Eco-Sport Tourism Mantra 116
Pemprov Jatim Deklarasikan Diri Sebagai Provinsi Event Terbanyak, Genjot Kunjungan Wisatawan
Senin, 06 Juli 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur secara resmi mendeklarasikan wilayahnya sebagai provinsi dengan intensitas penyelenggaraan agenda kegiatan (event) terbanyak di Indonesia. Langkah berani ini diambil sebagai strategi taktis untuk mendongkrak volume kunjungan wisatawan, di mana tercatat sekitar 30 persen pelancong memutuskan datang karena tertarik oleh berbagai kalender agenda yang tersebar di 38 kabupaten/kota.
"Kami mendeklarasikan diri sebagai provinsi yang mempunyai event terbanyak. Ini sudah dibuktikan jumlah event ada ribuan di Jawa Timur," tegas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, di sela-sela agenda Malang Trail Runners (Mantra) 116 di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (04/07/2026) lalu.
Evy memaparkan bahwa salah satu pilar strategi utama yang kini tengah dijalankan oleh pemerintah provinsi adalah mengoptimalkan ceruk sektor sport tourism (wisata olahraga). Sektor ini diyakini mampu menjadi motor penggerak roda ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas ceruk pasar kunjungan wisatawan, termasuk dalam menggaet para wisatawan mancanegara (wisman).
Penguatan konsep eco-sport tourism atau wisata olahraga berbasis lingkungan dinilai menjadi magnet kuat bagi pelancong internasional. Hal tersebut dibuktikan melalui kesuksesan gelaran Mantra 116 tahun ini yang sukses menyedot animo sebanyak 4.014 pelari dari 22 negara yang tersebar di benua Eropa, Afrika, hingga Asia.
Ajang lari lintas alam bergengsi yang digeber pada tanggal 3 hingga 5 Juli 2026 ini kembali menapakkan eksistensinya setelah sempat mandek akibat hantaman pandemi. Memasuki penyelenggaraan tahun ke-10, kompetisi ini mempertandingkan enam kategori jarak tempuh, mulai dari rute terpendek 10 kilometer hingga rute ekstrem sejauh 116 kilometer, dengan menyuguhkan tantangan baru berupa penambahan jalur trek Lincing.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengutarakan bahwa kehadiran ajang olahraga berskala internasional seperti ini secara otomatis membawa dampak domino ekonomi yang signifikan bagi ekosistem pariwisata daerah, terutama pada sektor okupansi perhotelan, moda transportasi, serta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) setempat.
"Hari ini kita akan eksplor lereng Arjuno dan indahnya Tahura Raden Soerjo. Bagaimana kita menikmati Indonesia dengan alamnya dan mudah-mudahan ini menjadi sport tourism yang akan jadi energi positif bagi kita semua. Makin inovatif, makin kreatif, dan tentu kita harapkan start happy, finish happy," tutur Khofifah penuh antusiasme.
Gubernur Jatim menilai perhelatan konsisten seperti Mantra 116 ini berkontribusi besar dalam memperkuat posisi strategis Jawa Timur sebagai destinasi wisata unggulan di kancah global sekaligus menjadi katalisator dalam mendorong lonjakan angka kunjungan pelancong luar negeri.
Di sisi lain, aspek legalitas pemanfaatan alam juga telah dipersiapkan dengan matang. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi menjelaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) agar bentangan alam Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo dapat dimanfaatkan secara legal dan aman untuk kegiatan sport tourism.
"Dan kesekian kali ini, saya minta kemarin Mantra juga kampanye terkait dengan pengawetan, kemudian pengayaan kawasan konservasi itu menjadi penting," kata Jumadi menambahkan.
Jumadi menilai bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak sekadar berorientasi pada aspek kompetisi dan pariwisata semata, melainkan juga bertransformasi menjadi sarana edukasi serta kampanye pelestarian lingkungan hidup. Sinergi ini dirasa sangat sejalan dengan komitmen pemprov dalam menjaga ketat kawasan konservasi hutan sekaligus mengembangkan konsep ekowisata berbasis alam yang berkelanjutan di Jawa Timur.






































