24 Februari dalam Sejarah
Selasa, 24 Februari 2026 09:00 WIBOleh Tim Redaksi
Dunia pada tanggal ini sering kali menjadi panggung bagi keputusan besar yang mengubah arah peradaban. Jauh di masa Renaisans, tepatnya tahun 1500, lahir seorang bayi bernama Charles V yang kelak memimpin Kekaisaran Romawi Suci, sebuah kekuasaan yang begitu luas hingga dijuluki sebagai tempat di mana matahari tidak pernah terbenam. Beberapa dekade kemudian, di tahun 1525, sejarah militer berubah total lewat Pertempuran Pavia, di mana pasukan Spanyol-Kekaisaran menghancurkan tentara Prancis dan menawan raja mereka, menandai era baru penggunaan senjata api dalam peperangan besar.
Kekuatan untuk mengatur waktu juga lahir di tanggal ini. Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII meresmikan Kalender Gregorian, sebuah sistem penanggalan yang kita gunakan untuk bekerja, janji temu, dan merayakan ulang tahun hingga detik ini. Namun, saat waktu mulai tertata, politik justru sering bergejolak. Di Prancis tahun 1848, Raja Louis Philippe terpaksa turun takhta akibat revolusi rakyat, mengakhiri era monarki dan melahirkan Republik Kedua. Sementara itu, di seberang samudra pada tahun 1868, sejarah politik Amerika Serikat mencatat ketegangan luar biasa saat DPR AS melakukan pemakzulan (impeachment) pertama dalam sejarah mereka terhadap Presiden Andrew Johnson.
Semangat kemerdekaan juga berhembus kuat di tanggal ini. Rakyat Kuba memulai perlawanan sengit melawan penjajah Spanyol pada tahun 1895 melalui peristiwa Grito de Baire. Di belahan dunia lain, tepatnya tahun 1918, bangsa Estonia dengan berani mendeklarasikan kemerdekaannya dari Kekaisaran Rusia, sebuah momen yang hingga kini dirayakan sebagai hari lahir negara mereka. Namun, sejarah juga menyimpan sisi gelap; pada tahun 1920 di sebuah aula di Munich, Adolf Hitler secara resmi memperkenalkan program Partai Nazi, sebuah bibit ideologi yang kelak membawa dunia ke dalam kegelapan Perang Dunia II.
Memasuki era modern, tanggal 24 Februari menjadi saksi lahirnya inovasi dan ikon budaya. Di tahun 1955, dunia menyambut kelahiran Steve Jobs, sang visioner di balik Apple yang mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Di Inggris tahun 1981, sorot lampu dunia tertuju pada Pangeran Charles dan Lady Diana saat pertunangan mereka diumumkan secara resmi, memulai sebuah kisah yang akan terus dibicarakan selama puluhan tahun. Di Indonesia sendiri, tahun 1966 mencatat ketegangan politik saat KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dibubarkan oleh Presiden Soekarno di tengah gejolak tuntutan rakyat.
Menjelang akhir dekade pertama milenium baru, tepatnya tahun 2008, era kepemimpinan Fidel Castro di Kuba yang berlangsung selama hampir setengah abad akhirnya berakhir saat ia memutuskan untuk pensiun. Dunia sains pun berduka di tanggal ini pada tahun 2020 saat Katherine Johnson, matematikawan "manusia komputer" NASA yang jasanya tak ternilai dalam misi pendaratan di bulan, menghembuskan napas terakhirnya. Akhirnya, sejarah mencatat luka baru di tahun 2022, saat fajar menyingsing di Ukraina dan invasi militer Rusia dimulai, sebuah peristiwa yang hingga hari ini masih terus membentuk ulang wajah keamanan dan ekonomi dunia.































.md.jpg)






