OJK Ungkap Modus Penipuan Ramadan, Salah Klik, Rekening Auto Ludes
Rabu, 04 Maret 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Nasional - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan peringatan serius bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama bulan suci Ramadan. Pasalnya, modus penipuan digital dilaporkan meningkat tajam seiring dengan tingginya aktivitas transaksi masyarakat menjelang persiapan Idulfitri.
Hanya dalam kurun waktu 10 hari pertama Ramadan 2026, OJK mencatat lonjakan laporan yang signifikan. Terhitung ada sebanyak 13.100 laporan penipuan yang masuk dengan total 22.900 rekening terlapor.
Pjs. Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan kini tidak lagi menggunakan cara konvensional. Mereka memanfaatkan celah digital dan kelengahan psikologis masyarakat yang sedang berburu kebutuhan Lebaran.
"Hanya dengan salah klik satu tautan (link), saldo di rekening bisa langsung ludes seketika," ujar Kiki, sapaan Friderica, dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.
Berdasarkan temuan OJK, terdapat tiga jenis penipuan yang paling banyak memakan korban saat ini, yaitu:
- Penipuan Belanja Online: Twaran baju Lebaran, kue, atau perlengkapan rumah tangga dengan harga yang sangat murah dan tidak masuk akal untuk memancing korban mentransfer uang.
- Promo Lebaran Palsu: Mengatasnamakan merek besar atau instansi resmi untuk menawarkan hadiah, cashback, atau diskon besar yang mengharuskan korban mengisi data pribadi.
- Penyebaran Link Berbahaya (Phishing): Pesan singkat melalui WhatsApp atau email yang berisi tautan kurir paket atau undangan buka bersama digital, yang jika diklik akan menguras akses perbankan di ponsel korban.
Untuk menekan angka kerugian, OJK telah mengoptimalkan sistem Infrastructure for Anomaly and Scam Control (IASC). Sistem ini berfungsi untuk melacak jejak digital para pelaku dan melakukan pemblokiran terhadap rekening-rekening yang terindikasi kuat digunakan untuk aktivitas fraud atau penipuan.
OJK meminta masyarakat untuk tetap tenang namun kritis dalam bertransaksi. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan adalah jangan asal klik, dengan menghindari membuka tautan dari nomor tidak dikenal. Kemudian cek legalitas.
"Pastikan toko online atau promo yang diikuti memiliki reputasi resmi. Serta ini yang paling penting, jaga data pribadi. Jangan pernah memberikan kode OTP atau kata sandi kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank atau otoritas resmi," pungkas Kiki.











.md.jpg)






