Kebangkitan Persibo
Tim Khusus Jalin Komunikasi dengan Berbagai Pihak
Sabtu, 28 November 2015 15:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota - Usai Persibo Bojonegoro tampil dalam laga Trofeo di Surabaya pertengahan September lalu, asa untuk menghidupkan Laskar Angling Dharma kembali berkobar. Keseriusan itu pun berlanjut. Pada awal November sepakat dibentuk tim khusus yang dipimpin Abdullah Umar, anggota Komisi C DPRD Bojonegoro.
Tim khusus ini diberi amanah mengurus tahap demi tahap proses pembentukan klub Persibo. Sebab itu tim khusus sudah seharusnya mulai membangun komunikasi dengan tim transisi bentukan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi.
Salah satu anggota tim kebangkitan Persibo dari unsur KONI, Imam Nurcahyo, mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dan diajak bicara Ketua Tim Khusus Abdullah Umar, terkait konsep dan opsi-opsi apa saja yang mungkin dilaksanakan untuk kembali membangkitkan Persibo.
"Saya sudah sampaikan kepada Pak Umar, kalau saya siap membantu untuk kembali membangun Persibo," ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Kabupaten Bojonegoro periode 2015-2019 itu.
Masih menurut Imam, selain dengan dirinya, Abdullah Umar, juga telah menjalin komunikasi dengan Ketua Umum KONI Kabupaten Bojonegoro Lukman Wafi, yang kebetulan pernah menjabat CEO Lokal Persibo.
Selanjutnya Imam tidak mengetahui secara pasti dengan siapa lagi Ketua Tim Khusus menjalin komunikasi. Namun dia yakin, Abdullah Umar telah melakukan komunikasi dengan banyak pihak, misalnya Bupati, untuk kembali membangun Persibo ini.
Sementara, anggota tim khusus yang lain, utamanya dari kelompok suporter, kalaupun hingga saat ini belum diajak komunikasi, kemungkinan belum ada waktu saja. “Karena kesibukan ketua tim yang kebetulan juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.
Lebih jauh, dia menambahkan, menurut hasil komunikasinya dengan tim transisi Menpora, peluang Persibo untuk kembali meramaikan sepak bola nasional memang masih ada. Hanya saja beberapa syarat memang harus dipenuhi. Paling utama, tandas dia, adalah membentuk badan hukum baru berupa Perseroan Terbatas (PT).
Hal itu karena badan hukum lama yakni PT Persibo Bojonegoro Mandiri (PBM), menurutnya, sudah terhitung bubar karena tidak lagi beroperasi, atau bahkan para pemegang sahamnya tidak pernah menggelar RUPS. Apalagi jika merunut sejarah, saham yang mereka miliki adalah saham kosong, yakni kepemilikan saham tanpa menyertakan modal.
Selain itu, kendala utama yang dihadapi Persibo selama ini adalah masa dana operasional. Hingga saat ini, konsep dan opsi model penggalangan dana operasional Persibo masih terus dicari. Harapannya nanti didapatkan format yang paling tepat untuk mendapatkan dana operasional Persibo, tanpa melanggar aturan yang ada.
(baca juga berita: Boromania Tagih Komitmen Tim Khusus)
Mengenai aksi damai yang hendak dilakukan oleh Curva Nord 49, Rabu (2/12) pekan depan, pria yang menjabat sebagai Media Officer Persibo era IPL itu mengaku tidak bisa berkomentar banyak.
Menurutnya, itu hak mereka untuk menyampaikan aspirasi. Hanya saja Imam berpesan, jika aksi tersebut benar-benar dilaksanakan, lakukan dengan cara yang santun. (rul/tap)
*) Foto dari bola.net: Persibo juara Piala Indonesia































.md.jpg)






