News Ticker
  • Pentingnya Menjaga Kebersihan Tangan sebagai Benteng Utama Pencegahan Penyakit
  • Dinas Sosial Bojonegoro Hijaukan Makam Kanjeng Soemantri dengan Pohon Pule
  • RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Buka Lowongan Pegawai BLUD Baru, Layani Formasi Medis dan Nonmedis
  • Dorong Kemandirian Warga di Usia Senja, Dinas Sosial Bojonegoro Siapkan Pelatihan Kerajinan Tangan untuk Lansia
  • 30 Mei dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 30 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas Beruntun di Kalitidu, Bojonegoro
  • Ratusan Anak TK Bojonegoro Ramaikan Festival Hari Anak Nasional
  • Stasiun Bojonegoro Layani Ribuan Penumpang Selama Libur Iduladha 2026
  • Gubernur Jatim Pimpin Tanam Tebu Serentak di Kediri demi Akselerasi Swasembada Gula
  • Komite Ekraf Siapkan Bojonegoro Art Circle Dua Hari, Panggung Teater dan Workshop Boneka Gratis
  • Jalan Kaki Sehat, Tapi Hindari 5 Kesalahan Ini agar Manfaatnya Maksimal
  • 29 Mei dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 29 Mei 2026
  • PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar Salurkan 34 Hewan Qurban ke Masyarakat Tuban
  • Penjualan Hewan Kurban di Jatim Naik Signifikan
  • Nanas dan Daun Pepaya Ampuh Mengempukkan Daging Alot, Pakar IPB Jelaskan Cara Kerjanya
  • 28 Mei dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 28 Mei 2026
  • PNM Tebar Syukur, Salurkan Hewan Kurban ke Warga Desa
  • Pemprov Jatim Perkuat Sistem Kebencanaan Lewat Perda Baru, Tekankan Kolaborasi dan Inklusi
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Inovasi Pendidikan Lewat Forum 100 Ide Inspira Risbo
  • Mas Bambang, Sapi Kurban Banpres Prabowo untuk Warga Bojonegoro Disalurkan Melalui Ponpes Modern Al Fatimah
  • Dinsos Bojonegoro dan BI Jatim Edukasi CBP Rupiah untuk Penyandang Tunanetra
Review Film Hamnet, Duka Penyair Shakespeare yang Menginpirasi Lahirnya Mahakarya

Review Film Hamnet, Duka Penyair Shakespeare yang Menginpirasi Lahirnya Mahakarya

Judul Hamnet (2025), Sutradara Chloé Zhao, Pemeran Jessie Buckley, Paul Mescal, Jacobi Jupe, Joe Alwyn, Adaptasi Novel karya Maggie O'Farrell

-----------------------

Dalam film terbarunya, sutradara pemenang Oscar Chloé Zhao membawa kita menyelami sejarah fiksi di balik salah satu karya paling ikonik dalam literatur dunia, Hamlet. Namun, jangan salah sangka, Hamnet bukanlah sekadar biopik tentang William Shakespeare. Film ini adalah sebuah perayaan atas rasa sakit, hubungan manusia dengan alam, dan bagaimana duka yang tak tertahankan bisa bertransformasi menjadi mahakarya seni.

Film dibuka dengan fakta sejarah yang sering terlupakan di Stratford pada masa itu, nama "Hamlet" dan "Hamnet" dianggap sama. Cerita berfokus pada kehidupan Agnes Hathaway (Jessie Buckley), istri William Shakespeare (Paul Mescal). Agnes digambarkan sebagai sosok mistis, "anak hutan" yang memiliki kemampuan spiritual dan keterikatan kuat dengan alam. Ketika William merasa terkekang oleh kehidupan kota kecil dan memilih mengejar karier teater di London, Agnes tetap tinggal untuk membesarkan ketiga anak mereka. Namun, tragedi datang saat wabah pes merenggut nyawa putra sulung mereka, Hamnet. Kematian inilah yang menjadi titik balik bagi William untuk menulis The Tragedy of Hamlet, Prince of Denmark sebagai bentuk katarsis dan penebusan dosa atas rasa bersalahnya.

Chloé Zhao kembali menunjukkan ciri khasnya bahasa visual yang puitis di mana emosi manusia dan alam saling berkelindan. Dibantu oleh sinematografer Łukasz Żal, film ini berhasil menangkap kesyahduan hutan dan kesesakan ruang privat dengan sangat emosional. Dari sisi performa, Jessie Buckley tampil luar biasa sebagai Agnes. Adegan saat ia menyaksikan kematian buah hatinya adalah momen feral yang sangat mencekik dan emosional, menempatkannya sebagai kandidat kuat di musim penghargaan. Paul Mescal juga memberikan intensitas yang pas sebagai sosok pujangga yang frustrasi dan penuh duka. Tak lupa, aktor cilik Jacobi Jupe (sebagai Hamnet) mencuri perhatian dengan akting yang memiliki kepekaan melampaui usianya.

Meski kuat secara visual dan akting, narasi film ini terasa sedikit goyah karena transisinya yang sering berubah wujud—dari kisah naturalis yang sederhana menjadi drama yang sangat emosional (tearjerker). Ada kesan bahwa naskah garapan Zhao dan Maggie O'Farrell terlalu berusaha menjelaskan kaitan antara kematian Hamnet dan naskah Hamlet secara eksplisit, seolah meragukan kemampuan literasi penontonnya untuk menarik benang merah sendiri.

Secara keseluruhan, Hamnet adalah film yang indah tentang kekuatan karya seni. Ia menunjukkan bahwa meskipun wujud seni itu maya atau fiktif, rasa yang dihasilkannya sangat nyata. Konklusi film ini berhasil menutup segala kekurangan naskahnya dengan bahasa visual yang menyentuh. Mata dan senyum Jessie Buckley di akhir film adalah sebuah sajak tanpa kata yang membuktikan bahwa duka, jika dikelola dengan cinta, dapat menjadi sesuatu yang abadi. Sebuah tontonan wajib bagi pecinta drama sejarah yang mendalam dan puitis.(red/toh)

 

 

Reporter Tim Redaksi
Editor Mohamad Tohir
Publisher Mohamad Tohir

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu

Konser Harmony 3 Dekade BPR Bojonegoro

Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu

Bojonegoro Band papan atas Ungu menaiki panggung menyapa ribuan penonton dari berbagai penjuru di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro pada ...

1780172589.9898 at start, 1780172590.1714 at end, 0.18157911300659 sec elapsed