Obat Nyamuk Bakar Indonesia Laris di Meksiko, Nilai Ekspor Capai Rp 130 M
Sabtu, 03 Januari 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Nasional - Obat nyamuk bakar buatan Indonesia ternyata jadi primadona di pasar internasional, khususnya Meksiko! Data terbaru menunjukkan, pada semester pertama 2025, nilai ekspor obat nyamuk coil Indonesia mencapai US$ 8,225 juta atau sekitar Rp 130 miliar, naik 1,25% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Meksiko menjadi pembeli terbesar dengan nilai impor mencapai US$ 7,53 juta, hampir seluruh ekspor kategori ini! Ini karena iklim tropis dan subtropis di Meksiko membuat nyamuk, terutama pembawa virus dengue (demam berdarah), masih menjadi ancaman kesehatan serius. Produk coil yang murah, mudah digunakan, dan efektif menjadi pilihan utama masyarakat untuk perlindungan sehari-hari.
Obat nyamuk bakar bukan sekadar barang sederhana, tapi produk manufaktur bernilai tambah tinggi, dibuat dari bahan lokal seperti serbuk kayu, tepung kulit kelapa, pati, dicampur insektisida alami seperti pyrethrum atau prallethrin. Indonesia kini berdiri sejajar dengan China dan Malaysia sebagai eksportir utama dunia untuk kategori ini.
Ke depan, prospek masih cerah seiring pertumbuhan penduduk di wilayah tropis dan meningkatnya kesadaran pencegahan penyakit. Namun, produsen Indonesia ditantang untuk berinovasi, seperti mengembangkan varian rendah asap atau berbahan nabati yang lebih ramah lingkungan.(red/toh)





.sm.jpg)






























.md.jpg)






