Pemprov Jatim Fasilitasi 2.230 Perantau Mudik Gratis dari Jakarta Menuju Jawa Timur
Kamis, 19 Maret 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik di sektor transportasi dengan menggelar Program Mudik Gratis menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Program ini secara khusus ditujukan bagi masyarakat Jawa Timur yang merantau di Jakarta dan sekitarnya agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan tanpa dipungut biaya.
Melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, pemerintah menyiapkan sebanyak 58 armada bus untuk mengangkut para pemudik menuju berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Total kuota yang disediakan dalam program ini mencapai 2.230 orang. Proses pemberangkatan dilakukan secara terpusat dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Rabu (18/03/2026).
Pelaksanaan program tahunan ini turut didukung oleh Paguyuban PAWARTA, Badan Penghubung, serta pihak pengelola TMII guna memastikan kelancaran dan ketertiban selama proses keberangkatan hingga para pemudik tiba di tujuan masing-masing. Langkah ini menjadi upaya nyata pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan transportasi masyarakat selama musim mudik lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa program mudik gratis merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya para perantau asal Jawa Timur. Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan kemudahan akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi beban lalu lintas selama arus mudik.
Nyono menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan program ini adalah meningkatkan aksesibilitas layanan transportasi publik serta menekan angka kemacetan di jalur utama. Selain itu, penggunaan bus gratis ini diharapkan mampu meminimalkan potensi kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pemudik yang biasa menggunakan sepeda motor yang memiliki risiko tinggi di jalan raya.
“Kami ingin masyarakat bisa pulang dengan selamat tanpa harus terbebani biaya, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Nyono mengimbau kepada seluruh peserta mudik gratis agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta menjaga ketertiban selama perjalanan berlangsung. Disiplin dan kerja sama dari seluruh peserta dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini agar penyelenggaraan transportasi lebaran dapat berjalan tertib, aman, dan lancar.
Dengan adanya program mudik gratis ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan berpihak pada masyarakat. Harapannya, para perantau dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman dengan rasa aman dan penuh kebahagiaan.












































.md.jpg)






