Kirab Pusaka Leluhur Ki Andongsari Digelar Hari Ini, Diawali Jamasan
Minggu, 05 Juli 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Kawasan sentra kerajinan tahu Kelurahan Ledokkulon, Kecamatan Bojonegoro, kembali diselimuti nuansa sakral budaya Jawa. Pemerintah kelurahan setempat menggelar kirab pusaka yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu (05/07/2026) siang ini. Pada pagi harinya dilakukan prosesi adat jamasan pusaka. Tradisi tahunan ini merupakan bagian dari Haul Ki Andongsari, leluhur Kelurahan Ledokkulon.
Pantauan awak media ini di lokasi komplek makam Ki Andongsari, nampak sejumlah tokoh dari berbagai unsur kelurahan setempat dengan khusyuk mengikuti jalannya upacara Jamasan. Sebelumnya baca tahlil dan doa bersama.
Sejumlah pemuda dengan pakaian adat khas Jawa bernuansa warna emas bergerak mengikuti panduan penata acara, mengambil delapan buah benda pusaka peninggalan Ki Andongsari dari dalam kuncup utama makam. Delapan pusaka tersebut kemudian dibawa keluar untuk diserahkan langsung kepada para tokoh kelurahan guna dibersihkan atau dijamasi dengan ritual tertentu. Delapan pusaka itu adalah Tongkat Galih Kelor, Tongkat Menjalin Porong, Tombak Godong Andong, Tombak Gagak Cemani, Tombak Singo Barong, Pedang Cungkrik, Tongkat Menjalin Bang dan Kutang Ontokusumo.

Tokoh adat Kelurahan Ledokkulon dan perangkat kelurahan tengah melakukan ritual jamasan pusaka. (Aset: Istimewa)
Kepala Kantor Kelurahan Ledokkulon Anton Simbolon memaparkan bahwa rangkaian acara Haul Ki Andongsari pada tahun ini sengaja dikonsep sedikit berbeda dibandingkan dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya yang biasanya digelar secara maraton berturut-turut tanpa jeda.
Berdasarkan kalender kegiatan, rangkaian haul telah diawali dengan agenda pengajian umum dan selawatan pada hari Jumat (03/07/2026) malam lalu. Kemudian dilanjutkan dengan ritual Jamasan Pusaka pada Minggu pagi ini yang disusul langsung dengan kirab budaya siang jelang sore nanti. Sementara untuk puncak acara syukuran massal atau sedekah bumi kelurahan baru akan digelar pada hari Selasa (07/07/2026) Kliwon lusa.
“Tahun ini ada yang beda Mas. Ada kalongkingnya nanti saat kirab, kemudian ada launching buku sejarah asal-usul Ledokkulon juga yang sudah kami susun,” jelas Anton Simbolon di sela-sela prosesi.
Lebih lanjut, Anton menjelaskan bahwa kesenian Kalongking yang ditampilkan siang nanti sejatinya merupakan bagian dari kesenian Sandur khas Bojonegoro. Hanya saja, untuk agenda kirab kali ini, pihak panitia belum menampilkan kesenian Sandur secara utuh melainkan hanya fokus pada Kalongkingnya saja akibat keterbatasan durasi waktu pelaksanaan.
“Soalnya kalau menampilkan kesenian Sandur secara utuh itu waktunya butuh lebih banyak. Makanya tahun depan kita rencanakan digelar seminggu penuh, biar ada ruang luas untuk menampilkan pertunjukan Sandurnya,” ujar Anton.
Hingga menjelang siang hari ini, atmosfer kemeriahan sudah mulai terasa di sepanjang rute protokol kelurahan. Ratusan warga sekitar tampak mulai memadati area luar makam dan bersiap-siap memeriahkan iring-iringan kirab budaya yang dijadwalkan start pada pukul 14.00 WIB nanti.
Berbagai macam properti replika berukuran besar, hiasan bernuansa etnik, hasil kreasi sudah tampak bersiaga rapi di depan pintu gerbang area makam. Kabarnya, guna memacu kreativitas dan partisipasi, pihak panitia penyelenggara juga telah menyiapkan berbagai rupa doorprize menarik serta hadiah khusus bagi kelompok peserta kirab terbaik yang menjadi representasi dari masing-masing lingkungan RT dan lembaga desa di Kelurahan Ledokkulon.






































