim Borong Penghargaan Nasional di Peringatan Hari Otonomi Daerah
Menilik Lokasi Pengambilan Bahan Baku Pembuatan Gerabah di Desa Rendeng Malo, Bojonegoro

Menilik Lokasi Pengambilan Bahan Baku Pembuatan Gerabah di Desa Rendeng Malo, Bojonegoro

Bojonegoro - Keberadaan Kerajinan Gerabah di Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro yang masih tetap eksis hingga kini tak luput dari kegigihan warga setempat dalam upaya menjaga keberlangsungan industri rumahan tersebut.
 
 
Salah satunya adalah dalam mendapatkan bahan dasar untuk pembuatan gerabah, yaitu tanah liat, karena tidak semua tanah dapat dijadikan bahan dasar untuk pembuatan gerabah.
 
Hanya tanah yang mempunyai karakteristik khusus yang dapat dipergunakan untuk membuat gerabah, sehingga cara mendapatkannyapun tidak mudah. Demikian pula yang dialami warga Desa Rendeng Kecamatan Malo untuk mendapatkan bahan baku pembuatan gerabah.
 
Jaraknya lokasi pengambilan tersebut relatif jauh dari tempat tinggal penduduk. Untuk menuju lokasi tersebut, warga harus menempuh jarak sekitar 6 kilometer, lebih tepatnya berada di kawasan hutan milik Perhutani dan medan menuju lokasi tersebut juga terbilang cukup sulit. Ditambah lagi tanah liat tersebut berada di kedalaman, sehingga untuk mendapatkannya warga harus menggali tanah dengan hingga kedalaman 5 sampai 6 meter.
 
 
 

Lokasi tempat pengambilan bahan dasar gerabah di Kecamatan Malo Bojonegoro.

 
Saat sejumlah awak media yang ingin mengetahui proses pengambilan bahan dasar untuk pembuatan gerabah di Desa Rendeng, pada Rabu (26/08/2020), harus meminta bantuan kepada pemerintah desa setempat.
 
Bersama Kepala Desa Rendeng, Muslih ST; Camat Malo, Djamari; Kapolsek Malo, AKP Ngatmin; Danramil Malo, menelusuri tempat pengambilan bahan dasar gerabah tersebut.
 
 
 
Kepala Desa Rendeng Kecamatan Malo, Muslih ST kepada awak media ini mengatakan,bahwa keberadaan lokasi tempat pengambilan tanah liat sebagai bahan dasar pembuatan gerabah tersebut sudah ada sejak dulu kala.
 
"Biasanya warga dalam pengambilan tanah liat bahan dasar gerabah ini menggunakan sepeda motor, namun ada juga yang menggunakan sepeda pancal. Sekali pengambilan kurang lebih 50 kilogram aau 2 sak," kata Muslih.
 
Menurutnya, meskipun medan menuju lokasi tersebut cukup sulit dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, itupun juga harus dengan berhati-hati, namun untuk mendapatkan bahan bakut tersebut, warga harus rela bersusah-paya mencapai lokasi tersebut, karena hanya di tempat tersebutlah ada bahan baku tanah liat yang berkualitas untuk pembuatan gerabah.
 
"Selain itu saat pengambilan tanah liat ini juga penuh risiko, karena warga harus menggali di dalam lubang tanah dengan kedalaman sekitar 6 meter," kata Muslih mengimbuhkan.
 
 
 
Lokasi tempat pengambilan bahan dasar gerabah di Kecamatan Malo Bojonegoro.
 
Muslih mengaku dirinya, atas nama Pemerintah Desa Rendeng tak henti-hentinya menyampaikan imbauan kepada warga masayarakt di desanya untuk selalu berhati-hati dalam pengambilan bahan baku tanah liat tersebut.
 
"Kami mengimbau agar warga saat mengambil gerabah tetap berhati-hati dan selalu waspada, karena keselamatan adalah yang utama." kata Muslih. (dan/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Sutradara Wregas Bhanuteja kembali menggebrak sinema tanah air melalui karya terbarunya, Para Perasuk. Berbeda dengan pakem film bertema mistis pada ...

1777602064.5965 at start, 1777602064.959 at end, 0.36254405975342 sec elapsed